Selasa, 18 Oktober 2011

Pengumuman Tugas Menulis Puisi dalam rangka Bulan Bahasa

Siswa-siswiku kelas X yang saya banggakan....
sesuai pengumuman yang telah kalian terima tentang tugas menulis puisi dalam rangka mengisi kegiatan Bulan Bahasa, Anda saya harap segera menulis dan mengirimkannya ke blog ini. Tema yang tertulis di pengumuman adalah tema yang masih sangat luas, untuk itu Anda boleh mempersempit tema tersebut.
Selain itu, Anda harus juga memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan penulisan puisi, antara lain penggunaan bahasa yang padat makna (dalam bentuk bahasa lambang, maupun bahasa kias atau permajasan). Jangan lupa juga Anda harus menuliskan uraian singkat tentang maksud puisi yang Anda tulis.
Selamat mengerjakan.....

446 komentar:

  1. Indonesia
    17 Agustus 1945
    Kami berkata pada dunia
    Keluar dari belunggu penjajahan..
    Hanya bambu runcing ditangan
    maju melawan penjajah,
    Tanpa rasa takut
    Tanpa rasa ragu di dada
    Adalah mereka para Pejuang
    yang telah rela mati demi Negeri ini..
    Sampai Sang Saka Merah Putih berkibar diangkasa..

    Sekarang
    Ku tunjukkan kepada mu
    Tentang damainya, tentang alamnya, tentang budayanya
    Walaupun masih terdapat kebusukan di dalam
    kejahatan meraja lela, kemiskian
    Aku tetap membanggakan Indonesia
    Mewujudkan cita – cita para Pahlawan
    Mewujudkan Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan..

    Makna: Semangat nasionalisme yang tinggi walaupun masih terdapat hal yang tak pantas did lam negeri, dan berusaha untuk memberantas hal buruk tersebut. Menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan, serta mewujudkan cita citanya.

    anas falih f
    x-9/5

    BalasHapus
  2. Beribu topan dan badai menghadangku
    Ku tetap pada pendirianku
    Beribu pedang datang menghujamku
    Ku tetap pada keteguhan hatiku
    Tak satu pun dapat menghalangi niatanku
    Tuk’ harumkan Bangsaku ini

    Dengan semangat yang berkobar
    Dengan penuh percaya diri
    Ku melangkah maju
    Tak peduli aral rintang menghadangku
    Kukan slalu berjuang tuk Indonesia
    Belajar dengan api yang berkobar
    Hanya tuk’ satu tujuan restorasi
    Pendidikan kini kian terpuruk
    Kini ku berjuang tuk pulihkan keadaan itu
    Tak semudah membaikkan telapak tangan
    Tapi ku berjuang wujudkan Indonesia baru

    Suatu hari nanti ku kan wujudkan s’mua asa ku
    Di bawah bendera kehormatan Bangsaku
    Ku gantungkan setiap niatanku
    Hanya tuk’ persada Indonesia
    Makna:
    Rasa optimisme seorang siswa yang berkeinginan untuk memajukan pendidikan di Indonesia seperti saat dahulu. (konon Indonesia mengirimkan banyak tenaga pengajar ke Luar Negeri). Dan sistem pendidikan kini hanya berorientasi dengan nilai bukan dengan menanamkan akhlak yang mulia,maka siswa ingin membenahi sistem tersebut

    nama : Berinda Dwika I
    kelas/no : X6/05

    BalasHapus
  3. Matahari Terbit Hari ini

    Semerbak bau bunga yang khas
    Bagaikan alunan lembut tangan sang dewa
    Bercampur padu dengan pagi nan elok
    Beriringan dengan puisi lembut

    Tau kah kau?
    Matahari tlah terbit hari ini
    Bagaikan rajutan dari tangan tangan yang tlah rapuh
    Bagaikan tinnginya sarang sang lebah

    Tau kah kau?
    Matahari tlah tampak hari ini
    Cambuk badan dalam jiwa
    Cambuk hati dalam kalbu

    Tak menghiaruakan ujung ngarai yang mengalir
    Hanya satu yang mereka cemaskan
    Dapatkah aku berjalan hari ini?
    Mampukah aku melangkah esok hari?

    Tanpa lelah, tanpa keluh kesah
    Jejak kaki menyusuri gurun nan panas
    Mencari sang penyejuk dahaga
    Yang mampu membuatnya bangkit kembali

    Matahari tlah tersenyum hari ini
    Memberikan senyumanya kepada sang pahlawan
    Pahlawan jiwa penyejuk hati
    Tak henti langkahnya dalam menggapai asa

    Makna :
    Perjuangan seseorang dalam mempertahankan kehidupan, menghiraukan seberapa beratnya jalan yang ditempuh asalkan mereka dapat hidup
    Perjuangan seseorang yang tak ada lelahnya untuk membahagiakan keluarga, untuk menggapai asanya dan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya

    Nama : Riskiana Amalia
    Kelas/No : X-4/27

    BalasHapus
  4. Zaman

    Wahai anakku..
    Apakah yang engkau lakukan
    dengan baju, rambut, dan sepatumu ?
    Tidakkah kau mengerti tetntang sebuah arti ?
    Arti tentang budi pekerti..

    Wahai anakku..
    Tidakkah engkau sadar,
    Bahwa negara kita sedang dilanda demam
    dan
    Termakan oleh kenistaan dan pengkhianatan

    Bukalah matamu lebar-lebar, nak
    Lihat !!
    Lihatlah !!
    Betapa bangganya orang-orang itu,
    memakan gaji buta
    Betapa suka citanya mereka,
    Mandi dengan uang rakyat dan menyelewengkan amanat

    Wahai anakku..
    Zaman telah menjelma
    Menjadi sebuah cerita duka

    Kini..
    Akhlak tak dihiraukan
    Karakter disingkirkan
    Uang diutamakan

    Lalu..
    Apakah yang akan engkau lakukan ?

    Maksud Penulisan : Puisi ini menggambarkan seorang ayah yang melihat perbuatan anaknya yang melanggar tata tertib sekolah. Lalu, diberikannya contoh orang-orang yang tidak paham apa itu arti pendidikan berkarakter, agar menjadi orang yang taat pada setiap aturan yang berlaku, dan tidak menjadi seorang pengkhianat negara.

    Astarina Indah Apsari X-1 / 05

    BalasHapus
  5. MENUJU KESUKSESAN

    Saat ini ku berada di sebuah lorong yang bercabang
    Dimana aku harus memilih jalan untuk masa depanku
    Ku bulatkan tekat yang mantap untuk melangkah
    Ku coba melangkah kesalah satu lorong yang gelap
    Hanya untuk mewujudkan sebuah tujuan besarku

    Dengan langkah yang pasti dan semangat yang gigih..
    Akupun tak mengenal letih ’tuk terus berjuang
    Langkahku diwarnai dengan warna hitam putih
    Banyak tantangan menghadang dihadapanku
    Setiap jengkal tantangan telah kulalui dengan doa

    Ku lakukan semua dengan kesungguhan hati
    Untuk mimpi besar yang ku perjuangkan
    Kini kuyakin ujung ’kan kucapai dan citaku ’kan terwujud
    Dengan pengalaman yang kulalui, ku dapat meraih masa depan
    Masa depan yang ada di hadapanku, kelak nanti





    ISI PUISI:
    Seorang pemuda yang berada diantara dua pilihan yang menentukan masa depannya. Satu jalan keprihatinan (kedisiplinan) yang akan membawannya ke masa depan yang cerah, dan satu jalan kegembiraan (hura-hura) yang akan membawannya ke masa depan yang suram. Dan pemuda itu memlih kejalan menuju masa depan yang cerah untuk mewujudkan cita-cita besarnya. Pemuda itu menikmati perjalanannya dan tidak mengenal lelah untuk terus berusaha. Langkahnya diwarnai dengan berbagai macam masalah yang harus Ia lewati. Namun, setiap masalah yang Ia lalui dijadikan pengalaman untuk masa depannya. Tak lupa Ia menyertai perjalanannya dengan doa. Semuanya dijalaninya dengan kesungguhan hati untuk memperjuangkan cita-citannya. Ia sangat yakin bahwa perjuangannya tak akan sia-sia, karena masa depan akan diraihnya kelak nanti.


    ASA JASMINE H X-4 / 05

    BalasHapus
  6. Semangat Yang Lenyap

    Pada Bumi pertiwi yang gersang
    Yang haus akan kewajibanmu
    Yang haus akan janjimu
    Yang haus akan semangatmu

    Sadarlah....
    Bumi pertiwi membutuhkan semangatmu
    Semangat yang telah lenyap
    Para pahlawan menantikan janjimu

    Taukah kau?
    Dahulu mereka berjuang sampai titik darah penghabisan
    Untuk apa?
    Hanya untuk memerdekakan Negara ini
    Tetapi engkau malah mengabaikannya
    Seperti debu yang berterbangan
    Tidak terurus

    Sadarlah....
    Mereka tidak menginginkan uang, kekayaan,
    Tapi mereka menginginkan bangsa kita maju
    Bangsa yang berkarakter
    Bangsa yang bermartabat

    Jangan hanya uang yang dipentingkan
    Tetapi ingat karakter harus dibentuk
    Sebelum terlambat…
    Masih banyak kesempatan untuk membenahinya

    Sadarlah....

    Maksud puisi tersebut :
    Semangat yang telah lenyap dari generasi penerus bangsa Indonesia. Belum adanya kesadaran untuk mewujudkan cita-cita para Pahlawan, dan kurangnya pendidikan bekarakter di Negara kita. Bukan hanya uang yang dipentingkan tetapi akhlak dan karakater lebih penting

    ARIFKA PAHAN SUBEKI

    X-1 / 04

    BalasHapus
  7. Pesan Angin Padaku

    Angin berhembus pelan
    Dan dia berbisik
    Apa yang kau lakukan ?
    Menatap dan terus menatap lukamu
    Yang tak kunjung kau obati

    Angin berkata
    Cepatlah kau obati luka itu
    Sebelum kau merasakan sakit yang dalam
    Tak perlu kau berlama lama meratapinya
    Karena itu hanya membuang waktumu saja

    Angin berkata lagi
    Tak perlu kau menunggu
    Karena kau sudah ditunggu
    Hanya perlu dua langkah lagi
    Obati dan pergilah
    Untuk selesaikan perjalanan ini

    Kau harus percaya
    Kau bisa melakukannya
    Walau terkadang sulit untuk melakukannya
    Namun percayalah
    Kau yang paling hebat

    Lupakan luka itu
    Anggaplah sebagai penguat di tubuhmu
    Karena luka itu
    Akan membuatmu lebih mengerti
    Dan lebih baik dari yang sekarang ....


    Makna puisi :
    Walaupun kita pernah melakukan kesalahan di masa lalu, kita tidak boleh terlalu lama menyesali kesalahan itu. Kita harus terus percaya diri dan terus melanjutkan hidup dengan menganggap kesalahan itu sebagai pelajaran di masa yang akan datang. Kita tidak boleh menyerah dalam menjalani hidup kita.

    ALDILA UNA DEA HARYONO
    X4 / 2

    BalasHapus
  8. "Untukmu Sahabatku"

    Kawan, ingatkah kita pada mereka ???

    Pada mereka
    yang s’lalu mengalah, disaat kita ingin menang sendiri
    Pada mereka
    yang s’lalu memberi semangat, disaat kita sedang putus asa
    Pada mereka
    yang s’lalu ada didalam suka duka kita
    Dan pada mereka
    yang s’lalu mendengarkan curahan isi hati kita

    Mereka
    mereka adalah
    SAHABAT kita
    Yang hadir untuk mengisi segala kekurangan kita

    Wahai kawan
    Berikanlah senyuman kita pada mereka
    Pada mereka yang s’lalu temani kita
    menghibur hati kita
    menghidupkan hari-hari kita

    Ingatkah kita ???
    pada senyuman mereka
    senyuman Sahabat kita yang pernah kita cela
    Seorang Sahabat yang pernah hadir dalam kehidupan kita
    Mengajarkan kita arti kehidupan
    arti kebersamaan
    arti cinta yang sesungguhnya

    Sadarkah kita ???
    Akan kesalahan
    yang telah kita perbuat pada mereka ?
    Andai kita masih bisa
    membisikkan kata-kata terakhir untuk mereka . . .

    Sahabat
    maafkan aku
    maafkan atas semua kesalahanku
    yang pernah melukai perasaanmu

    Aku tahu
    diri ini
    begitu egois
    sombong
    seenaknya sendiri

    Sahabat
    aku percaya
    kau kan temukan banyak sahabat
    yang lebih baik dariku

    Namun aku mohon
    jangan pernah lupakan aku
    walau kau t’lah bahagia
    bahagia
    bersama mereka

    Sahabatku

    Inikah waktu yang terbaik
    untuk kita berpisah ???

    Untuk akhiri semua cerita kita
    semua canda-tawa kita
    semua kebahagiaan yang dulu pernah ada

    Di saat kita
    bermain-main
    hingga lupa waktu
    Di saat itu pula
    t’lah ku ukir kenangan terindah
    bersamamu

    Kenanglah waktu kita
    waktu dimana
    dimana kita s’lalu berbagi bersama
    berbahagia bersama
    bahkan
    menerima hukuman bersama

    Mungkinkah ???
    suatu saat nanti
    kita
    ‘kan mengulangnya kembali ???

    Sahabatku…

    Tersenyumlah
    Tersenyumlah untuk diri ini
    diri ini yang tak ‘kan mungkin lagi
    ada disampingmu

    Janganlah
    Janganlah kau bersedih
    dengan perpisahan ini
    Janganlah kau menangis
    dengan keadaan ini

    Simpanlah
    Simpanlah kebahagiaanmu
    bersama diriku
    pada
    detik terakhir ini

    Karena
    Karena esok
    aku tak lagi dapat
    melihatmu
    menemanimu
    memarahimu

    Sahabatku
    Tetaplah berjuang
    ‘tuk gapai anganmu

    Jangan jadikan perpisahan ini
    sebagai akhir perjuanganmu

    Meski selangkah lagi
    terbentang jarak di antara kita

    Hanya satu pintaku
    Jangan pernah kau lupakan diriku
    yang pernah hadir dalam kehidupanmu

    Percayalah
    Percayalah diri ini ‘kan selalu ada
    ‘tuk temanimu

    Terima Kasih Sahabat
    Terima Kasih Sahabat
    Terima Kasih Sahabat

    Aku akan s’lalu mengenangmu
    yang pernah hadir
    dalam 3 tahun itu


    Maksud :
    Kerinduan yang sangat mendalam oleh penyair terhadap seorang sahabat yang pernah mengisi hari-harinya dengan suka duka
    Dan kini kebahagiaan itupun telah sirna dihapuskan oleh rasa kesedihan yang mendalam terhadap diri penyair

    Widyatika Kusuma Marganingrum
    X-10 / 33

    BalasHapus
  9. "KENAPSUAN"

    Andaikan ku dapat memutar waktu
    Pasti ku 'kan bahagia
    Tapi mungkinkanh terjadi?
    Tidak

    Aku hanya meratapi nasib
    Disekeliling adam dan hawa yang bertopeng
    dari ketidakadilan dunia ini
    dan dari napsu para sekutu

    Apa ini wajah pendidikan ngeriku?
    Kebutaan ilmu untuk sebuah simbol
    Tanpa logika untuk sebuah barang daur ulang
    atau demi sisa kulit pohon berkayu

    Kenapsuan dan ego mereka merajarela
    Tak akan meredup ataupun musnah
    karena para tetua juga bernapsu
    akan sebuah huruf berantai

    Kuingin di antara mereka
    yang tak bernapsu akan angka
    Kumau disekitar mereka
    yang tak mengharapkan imbalan
    Apakah aku bisa? Tidak
    Karena inilah kehidupan. Kenapsuan...

    Makna :
    seseorang yang sedih dan meratapi nasib pendidikan negaranya dinodai oleh ketidakjujuran. Mereka yang belajar tidak bertujuan untuk mendapatkan ilmu tetapi untuk mendapatkan nilai ataupun selembar ijazah. Orang-orang yang lebih berkuasa juga menginginkan sebuah pujian maupun gelar. seseorang itu ingin berada di orang-orang yang jujur, tapi dia mengetahui bahwa inilah kehidupan. Dunia yang dihuni manusia yang tak kenal rasa puas.

    Berlian Fika Rachma Ukhty
    X-2 / 07

    BalasHapus
  10. Generasi Penuh Kejujuran

    Jalan hidup tak kan selalu lurus
    Berbagai rintangan
    Akan selalu menghadang
    Walaupun begitu
    Janganlah menyerah
    Memejukan bangsa ini
    Perkataan bijak dan benar
    Membawa kita pada kesuksesan
    Tetapi ,
    Dusta membawa kita pada bencana
    Pendidikan yang berkarakter
    Begitu diperlukan
    Tuk bentuk
    Generasi baru penuh kejujuran
    Generasi yang akan
    Mengubah bangsa ini
    Menjadi
    Bangsa yang lebih baik
    Dibawah kibaran Sang Merah Putih
    Berjuanglah dengan penuh kejujuran
    Tuk harumkan nama
    Bangsa kita
    Bangsa Indonesia


    MAKNA :

    Semangat untuk mengubah generasi ini menjadi generasi baru yang lebih baik .
    Generasi yang penuh kejujuran , dan bebas dari kecurangan .
    Generasi yang akan melepaskan bangsa ini dari kebobrokan karena korupsi .

    DIMAS INDO SAPUTRO X4/12

    BalasHapus
  11. Nasib Bangsa Ini

    Pernahkah merasa mendaki gunung?
    Kaki ini tak jua berpijak ke puncak
    Berkutat terus mengitari lereng terjal
    Masih saja menikmati hawa sekitar

    Tunas-tunas bangsa terus menyimpang
    Jalan-jalannya menuju kebinasaan
    Apa-apa saja yang mereka perbuat
    Sebab beroleh laba hamba kejahatan

    Jika saja telinga memperhatikan hikmat
    Dan kecenderungan hati kepada kepandaian
    Maka kejujuran tidak akan sia-sia
    Dan laku tak bercela serta usaha berbuah penghargaan

    Bangsa ini begitu merindukan perubahan

    Makna :
    Indonesia negara yang ingin maju, tetapi hingga kini belum juga tercapai, masih berada di tempat sama dengan berbagai persoalan yang ada, dalam keadaan ini masih saja ada orang yang korupsi dan melakukan tindak kriminal lainnya demi kenikmatan dirinya sendiri. Banyak siswa berlomba-lomba mendapat nilai bagus dengan segala cara, padahal jika mau memperhatikan pelajaran dengan baik dengan hati yang ikhlas dalam memperoleh ilmu maka tak perlu mencontek dan sebagainya, sebaiknya berlakulah jujur dan berperilaku baik serta tekun belajar, niscaya akan mendatangkan prestasi. Bangsa ini butuh calon-calon pemimpin yang tidak hanya pandai, tetapi juga berakhlak mulia. Pada puisi ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan berkarakter dalam dunia pendidikan.


    Rayya Bethy
    X-4 / 24

    BalasHapus
  12. “Perubahan”

    Matahari mulai mengintip di ufuk timur
    Pertanda hari baru dimulai
    Sang rajawali membentangkan Sayapnya yang perkasa
    siap menerjang buruan di laut luas
    menerkam, mencabik tiada ampun
    bagaikan kejamnya dunia ini

    Wahai para pemuda
    Sepak terjangmu di andalkan
    demi menyongsong era baru
    dimana ada kehidupan yang lebih layak
    untuk diperjuangkan demi cita-cita bangsa

    Tegapkan badan
    Busungkan dada
    Dongakkan kepala
    kita hadapi congkaknya dunia ini
    dengan penuh keberanian
    dan semangat yang membara

    Kelak nasib kita pasti berubah
    pasti . . . . . . . .
    Dimana ada kemauan
    disitu juga jalan kita kan diberkahi
    oleh Tuhan Yang Maha Kuasa

    Bangkit . . . .
    Bangkitlah . . . . . . .
    Janganlah kau menyerah
    Sebelum bangsa kita ini
    menjadi bangsa yang paling tinggi
    di Jagad raya ini . . . . . .

    Jangan menyerah . . . . . .
    janganlah menyerah wahai saudaraku
    sebelum titik darah penghabisan
    Demi masa depan yang cerah


    Makna : Kita diharapkan agar dapat mengubah bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang lebih baik di mata dunia dengan tidak mudah menyerah dan putus asa. Agar suatu hari nanti mungkin menjadi bangsa termaju di dunia

    Karya asli, oleh :
    Dwiyan Satria U.
    X-1 / 12

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. "SEKOLAH"

    Sekolah....
    Sekolah adalah jembatan
    Jembatan menuju mimpi
    Mimpi mulia penerus bangsa

    Sekolah telah menghabiskan waktu kami
    Sekolah telah mengambil masa kecil kami
    Namun kami terus menjali
    Demi mencapai mimpi kami


    Makna :

    Makna puisi ini adalah suatu usaha seorang siswa untuk dapan tercapai cita-cita. Contohnya dia terus bersekolah walau harus mengorbankan kesenangannya dan masa mudanya.

    Nidya Yutie Pramesti
    24/X2

    BalasHapus
  15. Dibalik Kehidupan Para Gelandangan.

    Miskin kotor bau menjijikan
    Mereka sampah masyarakat
    Ibarat seonggok sampah yang harus kita buang
    Jauh dan jauh
    Yah Mungkin itu semua yang ada di benak kita
    Tetapi,
    Terselip suatu hal
    Hal yang Sederhana
    Tetapi penuh dengan makna
    KEJUJURAN

    Dari pada seekor koruptor
    Bahkan tidak layak untuk disebut seorang
    Perilakunya layaknya binatang
    Pencuri uang rakyat
    Perampas kesejahteraan rakyat
    Sampah semuanya
    Rusaklah Negaraku ini
    Bak daun yang dimakan oleh ribuan ulat

    Saatnya kita berubah
    Membuka lembaran baru
    Lembaran yang putih bersih
    Menjadi yang baik
    Dan yang terbaik
    Berantas semua koruptor
    Kita yakin
    Indonesia Merdeka Selalu Merdeka!
    MERDEKA DENGAN KEJUJURAN dan KEADILAN!

    Makna:
    Kekesalan seorang penulis kepada negarannya yang terus dikuasai oleh kecurangan dan kemunafikan. Itu terbukti dengan banyaknya koruptor. Penulis menyebut koruptor "seekor" karena perilakunya mirip binatang. Lebih baik kita menjadi seorang pengemis yang mempunyai karakter yang baik dari pada menjadi konglomerat yang berkarakter buruk. Dan kita yakin bahwa Indonesia akan menjadi negara yang terbaik
    KARYA: YUSUF WIFQI ALHAQ
    KELAS X-2/ 31(BARU) 32 (LAMA)

    BalasHapus
  16. Aku tau ini tak mudah
    Aku tau itu masih panjang
    Aku tau ‘kan banyak batu yang menjegal
    Aku tau ‘kan ada badai topan yang menerpa
    Bahkan aku tau ‘kan ada rasa sakit yang terasa
    Aku tak ingin mundur
    Aku tak ingin kalah
    Aku ingin menang
    Aku ingin maju
    Aku tak akan menyerah
    Aku tak akan mundur
    Aku tak akan membiarkannya pergi
    Aku tak akan membuangnya jauh
    Aku kan berjuang
    Aku kan menggapai anganku
    Aku kan meraih semua
    Karena mimpi ku jauh berharga
    Karena angan ku jauh lebih mahal
    Dari sekedar bongkahan berlian….

    Makna:
    Aku harus bisa menggapai semua mimpi ku meski akan ada banyak halangan dan rintangan yang menerpa.

    MARIA FEBY IP
    X-1/24

    BalasHapus
  17. Kita Bisa

    Kawan
    Bukalah mata kepalamu
    Bukalah mata hatimu
    Rasakan atmosfer dunia kita
    Sadarlah
    Bangsa kita menjadi kaca

    Kawan
    Sadarkah kau
    Kita ini generasi bangsa
    Ibu pertiwi terlalu sabar menunggu
    Ibu pertiwi terlalu sayang untuk menegur

    Kawan
    Sadarkah Kau
    Kita ini pohon beringin
    Yang punya misi mulia
    Untuk bersihkan polusi negeri ini

    Kawan
    Sadarkah kau
    Kita ini penggembara
    Mencari harta tak bernilai
    Untuk menebus dosa negeri

    Kawan
    Tiap senyum, tawa, canda kita
    Tiap peluh, desah, gurat dahi kita
    Itu energi bangsa

    Jadi kawan
    Kita bisa, kita bisa
    Alam mendukung kita
    Barisan merah putih dibelakang kita
    Berantas sampah negeri ini
    Hingga negeri ini bersih dan makmur

    Maksud : puisi ini mempunyai maksud agar pemuda/ generasi bangsa Indonesia mempunyai semangat juang, ide, simpati, sikap ingin tahu dan cinta tanah air untuk bangsa indonesia demi pembangunan bangsa. Karena masa depan bangsa bergantung pada karakter remaja masa kini .

    Oleh :
    Aphrodite Nadya N
    X3/04

    BalasHapus
  18. KEJUJURAN yang TERLUPAKAN

    Aku bukanlah manusia
    Aku hanya sebatas kata
    Kata yang mudah diucapkan
    Namun sulit dilakukan

    Gelarku berkibar hanya di masa lalu
    Masa lalu yang lugu
    Masa lalu yang suci
    Masa lalu yang murni

    Zaman mulai ber-evolusi
    Gelarku kian meredup
    Aku sering dilalaikan
    Aku sering diacuhkan
    Bahkan menjadi bahan tertawaan

    Tangisan pilu
    Ya..hanya tangisan pilu
    Tangisan pilu ketika melihat kehancuran ini
    Hancur lebur
    Disaat semua melupakan aku

    Kini gelarku hanya sebagai slogan
    Pudar sudah masa kejayaanku
    Pudar seiring menjalarnya racun!
    Racun pikiran yang meracuni engkau!
    Engkau hanya disajikan kenikmatan sesaat!
    Namun kepaitan di masa datang!

    Pikiran generasi ini mulai teracuni
    Racun itu mulai beraksi
    Mematikan kinerja otak sportif
    Dan menghidupkan kinerja otak licik

    Akankah generasi ini teracuni terus ?
    Hai anak negeri, sadarlah!
    Bawa kejujuran bagi generasi penerus!
    Kibarkanlah gelarku kembali!
    Dan hentikan tangisan piluku ini...!

    MAKNA:
    Kata yang dimaksud dalam puisi ini adalah kejujuran. Pada zaman ini kejujuran sudah mulai dilupakan dan hanya dijadikan slogan oleh beberapa siswa. Kejujuran mulai di masa ini mulai ditertawakan, bahkan ada yang mengatakan ”jujur ajur”. Hal ini sangat disayangkan dan jika ditinjau pada kehidupan masa lalu keadaan ini sangat bertolak belakang, dimana generasi terdahulu lebih mengutamakan kejujuran dan persaingan sportif. Arti kata ”racun” adalah kelicikan para siswa atau generasi penerus yang menghalalkan segala cara untuk menang, entah itu mencontek atau memakai uang untuk menyogok petinggi di dinas pendidikan. Kejujuran juga mengajarkan kepada para siswa untuk belajar menjadi pemimpin yang jujur dan arif.

    RACHEL ASTRID E.P.
    23/X-4

    BalasHapus
  19. Goresan Kata Untuk Ayah Ibuku

    Rendahkanlah suaraku bagi mereka
    Perindahlah ucapanku di depan mereka
    Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
    Lembutkan hatiku untuk mereka
    Lembaran demi lembaran telah terisi
    Ada suka, Ada duka
    Ada sakitmu, Ada jemarimu
    Ada lelah, Ada tangis
    Semua bercampur menjadi satu lembaran
    Lembaran yang indah yang tak mungkin terlupakan
    Betapa berwarenanya lembaran waktuku
    Bersama engkau, Ayah Ibuku yang kucinta
    Ayah Ibu
    Aku bak puing-puing berterbangan
    Hilang tak berarah
    Sakit tak tersayang
    Tanpa cintamu
    Ayah Ibu
    Izinkan aku bisikan cinta padamu
    Meski hilang di hembus angin
    Sayup sayu senbja temaniku
    Datang gelap pun tiba menjemput kasihmu
    Ayah Ibu
    Tiada kata cukup terucap
    Tuk menggambarkan jasamu
    Tiada goresan cukup terpatri
    Tuk mengungkap ketulusanmu
    Namun hanya kata terukir di hati
    Betapa aku hanya mampu berterima kasih
    Terimakasih Ayah
    Terimakasih Ibu

    Makna : pusi tersebut bermakna ucapan terimakasih kepada ayah ibu karena selama ini merawat, menjaga dari kecil sampai dewasa. Sedih, senang ayah ibu selalu ada untuk kita. Memberi dorongan saat terjatuh, memberi semangat saat terpuruk.

    Benedicta Nerissa Arviana sarastuty
    X Aksel 1/ 05

    BalasHapus
  20. Percaya

    Susah, kenapa harus susah
    Cuma mencoret yang benar
    Kemana..
    Mereka pergi kemana
    Cirih payahku semalaman
    Pergi entah kemana

    Tergoda ku tergoda
    dengan tanpa dosa
    Ku tegakkan pundak
    Ku siagakan mata
    Tapi..buat apa?
    Mengejar nilai?
    atau sebuah pujian semu?

    Aku lupa
    Dia melihatku, menatapku
    Dengan tatapan kemarahan
    Ku urungkan niatku
    Perlahan dengan pasti
    Ku tata rasa itu
    rasa percaya
    Percaya pada diriku
    Ku yakin ku bisa

    Isi
    Seseorang yang berusaha jujur dan percaya kepada diri sendiri dalam mengerjakan soal walaupun hampir mencontek dia mengingat bahwa Tuhan melihat semua tingkah lakunya dan berusaha percaya kepada kemampuannya sendiri.

    Dyan Mardika Wati X-7/10

    BalasHapus
  21. ANGKUH
    Leleh peluh kian deras
    Nantikan bulan jadi di sisi sang matahari
    Tegar, perkasa, lelah telah tumpas

    Entah kuat dan garangnya, ataupun salah lain dari yang lain
    Jauh terbentang siang malam
    Tak jumpa, tak main

    Maksud yang ingin disampaikan dalam puisi :
    Kini moral pelajar sudah tidak seperti dahulu, berkurangnya rasa terimakasih kepada para pendidiknya. Hilang rasa hormat, merasa “statusnya” berbeda jauh dengan orang yang telah memberinya tuntunan.

    Kurniawan Edwin Nugroho
    X-4 / 18

    BalasHapus
  22. BERATNYA TANGGUNGAN

    Kewajiban tak henti mengalir
    Tanpa akhir tak berujung
    Memikul beban beribu-ribu kilo
    Takkan mengelak dengannya

    Sungguh susah rasanya
    Berat tuk melangkahkan kaki ini
    Hantaman yang kurasa perih
    Hanyut rasa senang ini

    Dibalik itu tersimpan emas
    Emas tak terbatas harga
    Emas dengan korban keringat
    Keringat kesengsaraan

    Musnahlah semua itu
    Tuk peroleh goresan tinta kebanggaan
    Juga tuk peroleh senyum orang tua
    yang telah terpendam lama

    Guna hari esok
    hari esok gemerlap terang
    Impian seluruh insan
    Insan yang luar biasa



    Makna : Kita sebagai pelajar mempunyai banyak sekali tugas. Tugas yang kadang-kadang membuat kita kesusahan. Namun kita harus bertanggung jawab terhadap semua tugas kita dengan menyelesaikannnya dengan sebaik mungkin. Yang dimana tugas kita tersebut dapat berguna bagi masa depan kita nantinya.

    Karya : Billy Radian
    X-1 / 07

    BalasHapus
  23. DIBALIK SEBUAH KEDISPLINAN

    tiada yang lebih berharga
    dari sebuah kedisiplinan
    membentuk jati diri
    dengan lembut dan penuh makna

    berjuang mengalahkan waktu
    untuk lebih tepat waktu
    berjuang lebiah giat
    untuk menjadi yang terhebat

    tak ada yang lebih arif
    dibanding sebuah kedisiplinan
    membantu menghadapi tantangan
    walau segala rintangan menghadang

    demi menjadi yang lebih baik
    dari yang terbaik
    demi menunjang nasionalisme
    untuk kabangkitan bangsa dan negara
    yang lebih maju . . . . JAYA !!!

    MAKNA : kita harus menanamkan kedisiplinan pada kehidupan untuk membantu membentuk seseorang agar bertanggung jawab terhadap waktu dalam menghadapi tantangan kehidupan, karena kita tahu waktu adalah uang. bagaimanapun kita harus dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya dan bisa menjadi yang hebat dari yang terhebat dan bisa menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang terdepan dalam segala hal.

    karya :rekha fatmawati
    X-7/29

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. MIMPI PENDIDIKAN

    Hari ini ...........
    Anganku terbuang jauh
    Memikirkan nasib masa depan
    Yang tak kunjung baik
    Putus harapanku tuk sekolah
    Aku hanya bisa bermimpi
    Tuk menggapai ilmu kepandaian

    Namun apa guna semua
    Hanyalah angan-angan belaka
    Tak mungkin ku gapai ilmu yang lebih
    Kemiskinan menderaku
    Membatasiku tuk berbuat lebih
    Orang-orang berdasi pun membuang muka dari padaku
    Seakan-akan aku bodoh dan tak berdaya
    Baginya aku hanya seekor semut kecil
    Yang ditakdirkan untuk diijak orang

    Ingin ku lepas dari semua ini
    Namun apa daya
    Ku lelah memikirkan nasib
    Ku lelah memikirkan pendidikanku
    Ku lelah memikirkan pengharapanku
    Aku hanyalah aku
    Manusia bodoh yang tak mampu

    Makna: Cita-cita seorang anak yang ingin bersekolah untuk mendapatkan ilmu. Namun, ia tidak bisa bersekolah akibat kemiskinan. Anak tersebut hanya bisa berandai-andai jika ia bisa bersekolah. Menjadi orang yang terdidik dan berbudi pekerti.

    Karya: Kevin Ravido W
    X aksel 1 / 12

    BalasHapus
  26. JUJUR

    Langkah pasti tuju makmur
    Padahal semua tak banyak umur
    Mereka tidur lelap malam
    Tunggal pulau ucapkan salam

    Tak jua temu arah
    Usaha hasil darah merah
    Pulau kita hancur lebur
    Mereka bilang jatuh tersungkur

    Apa tanggapan kita
    Asal bicara banyak kata
    Pandai bohong hampa pikiran
    Daun menggulung siput berjalan

    Tak ada airmata mengalir
    Tak ada kerinduan terlahir
    Tak ada raga yang kuat
    Tanpa niat dan tekad

    Mari kita merenung
    Nasib bangsa yang makin linglung
    Kejujuran raga tanpa busana
    Orang hilang entah kemana

    Makna: Isi dari puisi ini ialah kejujuran di bumi ini semakin menghilang, tak ada seorangpun manusia yang memperdulikannya, padahal kejujuran adalah bagian utama dan paling penting seseorang, bangsa, bahkan dunia dapat merubah alam semesta ini menjadi makmur, nyaman, dan indah.

    Farhan Fathurrahman
    X-1 / 14

    BalasHapus
  27. Demi Beasiswa

    Buku demi buku telah aku baca
    Tak akan aku lupa ilmu yang telah aku terima
    Untuk bekal hidupku kemudian

    Aku dan teman tak ada lagi waktu bermain bersama
    Aku jalani tanpa sesal tetapi dengan semangat membara
    kukorbankan kebahagiaan masa muda

    demi kesempatan di depan mata
    Demi masa depan cemerlang begitu menggoda
    demi mendapatkan beasiswa.

    Kali ini aku ingin ringankan beban orangtua
    Menggapai impian dengan beasiswa
    tak perlu lagi kurepotkan mereka
    karna aku telah mantap menatap masa depanku

    makna : mendapatkan beasiswa memang memerlukan pengorbanan. namun kebahagiaan yang kita dapat saat kita mendapat beasiswa akan mengobati semuanya, termasuk masa muda yang kita korbankan. beasiswa juga mampu membantu mengurangi beban orang tua dalam hal ekonomi, dan menjadikan kita anak yang mandiri.

    silvester aldo gemilar
    X-A1 / 17

    BalasHapus
  28. MILIK KUBAGI

    Kebersamaan
    Dalam gegap gempita
    Tak ada yang menduga
    Gelap terang bersama

    Dalam suka
    Tertawalah hai kawan

    Dipinggir jurang yang curam
    Berpagar angin besar
    Tetaplah teguh di jiwa
    Yakin baik saja

    Kita lewati
    Batu dan kerikil tajam
    Sakit perih menghujam
    Segala asa

    Tetaplah tegar
    Tetap berdiri
    Segalanya pasti
    Terukir di hati

    Makna :
    Kesetiakawanan yang kuat terhadap seorang sahabat . Suka mereka bagi bersama, duka juga mereka tanggung bersama. Meskipun dalam persahabatan mereka terdapat beberapa cobaan, mereka tetap menjadi sahabat yang baik.

    Shafa Zuhurlia Dharmasakya
    X.8 / 30

    BalasHapus
  29. Langkah untuk Mimpiku

    Aku terus melangkah
    Dalam derap yang pasti
    Dan rintik hujan yang menghiasi
    Langkah – langkah rapuh ini
    Berusaha ku jalani untuk menggapai mimpi

    Disaat titik terang-Mu
    Kian mendekat
    Langakah – langkah ini
    Berderap kuat, lebar
    Selebar sayap – sayap semangatku ini
    Senyum pun tak mampu kututupi

    Jalan keluar ada di depan
    Terang dan mengagumkan
    Bercokol dalam pikiran
    Merayap dalam hati
    Dan menjulur disetiap milimeter tubuh ini

    Makna :
    seseorang yang sedang berusaha meraih mimpinya. mimpi dapat diraih dengan usaha yang kuat dan dengan bantuan Allah. dan hasilnya usaha itu berbuah dengan manis. mimpi kita semakin dekat, dan menentramkan hati kita.

    Resi Alam Bestari
    X - 4 / 25

    BalasHapus
  30. JALAN IMPIAN

    Kini aku bisa berdiri.
    Menatap semua yang kumiliki.
    Semua itu tak akan mudah.
    Sebelum kau bisa mengerti.

    Semua ini tak berguna.
    Tanpa asa dan doa.
    Semua ini tak berguna.
    Tanpa semangat di jiwa.

    Tak kenal menyerah...
    Rintangan tak menghalangnya,
    Tantangan tak rubuhkannya,
    Gagal ia rasakannya.

    Itu semua kerja kerasnya.
    Demi capai sukses di akhirnya.
    Matanya pancarkan asa.
    Terang benderang.....,

    Ketika ia mencapai puncaknya.
    Tinta emasnya di goreskannya.
    Pada buku di hari senjanya.
    Menguntai lembaran keberhasilannya.




    Makna puisi :
    Lewat puisi ini penulis ingin mencertitakan, bagaimana seseorang bisa mencapai sukses melalui jalan impianya masing-masing. Yaitu dengan kerja keras, doa, usaha serta semangat. Semua itu dilakukan seseorang itu pada masa mudanya. Cobaan, hinaan, siksaan, tak merubuhkan semangat tempurnya untuk terus maju. Sifat pantang menyerahlah yang menjadi acuannya. Bahkan, saat ia mengalami kegagalan, ia tetap menerima dengan tabah. Sungguh luar biasa. Pada hari tuanya, orang ini bisa menikmati kesuksesanya. Dan membuka kembali album kenangan menuju hidupnya sekarang.


    Nama : Ganang saputro
    NO/KLS : X3-15

    BalasHapus
  31. Pada Sebuah Asa

    Pada sebuah asa
    Kugantungkan harapan

    Adalah kejujuran
    Adalah kerja keras
    Adalah pembelajaran
    Adalah kepedulian

    Pada sebuah asa
    Kugantungkan harapan

    Menggapai cita
    Berjuang sepenuh jiwa
    Gelora di dada
    Meraih mimpi

    Pada sebuah asa
    Kugantungkan harapan

    Pada tuhanku
    Pada orangtuaku
    Pada bangsaku
    Pada saudaraku
    Semuaaa..

    Pada sebuah asa
    Kugantungkan harapan

    Menjadi insan berguna
    Kumpulkan awal kebajikan
    Bagi tuhan
    Bagi sesama
    Bagi kehidupan kelak
    Sorgamuu..
    Ridhomuu..
    Semogaa..

    Maksud : Ketika kita melakukan sesuatu, kita mungkin banyak berharap mendapatkan hasil yang memuaskan. Tetapi percuma saja bila kita melakukanya tanpa disertai usaha dan doa. Di dalam mengerjakan sesuatu kita senantiasa harus bersikap jujur, giat, peduli dengan lingkunga sekitar, dan melakukanya dengan kerja keras. Tetapi di sisi lain kita tidak hanya berusaha dengan fisik saja, tetapi kita juga harus banyak berdoa dan meminta dukungan dari orang orang terdekat kita. Insyalah jika yang di atas meridhoi kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan

    Oleh :
    Fikie Fadhila A
    X3 / 13

    BalasHapus
  32. Seperti Mereka

    Jarang tidak makan
    Aku sudah biasa
    Hidup serba kekurangan
    Menjalaninya pun aku rela
    Namun, semoga saja tidak tinggal harapan
    Semoga Kau kabulkan do’aku, ya Tuhan..
    Aku hanya ingin bersekolah seperti mereka
    Bisa menuntut ilmu hingga ke negeri Cina
    Menjadi orang yang berguna
    Tanpa diriku harus menerima cela

    Arti :
    Pengarang merupakan keluarga yg kurang mampu
    Tetapi ia sudah terbiasa dengan semua itu
    Walaupun Hidup serba kurang
    Tetapi ia melewati itu semua dengan sabar dan tidak putus asa
    Tetapi dia mempunyai cita2 yang besar
    Dia berharap tuhan mengabulkan do’a nya
    Cita-cita itu adalah dapat bersekolah layaknya seperti temannya
    Dia ingin mencari ilmu sebanyak mungkin dan setinggi mungkin
    Kelak menjadi orang yang berguna bagi orang tua, bangsa dan negara
    Dia tidak ingin dicela lagi seperti sekarang ini



    Oleh:
    Nuku Geraldi A B
    X-7 / 26

    BalasHapus
  33. Pengorbanan yang terlupakan,

    Tertatih-tatih lelaki tua itu
    Membawa bambu
    Berlari dengan gagah, berani
    Menghadang kompeni dengan mengangkat bambu runcing
    Dengan pikiran dan tenaga baja
    Di lemparkannya bambu ke tubuh para kompeni
    Tak gentar sedikit pun tekadnya
    Untuk membebaskan rakyat dari penderitaan

    Di hiraukannya nyawanya melayang
    Di tinggalkannya orang terkasih
    Di korbankannya diri dan martabatnya
    Untuk membebaskan Negara dan cucu-cucu nya
    Dari belenggu penjajahan

    Di tumpaskannya para penghianat bangsa
    Penghianat yang menggadaikan bangsa dan martabatnya
    Hanya untuk menikmati madu dunia sesaat
    Kini perjuangannyan harus berhenti
    Usia tua membuat ia tidak sanggup bertempur lagi
    Namun, sorot matanya masih menyiratkan semangat api
    Walau bangsa ini sudah merdeka
    Namun, lihatlah para pemimpin bangsa sekarang!
    Gagahnya mereka berjuang
    Berjuang mendapatkan kursi elok nan megahnya
    Di curinya hasil cucuran keringat rakyat-rakyat nya
    Yang berjuang mengumpulkan rupiah demi rupiah
    Mengucurkan keringat tanpa ada asa dan ujungnya

    Dengan muka temboknya, di bodohinya rakyat-rakyat nya
    Rakyat yang buram akan peliknya masalah bangsa ini
    Lalu, apa arti perjuangan pahlawan tua itu?
    Gugur, demi membebaskan para pemimpin itu
    Dari penderitaan penjajahan yang bengis

    Namun, apakah ini yang pahlawan tua itu harapkan?
    Apakah ini yang rakyat inginkan?
    Lalu, apa bedanya pemimpin itu dengan penghianat bangsa?

    Maksud : penulis menggambarkan sifat, semangat dan karakter para pahlawan yang gugur saat berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa dari penjajahan hanya untuk melihat rakyat dan cucu-cucu nya kelak dapat hidup bebas dari belenggu penjajahan. Namun, para pemimpin yang mereka perjuangkan untuk membela dan mempertahankan bangsa ini malah membuat bangsa ini jauh menderita karena sifat pemimpin yang sama dengan para penghianat bangsa.

    NAMA : NOFIRIA NORHIDAYATI
    KELAS : X-9
    NOMOR ABSEN : 22

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. PERCAYA DIRI


    Ku tutup telinga kanan kiriku
    Ku tutup kelopak mataku
    Aku akan kokoh berdiri
    Tak peduli apa yang terjadi

    Aku tak ingin terbawa arus
    Menjadi sebuah bayangan
    Tidak memiliki arah

    Bangunan kokoh dijiwa mudaku
    Percaya akan kebenaran
    Percaya akan diriku tentang sebuah kejujuran, ketulusan, kenyataan
    Aku percaya pada diriku
    Tidak mengerti apa sebuah rasa percaya diri akan membawaku pada rasa malu
    Karena hatiku mengatakan sebuah kebenaran dan kenyataan

    Sumber percaya diriku ada dalam batinku
    Dunia akan ada kenyataan dan kepalsuan
    Apa adanya dan ikuti kata hati
    Percaya diri tidaklah sebuah kesalahan

    Makna:
    Perasaan percaya diri harus dibangun agar tidak menjadi sebuah bayangan yang hanya mengikut-ikuti orang lain dan tak memiliki arah tujuan. Jangan takut sebuah rasa percaya diri membawa pada rasa malu karena percaya diri akan muncul dari kenyataan dan kenyataan tidak akan salah. Mengatakan dan bersikap apa adanya serta mengikuti kata hati akan membawa kita pada perasaan percaya diri.

    NAMA : HERNING MEIANA WINATA PUTRI
    KELAS: X-2
    NO.ABSEN: 14(BARU) 15(LAMA)

    BalasHapus
  36. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  37. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  38. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  39. PANTANG MENYERAH

    Beribu bahkan beratus ribu masalah datang
    Selalu kucoba melawannya
    Beribu bahkan beratus ribu hadangan menerjang
    Selalu kucoba melawannya

    Terkadang tak sampai raga ini bertahan
    Menghadapi segala cobaan
    Rasa diri ini melayang tak kuasa
    Menerima segalanya

    Tapi
    Semangatku untuk Indonesia ini
    Mampu mengalahkan segalanya
    Semangatku untuk memajukan bangsa ini
    Mampu menerjang segala

    INDONESIA
    Dengarlah janjiku ini
    Aku tak akan menyerah
    Sampai akhir waktuku
    Untuk Indonesia

    Makna :
    Siswa yang tidak mau menyerah meski banyak hadangan baginya untuk meraih cita - cita dan memajukan bangsanya meski harus melalui perjuangan yang berat

    Melati Kristina A
    X-6 / 15

    BalasHapus
  40. Sang Patriot Pendidikan

    Ketika cahaya gelap masih menyelimuti kehidupan
    Ketika keputus asaan masih tertanam dalam jiwa
    Ketika kehancuran mulai menerpa
    Sosoknya datang membawa berjuta harapan
    Harapan akan datangnya secerca sinar terang dalam hidup
    Sosok itu semakin mendekati
    Semakin dekat
    Dan dekat
    Sosok penuh kasih yang datang tanpa pamrih
    Membawa seklumit ilmu yang dibagi untuk kami, sebuah kaleng kosong yang haus akan setetes air
    Kami jiwa bodoh yang tak kenal baca tulis
    Kami jiwa bodoh yang tak kenal jumlah bagi
    secerca cahaya itu datang menyinari hidup kami
    sosoknya bak lentera hidup kami
    sosoknya bak kuli pembangun negeri
    semua tenaga dan kerja kerasnya hanya untuk kami
    kami
    dan kami
    karnanya kami bisa
    karnanya kami tahu
    karnanya kami mampu
    wahai kau insan muda
    jadikan ia bagian kenangan indahmu
    jadikan ia sosok penting dalam hidupmu
    jadikan dia pedoman bagimu
    wahai kau insanmuda
    hargai dan hormati slalu jasa-jasanya
    kesuksesan dan prestasi mu
    hanya itu yang membuat senyum indah terkembang dari wajahnya

    makna:
    guru adalah seorang yang berjasa bagi kita,tanpa mereka kitabukan apa-apa.sebaiknya kita menghargai dan menghormati jasa-jasa mreka.
    karena hanya dengan prestasi yang baik dan kesuksesan yang kita miliki mreka merasa bangga dan puas.

    wahyu tri utami
    x-6/27

    BalasHapus
  41. Motivator

    Ilmu . . . .
    Kukancari hingga negri nanjauh
    Seluas manusia mencarinya
    Walau api menyelimutinya
    Dan kadang duri tertusuk didalamnya

    Tapi . . . .
    Bukan hanya itu
    Tidak tak perlu sesuatu sebagai alatnya
    Motivator untuk terus bergerilya dengan waktu
    "Antusiasme"

    Mudah saja teorinya
    Tapi prakteknya
    Awali dengan niat
    Disini sumbernya

    yola.sukma.a 30/X.6

    BalasHapus
  42. Terkikisnya Sang Mutiara
    Buah Karya: Palupi Dyah R.
    Andaikan semua waktu dapat terulang
    Menikmati sinarnya kejujuran
    Mutiara yang berharga
    Di atas kanvas pendidikan
    Apakah mutiara itu kini telah lenyap
    Tak membekaskan cahaya
    Tak menyiratkan makna
    Tak meninggalkan kenangan
    Seakan betapa mahalnya kejujuran
    Di daur pendidikan
    Begitu pentingnya butiran angka yang mereka cari
    Moral tak mereka hiraukan
    Lihatlah….
    Garuda tersedu
    Melihat terbenamnya mutiara kejujuran kini
    Gugurnya moral anak bangsa
    Generasi bangsa
    Untuk apa kita masih bernafas
    Jika tak ada perubahan
    Pada bangsa ini
    Menuju jalan elok
    Jalan yang utuh sinar permatanya
    Makna:
    Di zaman dahulu kejujuran adalah sesuatu yang sangat dihargai dan sangat dijunjung tinggi. Tapi kata itu serasa hilang pada saat ini, suatu kejujuran dianggap asing demi mendapatkan hasrat butiran nilai yang baik, dengan moral yang tak dipedulikan. Begitu sulitnya mencari sinar kejujuran pada penerus bangsa. Jika tanpa ada perubahan menuju jalan yang sempurna, untuk apa kita hidup .
    Palupi D.R.
    X-2
    24

    BalasHapus
  43. Kejujuran
    Karya : Yustine Intan Dwi Wijaya,X-6,32

    Penuh arti dan penuh makna
    Mudah terucap tapi sulit terterap
    Menjadikanmu bersinar
    Di dunia yang begitu gelap
    Orang-orang memandangmu
    Tak banyak, namun tetap ada
    Mereka terus berjuang, melawan!
    Para pembual pelaku kebohongan

    Ku ingin libatkanmu dalam hidupku
    Kupercaya, hasil tanpa bayangmu….
    Adalah hasil yang semu
    Penuhilah hasrat kebenaranku


    Makna :
    Kejujuran itu memiliki arti yang sangat besar, kita mudah mengucapkan kalau kita jujur, tapi kita sulit untuk melakukannya dikehidupan sehari-hari, jika kita dapat menerapkannya kita termasuk orang-orang yang hebat didunia ini.
    Sedikit dari orang didunia ini yang dapat jujur sepenuhnya, mereka terus berusaha untuk jujur dan menjauh dari kebohongan. Akupun juga ingin selalu jujur dalam hidupku sehari-hari, aku tau jujur itu adalah yang terbaik, semoga semua keinginanku untuk jujur dapat terus terlaksana.

    BalasHapus
  44. Indonesia di Masa Kini

    Zaman memang telah berubah
    Bukan berarti kita juga harus berubah, kan?
    Ketidakpedulian yang mulai muncul
    Keegoisan yang mendominasi hati..

    Tak pernah pikirkan perasaan orang lain
    Sekali lagi, keegoisan lah yang harus menang
    Tak pernah mengerti
    Masih banyak yang butuh bantuan kita
    Masih banyak yang tidak seberuntung kita
    Mereka butuh uluran tangan kita

    Mungkin zaman memang telah berubah
    Tapi apakah kepedulian juga harus hilang
    Kepedulian terhadap sesama
    Kepedulian akan bangsa kita

    Mari kita mencoba lebih peka
    Dengan benar-benar melihat
    Kita bisa tahu segalanya
    Demi semua, demi Indonesia yang tercinta

    Makna : Puisi ini menceritakan tentang keprihatinan seseorang akan rasa ketidakpedulian masyarakat di jaman modern ini. Mereka tidak mau peduli pada masyarakat miskin dan yang masih butuh uluran tangan kita. Puisi ini juga mengajak kepada para pembaca supaya mau mencoba lebih peduli akan hal sekitarnya supaya Indonesia bisa lebih damai dan rasa kekeluargaan tidak akan hilang.

    Oleh: Shafira Rahma Zahidah
    (29/X-3)

    BalasHapus
  45. Hormati, Hargailah
    Karya : Tovaliery Lado Anisa,X-6,26

    Setiap tetes-tetes peluhnya
    Mereka yang telah membangunkan kita
    Pahlawan pendidikan berjasa besar
    Hormati, hargailah…

    Lesu raut wajah yang berubah-ubah
    Seakan tak ingin henti berjuang
    Seakan mengumpulkan kesabaran
    Hormati, hargailah…

    Hanya dari sebongkah batu kotor
    Kita sanggup menjadi berlian
    Yang bernilai, yang dibanggakan
    Hormati, hargailah…

    Menjadi berkilau, terpandang
    Segumpal harapan untuk kita
    Tak ada pamrih lain, maka
    Hormati, hargailah…


    Makna :
    Semua hasil kerjanya membuat kita sadar, mereka yang sangat berjasa bagi kita. Wajahnya mempunyai banyak arti, yang selalu ingin membimbing kita dan selalu sabar dengan tingkah laku kita, tanpa mengenal kata lelah. Diri kita yang hanya dari orang biasa yang tidak tau apa-apa, dapat menjadi orang yang berpengetahuan dan patut dibanggakan. Menjadi orang yang sukses nantinya adalah harapan mereka untuk kita. Itu yang terus mereka lakukan untuk kita. Oleh karena itu, kita wajib dan patut menghormati juga menghargainya, guru-guru kita..

    BalasHapus
  46. Makna - Karya M.Ryandaru


    Sekolah....
    Penjara masa kecil !
    Terkekang belenggu aturan
    Patuhi ! Patuhi ! Patuhi !
    Disana ku dapatkan pengalaman
    Yang menjadikan apa aku hari ini

    Pendidikan....
    Kertas kusam yang terbuang !
    Ku dapatkan dengan percuma
    Di akhir hari ku gunakan kembali
    Menjadi bekal masa depan

    Murid....
    Semut kecil dan kotor !
    Tak peduli apa kata mereka
    Merayap kecil kecil
    Bersatu menuju keberhasilan

    Guru....
    Bagai hama , yang selalu di cari
    Bagai lebam , yang selalu meninggalkan jejak
    Bagai lilin, yang mendampingi ku sampai akhir
    Kuberikan sebuah kantung plastik untukmu
    Tak kan pernah hilang
    Walau kau pendam seribu tahun



    Arti:
    Dalam puisi ini saya banyak menggunakan kata simbol yang terkesan "hina". Tetapi sesuatu pasti memiliki sisi baik. Pada bait ke-4 baris ke-4, saya gunakan kata " kantung plastik ". Ini menandakan sesuatu yang dapat dijadikan rasa terima kasih yang tidak akan pernah cukup. Judul dari puisi ini berasal dari betapa penting nya sebuah " makna asli " dari sebuah kata. Pesan yang disampaikan puisi ini adalah perjuangan, kesadaran , kesabaran dan ucapan terima kasih kepada guru.

    M.Ryandaru X-1 / 26

    BalasHapus
  47. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

    Guruku.......
    Tiap tetes keringat
    Yang membasahi keningmu
    Tak berarti apa apa bagimu

    Kau lakukan apapun demi kami
    Agar kami berhasil dikemudian harinya

    Kau bagaikan embun bagi kami
    Sejuk terasa kata katamu
    Memberikan motivasi
    Dan dorongan untuk kami

    Lelah dirimu tak kau pedulikan
    Demi pengabdian yang kau berikan

    Semangatmu memberikan ilmu
    Kepada kami
    Untuk kami menjalani hidup

    Engkaulah pelita dalam kegelapan
    Terimakasih guruku
    Sang pahlawan
    Tanpa tanda jasa


    Makna :
    Ucapan terimakasih seorang murid kepada
    Gurunya yang telah memberikan ilmu kepadanya, karena gurunya telah banyak berjasa pada muridnya tersebut.

    Nama : Anisa Faulia
    Kelas : X.10/ 04

    BalasHapus
  48. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. JUJUR

    Jujur ……..
    Kata terindah bagi semua orang
    Karena jujur
    Semua orang bias berubah

    Jujur…….
    Membantu semua orang
    Untuk kehidupan kita semua
    Sudahkah kita menerapkan kejujuran?

    Terima kasih jujur……

    Makna :
    Jadi, sebagai manusia yang memiliki moral yang bagus, kita harus memiliki sifat kejujuran. Aplagi kita seorang pelajar yang memilliki karakter,kita harus bersikap jujur.

    Muhammad Fahreza Pradhana
    X-4
    21

    BalasHapus
  51. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  52. KENYATAAN

    Kaum tulang baru
    Elang merah putih hati
    Nyanyian keberanian membaur
    Yang genderang penyemangat
    Anak muda penuh pengorbanan
    Tanggung jawab adalah baktimu
    Akhlak kebajikan perisai baja
    Adalah ciri bukti tulang baru
    Ngengat semangat kamku biru kelam

    Makna : Dengan puisi berjudul "Kenyataan" ini dapat dipetik bahwa kaum muda harus mempunyai semangat bagaikan kobaran api. Tanggung jawab, akhlak baik, pengorbanan, keberanian, serta semangat merupakan ciri kaum muda yang muali memudar dengan seiringnya zaman. Dan puisi ini ingin memberikan semangat dan mengembalikan kualitas kepribadian kaum muda.

    Nama : Bagas Tutuko S W
    Kelas / No : X-3 / 8

    BalasHapus
  53. SIKLUS TANPA HENTI

    Manusia-manusia kecil menahan lapar
    Mereka merombak asa dan harapan pada pejabat negara
    Pejabat negara bermuka dua

    Otakku meronta melihat realita ini
    Pejabat negara menomorsatukan kesenangannya
    Tanpa memperdulikan mereka
    Mereka yang sudah banting tulang
    Namun tetap harus menahan hasratnya untuk makan dan minum

    Dimanakah arti tut wuri handayani?
    Hanya janji palsu kah?

    Dimanakah makna sebuah ijazah?
    Hanya hitam di atas putih kah?
    Hingga pejabat negara sangat antusias melakukan hal keji semacam itu

    Detik demi detik terlewatkan
    Hari demi hari berganti
    Siklus penggerogotan nilai moral pun terjadi terus-menerus
    Entahlah... mungkin pejabat negara sedang mencoba membunuh waktu

    Dalam renunganku aku berharap
    Dalam renunganku aku berdoa
    Nilai moral yang paling hakiki tersebut muncul pada setiap mata hati manusia

    Makna :
    Kita sebagai para pelajar harus memperbaiki keadaan ini. Kita harus mempersiapkan cara untuk menghadapi masa depan. Selain cerdas, kita juga harus berperilaku baik dengan memperhatikan nilai, norma, tata krama agar kita bisa mensejahterakan hidup orang lain. Bukan malah mempersulit kehidupan mereka yang sudah susah seperti yang dilakukan pejabat negara pada masa kini.

    SHEILA MEIRIZKA
    X2
    26

    BalasHapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  55. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  56. DEBU TAK BERBALAS

    Kilat kemilau sang mentari
    Menembus dinding perumahan kumuh
    Anak-anak riang berlari
    Terlihat rok merah pun lusuh

    Tlah terbayang nanti
    Menatap segudang penyimpan ilmu
    Entah pikir terbang merpati
    Terbang pergi tak menentu

    Mereka tak tahu apa yang didapat
    Padahal jelajah buku seharian
    Habis pena tak bersisa
    Hanya menanti lonceng bersenandung

    Mereka tak tahu apa yang dilakukan
    Berlarian melewati setapak
    Menyusuri lorong penuh cerita
    Duduk manis di meja rapuh

    Pikir tak terlihat melintas
    Hati buta tak ada rasa
    Dengan dua keringat yang tlah diperas
    Harap menara setinggi asa

    Namun satu pun tak kunjung siuman
    Beterbangan bek debu disapu
    Harap berangkat dengan ciuman
    Kembali tak bawa madu

    Detik waktu seiring detak ini
    Satu-satu tak kunjung menyadari
    Peluh yang terus berjatuhan
    Kulit berubah, penuh kerutan

    Setelah berhasil memetik bintang
    Dua keringat diusap.. dibuang
    Peduli dan sayang telah membatu
    Hanya karena kuasa nan semu
    Apa ini balasnya?

    MAKNA : Anak sekolah yang selalu mengharapkan dan meminta segala sesuatunya pada orang tuanya dan kembali pulang dari sekolah tanpa membawa ilmu. Sementara orang tuanya telah berusaha demi kesuksesan anaknya. Setelah sukses dicapai, sang anak lupa terhadap usaha orang tuanya. Tak berterima kasih dan tak mengurus orang tuanya di masa senja.

    NAMA : NUR RACHMAD MADYANTARA
    KELAS / NO : X-7 / 27

    BalasHapus
  57. Kejujuran

    Sebutir berlian yang sukar di gali
    di era globalisasi
    kurang di sapa dan di hormati
    kurang di puja dan di puji
    di ibu pertiwi

    Hanya beribu kebohongan yang terucap
    merangkai kebobrokan negeri
    SARA, KKN, dan konflik saling balap
    semakin pahit generasi

    Semangat garuda pancasila berkobar membara
    telah pudar dari jiwa raga kita
    sulit di percaya
    Indonesia dalam bahaya

    Tuhan ...
    ampunilah kami
    gempa, gunung meletus, dan tsunami
    saling sapa di NKRI
    sungguh kami hanya jiwa yang tidak berarti

    Makna :
    Puisi tersebut menggambarkan kejujuran sebagai sesuatu yang kecil namun mahal harganya. Saat era globalisasi kejujuran makin kurang di hargai di Indonesia. Di mana-mana hanya kebohongan yang kita dengar. Hal ini menyebabkan generasi penerus semakin terpuruk. Indonesia sekarang sedang terancam akibat mulai lunturnya semangat Bhineka Tunggal Ika dalam jiwa rakyat. Sebenarnya Allah SWT telah mengingatkan kita dengan beribu cara-Nya.


    Bagus Dwiky Riantoro
    05 / X2

    BalasHapus
  58. Generasi Muda Penerus Bangsa

    Generasi silih berganti
    Prestasi pun memuncak
    Namun sayang seribu sayang
    Mana moral bangsa kita ?

    Prestasi segudang
    Namun sayang seribu sayang
    Ternodai korupsi dan ambisi
    Kepalsuan mendominasi
    Pertiwi bagai mati suri

    Wahai penerus bangsa
    Mari singsingkan lengan
    Majukan nusa

    Wahai penerus bangsa
    Pewaris tahta istana
    Calon pemimpin bangsa
    Mari kita revolusi pendidikan Indonesia

    Jadikan masa depan cerah
    Teriringi karakter indah dari kita
    Untuk berkompetisi dalam dunia global

    Makna : Puisi ini saya buat berdasarkan fakta yang terjadi, memang prestasi Indonesia di kancah internasional kini dalam masa kejayaan. Namun perlu diketahui dengan tidak berjalannya pendidikan karakter, seolah prestasi itu tidak berguna karena ternodai oleh berbagai berita mengenai korupsi, kolusi dan banyak lagi yang menunjukkan matinya moral bangsa kita. Maka dari itu, diharapkan supaya kita sebagai generasi penerus bangsa dapat mengubah semua anggapan dan fakta tersebut sehingga kelak masa depan nusa dan bangsa cerah dengan moral bangsa yang baik di samping kecerdasan intelektual.

    Karangan : Cicilia Viany (X Aksel 2 / 03)

    BalasHapus
  59. Makna Karya
    Siapa dapat mengenalmu ?
    Tanpa karya
    Tanpa sebuah asa

    Siapa dapat mengenalmu ?
    Tanpa semangat
    Tanpa sebuah tekad

    Bangun !
    Bangun dari tidur panjangmu !
    Buat semua orang mengenalmu
    Buat bangsa melihat siapa dirimu

    Bukan mengenal siapa namamu
    Tapi mengenal lewat karyamu
    Karya terbaik pembangun bangsa

    Bukan melihat seperti apa dirimu
    Tapi melihat perubahan darimu
    Perubahan terbaik pembangun bangsa

    Bangun sekarang
    Warnai dunia
    Bangun sekarang
    Jangan tunda lagi
    Jangan biarkan rintangan hentikan langkahmu

    Makna :
    Mendorong pemuda bangsa agar berani berkarya. Karena dengan karya kita dapat mengubah bangsa menjadi lebih baik. Melalui karya kita juga bisa membuat dunia mengenal kita.
    Karya dapat berupa pemikian-pemikiran cemerlang, tindakan yang, membawa perubahanpositif, ataupun melalui seni yang bersifat membangun.

    Esa Noer Shohih
    X-4 / 13

    BalasHapus
  60. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  61. KEJUJURAN dan KEMUNAFIKAN

    Kasat mata
    Tertutup paras jiwa

    Bagai harmoni nada
    Langsung saja mengena

    Keduanaya...
    Semua berbisa

    Kejujuran merana
    Kemunafikan malapetaka

    Harum Kejujuran
    Busuk kemunafikan

    Kejujuran alibi kemunafikan
    Kemunafikan mengalibikan kejujuran

    Lagi, keduanya...
    Tak akan tersapu rasa

    Dan, lagi, keduanya...
    Sebagai pastel kehidupan


    *makna :
    kejujuran dan kemunafikan merupakan dua sifat dasar manusia. keduanya selalu menghiasi kehidupan ini. kejujuran, sifat manis yang terkadang membuat susah tetapi keharumannya bisa kita rasakan natinya.
    kemunafika, indah dimuka tetapi malapetaka akan menghampiri kita nantinya. maka kejujuran walaopun pahit, harus tetap kita pegang teguh.

    *SHELA DWI PUSPITAWARDANI
    *X-4 / 29

    BalasHapus
  62. SELEMBAR KERTAS

    Selembar kertas putih
    Mencari goresan pena
    Menunggu diisi
    Menjadi berguna dan penuh makna

    Akankah hanya tersia-sia
    Dibiarkan, terbawa angin
    Dan terbuang
    Menuju kekelaman?

    Makna:
    Hidup seperti selembar kertas. Pendidikan bagaikan sebuah pena yang mengisi kertas tersebut dan menjadikannya bermakna. Jika selama hidupnya seseorang mengabaikan pendidikan atau tidak pernah mendapat pendidikan yang baik, hidupnya akan sia-sia.

    Tabita Virginia
    X Aksel 1 / 19

    BalasHapus
  63. BALASLAH JASA IBU

    Ibu…
    Kau wanita yang kuat
    Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
    Lewati rintang untuk aku anakmu
    Ibuku sayang
    Masih terus tegar
    Walau keringat bercucuran
    tapak kaki penuh duri, darah dan nanah

    Ibu…
    Beribu-ribu kata dan kalimat yang terlontar dari mulutmu
    untuk menasihatiku
    yang telah melenceng dari apa yang seharusnya
    Ibu …
    Kau yang selalu menyuruhku mengerjakan pekerjaan rumah
    menyuruhku ini dan itu
    menyuruhku membersihkan diri, merawat diri
    dan banyak lagi yang harus aku kerjakan
    Kadang aku sering merasa kesal
    Tapi aku tahu
    hal itu tidak akan membawaku pada hal yang buruk
    Aku tahu maksudmu
    itu semua agar aku menjadi orang baik

    Saat aku membutuhkan bantuan
    Saat aku terancam bahaya
    Saat aku sakit
    Siapa yang merawatku?
    Siapa yang memberi obat padaku?
    Yang menghangatkan badanku, menghilangkan penyakitku?
    Dialah ibu

    Ibuku segalanya
    Kau pekerja yang hebat
    Koki yang handal
    Dan guru yang baik.
    Guru agama
    guru PKn
    guru Matematika
    guru bahasa
    guru kehidupan dan banyak lagi yang kau ajarkan padaku
    Karenamu aku mengerti apa itu agama
    apa itu kesopanan, apa itu hak dan kewajiban, apa itu uang, apa itu makanan
    dan apa itu kehidupan.
    Segala apa yang kau ajarkan padaku
    bisa menjadi dasar untukku
    Dasar menjadi orang yang baik dalam menjalani kehidupan.

    Saat aku menangis
    Kau datang memberikan harapan pada perasaanku
    Saat aku sedih
    Kau dapat membuatku kembali tertawa, menjalani hari-hariku
    Saat aku terjatuh
    Kau datang dan menghilangkan rasa sakit
    Hingga aku bisa bangkit kembali

    Kesucian hatimu merawatku
    tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun
    Tapi apa yang aku berikan?
    Hanya pembangkangan dan beribu permintaan
    yang kesemuanya itu kutuntut untuk memenuhinya

    Ibuku lebih hebat dari siapapun
    Ibuku guruku, ibuku pahlawanku, ibuku idolaku.
    Aku ingin membahagiakanmu
    walau aku belum tahu bagaimana caranya
    Aku akan berusaha untuk membuatmu bangga
    Aku tak bisa hidup tanpamu. Ibuku tercinta.

    laksana udara kasih yang engkau berikan
    Tak mampu ku membalas
    Ku ukir namamu, baktimu
    Semua tentangmu selalu
    Menggores di dada hidup di kalbu
    Inginku dekat dan menangis dipangkuanmu
    Sampai aku tidur dan lelap seperti masa kecil dulu
    Alunan lagu dan doa doa membaluti tubuhku
    Engkaulah lentera
    Penerang jalan saat melangkah
    Do’a dan restu kudamba selalu
    Jadikan aku insan yang berarti

    Ibuuuu. . .
    Terima kasihku hanya
    Semoga Tuhan membalasnya
    dan tiada yang ku bisa
    Selain hanya maafkan segalanya

    Makna : Puisi ini menceritakan kehebatan seorang ibu yang melakukan segala apa yang dia bisa demi kebaikan anaknya. Bahwa kasih sayang seorang ibu melebihi segalanya. Tak ada yang bisa melebihi kekuatan cinta dan kasih sayng dari seorang ibu. jasa seorang ibu bagi anaknya sangat besar. Hingga sulit bagi anaknya untuk membalas jasa ibunya. Kita, sebagai seorang anak ingin membalas jasa seorang ibu yang telah merawat kita sejak kecil. Jangan mengecewakan ibu yang telah berjasa sangat besar pada kehidupan kita. Buatlah bahagia orangtua balaslah jasanya. Karena nanya ibu yang membuat diri kita bangkit kembali berlari untuk mengejar impian dan masa depan kita yang lebih baik hari ini, esok, dan seterusnya.
    I LOVE YOU MOM.
    Intan Mulia Rahayu
    X3-19

    BalasHapus
  64. Sadarlah Balaslah


    Buku-buku yang berdebu
    Itulah yang mengenalkanmu dunia
    Makhluk bijak yang selalu mengilhamimu
    Merekalah yang rela berbagi ilmu denganmu

    Tapi apa balasanmu ?
    Sikap acuh tak acuh yang menghibur mereka
    Pengasingan kedalam lemari yang hampa
    Ataukah sindiran tajam atas sikap sayang mereka

    Ingatlah, siapa kita tanpa mereka
    Kita hanya makhluk yang buta akan ilmu
    Dan parasit yang menjijikkan

    Andai kita sadar
    Patuhilah mereka
    Hormatilah mereka
    Lebih berguna, itulah kita

    Maksud penulis: penulis ingin mengingatkan kepada murid bahwa betapa berjasanya orang yang telah memberi mereka ilmu. Banyak siswa yang tidak menghargai jasa gurunya dan bahkan meremehkannya. Andaikan mereka sadar lalu mematuhi dan menghargai gurunya kelak mereka akan menjadi orang yang lebih berguna.

    Arief Hutomo
    X-2
    04

    BalasHapus
  65. TOLERANSI
    Karya : Miladuz Zakiyah

    Siswa..
    Ibarat wadah yang tak terkira seberapa besarnya

    Terkadang ia tumpah
    Terkadang ia tak berdaya dalam menjunjung isinya

    Ia sadar
    Didalamnya isi yang bermanfaat
    Jika wadah yang lain tumpah
    Senantiasa ia menadahinya dan tak segan untuk membaginya
    Dengan wadah yang lain

    Mereka berbeda
    Satu wadah dengan yang lainnya
    Entah tempurung kelapa, gelas kaca, ataupun plastik sekalipun
    Senantiasa berbagi, memberi
    Mengingatkan jika diantara mereka ada yang tumpah dan berlubang
    Sungguh mulia

    Makna:
    Siswa setiap harinya menerima ilmu yang bermanfaat yang tidak terkira seberapa besar daya tampung otaknya, sehingga terkadang ia bisa lupa dengan apa yang telah ia peroleh. Sebagai teman yang baik sepantasnya saling mengingatkan walaupun ada perbedaan diantara mereka.

    Miladuz Zakiyah
    X-1/25

    BalasHapus
  66. Tempat Kita

    Dunia ini tempat menggali permata
    Jauh ke dalam permata

    Dunia ini tempat bersaksi dusta
    Jika lisan tak lagi patuhi tuannya

    Dunia ini tempat mengabdi
    Ketika jalan Tuhan tersinari

    Dunia ini tempat kita
    Menggapai asa

    Makna :

    Menemukan sesuatu yang lebih besar dari kebahagiaan di dalam kebahagiaan itu sendiri, selalu ingat akan resiko yang akan terjadi ketika berbuat sesuatu sekecil apapun di luar kehendak hati nurani, selalu ingat kepada Allah atas apa yang kita lakukan di dunia, dan jangan lupa menuntut ilmu dan menggapai cita-cita karena jika tidak diraih di dunia, lalu di mana lagi?


    Chlarissa Bella
    X.7/06

    BalasHapus
  67. SEMANGAT

    Tulang mereka mungkin sudah terkikis
    Karena erosi yang disebabkan oleh semangat mereka
    Darah mereka mungkin sudah tak semerah dulu
    Karena sudah terkontaminasi oleh semangat mereka

    Semangat membuat melupakan segalanya
    Tak ada lagi mana suku, teman dan saudara
    Tapi semangat menyatukan mereka
    Untuk meraih satu yang di inginkan

    Mereka singsingkan lengan baju
    Mengencangkan sabuk semangat membara
    Mengibarkan bendera semangat
    Dan meniatkan semangat yang berkobar
    Untuk menjadikan Indonesia yang satu
    Merdeka dan berdaulat

    Sekarang inilah tugas kami
    Untuk terus menjaga semangat mereka
    Menjaga perjuangan mereka
    Agar negara ini
    Menjadi seperti apa yang mereka impikan

    Maknanya : di zaman ini, negara sudah jauh dari impian para pejuang yang telah memperjuangkan dan membangun negara ini dengan susah payah dan rela berkorban. Maka dari itu, saat ini adalah giliran kita untuk memperjuangkan dan membangun kembali Indonesia sebagaimana mestinya agar Indonesia ini kembali seperti impian para pejuang terdahulu.

    Fairuz Nadzmi M
    X3/12

    BalasHapus
  68. SINAR YANG HILANG

    Sinar yang dulu menyinari tanah air kita ini
    Sinar yang terang benderang
    Menerangi semua aspek kehidupan
    Kemana sinar ini sekarang?

    Sinar kejujuran
    Dimanakah sinar yang dulu menerangi kita ini?
    Mungkinkah sinar ini telah keluar dari orbit nya?
    Atau mungkin kita sendiri yang menutupi sinar ini?

    Mungkin ini karena kita menutupi sinar ini
    anak bangsa menutup sinar ini
    dengan melakukan kebohongan dan kedustaan

    Dan jika ini di biarkan
    Maka tumbuhlah daun yang layu karena tak ada lagi sinar yang menyinari.
    Daun yang hanya merusak pemandangan
    Daun yang menghilangkan keindahan daun disekitarnya
    Yaitu anak bangsa yang tak bermoral

    Oleh karena itu, pendidikan harus di rombak ulang
    Pendidikan jangan hanya untuk memperoleh 3 digit angka
    Namun harus di isi dengan pendidikan karakter
    Agar sinar itu bisa bersinar kembali menyinari tanah air kita.

    Makna: Kejujuran yang sudah jarang pada masa sekarang.Kejujuran yang dulu ada namun sekarang sedikit demi sedikit pudar.Ini adalah akibat dari kita sendiri, karena tidak memperhatikan kejujuran dan terus melakukan kebohongan, dan jika tidak di perbaiki, maka akan menimbulkan penerus bangsa yang tidak bermoral. Puisi ini juga merupakan kritik dan saran agar pemerintah bisa memperbaiki sistem pendidikan agar menciptakan penerus bangsa yang bermoral dan berkarakter

    Ahmus Y.
    X-2 / 3

    BalasHapus
  69. PESANKU

    Sudahkah kau beribadah
    Hei penerus bangsa
    Sudahkah kau berbakti
    Hei penerus bangsa
    Sudahkah kau berbakti
    Sesuai perintah Ilahi

    Doa orangtua menyertaimu
    Demi berbuat yang terbaik bagimu

    Sopan adalah perilakumu
    Santun adalah harapan kita
    Sudahkah semua itu terbukti
    Hei penerus bangsa
    Tunjukkan cita-citamu
    Demi membangun negeri ini

    makna :
    Setiap generasi muda itu hendaknya mempunyai iman yang kuat, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi kebanggan dan harapan suatu bangsa. Menjadikan kebanggan orantua demi masa depannya menjadi generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berbudi luhur.

    Afifah Citra W.
    X-2/02

    BalasHapus
  70. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  71. KU INGIN MENGENALMU


    Ku datang dari negeri seberang
    Hanya ingin mengenalmu

    Siang malam kulalui hidupku bersamamu
    Segala macam rintangan aku hadapi
    Tak kenal lelah dan kata menyerah
    Demi mengenalmu

    Terkadang, aku ingin berpisah dengan mu sejenak
    Namun, aku tak ingin hidup ku hancur
    Karena keinginan itu
    Aku tak ingin kehilangan dirimu

    Kelak ketika ku telah mengenalmu
    Kan ku bawa kau pulang ke negeriku
    Dan kan ku kenalkan dirimu
    Kepada semua orang di negeriku

    Makna :
    Perjuangan seorang pelajar yang menuntut ilmu di negeri seberang. Ia ingin menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, tak pernah mengenal lelah & kata menyerah. Ia benar-benar ingin menuntut ilmu dengan baik. Namun, terkadang ia di beri cobaan dengan kemalasan. Tetapi ia benar-benar tak ingin menyia-nyiakan semuanya. Dan suatu saat nanti, ketika ia sudah menjadi orang yang pintar, orang yang sukses. Ia akan kembali pulang ke negerinya. Dan ia akan membagi ilmunya kepada semua orang di negerinya.

    Karya: Manshur Rasyid (21/X7)

    BalasHapus
  72. Kawan Lama

    untuk kawan lama, kejujuran, keadilan, kebenaran yang kurindukan

    Detik terus berjalan
    menit terus berganti
    Tak henti jam dinding ini
    mendendangkan kisah kita

    Hari pun terus berlalu
    Minggu pun cepat melangkah
    Bulan berganti tahun
    Zaman berganti zaman

    Oh kawan lama...
    Dulu kau teman semua orang
    Hidup bersama dalam kedamaian
    Penuh syukur dalam kesederhanaan

    Zaman tlah berganti
    Dan kini kau tidak lagi
    Teman yang dinanti
    Kini kau malah dimusuhi

    Oleh orang yang rakus akan uang
    Oleh orang yang nafsu akan kuasa
    Yang terbuai oleh urusan duniawi
    Yang tak peduli nasib bangsa ini

    Wahai kawanku, kembalilah
    Tumbuhlah lagi di hati kami
    Temanilah lagi hari-hari kami
    Ajarilah kami arti hidup sebenarnya



    Puisi di atas menggambarkan kehidupan masyarakat yang bersahaja, hidup dalam kesederhanaan, kejujuran dan selalu adil bijaksana dalam mengambil suatu keputusan. Tidak seperti sekarang dimana hal-hal tersebut cenderung sulit ditemukan karena seiring berjalannya waktu manusia menjadi serakah dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Kerinduan untuk hidup damai setiap harinya juga ekspektasi untuk memiliki sikap teladan dalam hidup.

    Diah Kintan P / 05
    X Aksel 3

    BalasHapus
  73. ITU PERLU

    Ilmu…
    Kita perlu
    Kejujuran…
    Kita perlu
    Semangat…
    Kita perlu


    Mengapa diperlukan?
    Untuk perbaikan bagi bangsa ini
    Menjadi sesuatu yang menakjubkan
    Dan membanggakan

    Lihatlah….
    Lihat, hanya itu…
    Hanya itu yang kita butuhkan
    Untuk memperbaiki negeri yang bobrok ini

    Sampai habis akal aku untuk negeri ini
    Kita harus cepat, cepat memperbaiki
    Keadaan negeri ini
    Sebelum habis negeri ini

    Namun, aku tidak bisa
    Memperbaiki nengeri sendirian
    Aku butuh bantuan
    Ya, bantuan dari para jiwa muda

    Kita haruslah beda
    Beda dari beberapa pendahulu kita
    Yang telah merusak harga diri bangsa
    Dengan segala keboborokan mereka
    Makna:
    Dengan kejujuran, semangat, dan ilmu, seorang muda berharap mampu memperbaiki negaranya yang boborok untuk menjadi lebih baik dan dapat dibanggakan. Namun ia tidak dapat melakukannya sendiri, ia butuh bantuan lain dari orang – orang muda lain. Ia juga mengajak mereka untuk tidak mengulangi kesalahan beberapa pendahulu. Dengan kata lain, makna puisi diatas adalah tentang optimise untuk memperbaiki suatu hal besar namun sudah rusak menjadi suatu hal baru yang lebih besar dan dapat dibanggakan.

    Yudha Ary D
    X6 / 31

    BalasHapus
  74. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  75. Pencarian Jati Diri

    Jika waktu telah menantiku
    Masalah seiring berlalu
    Ku hidup penuh ragu
    Pikirku silih berganti

    Angan bangkit untuk maju
    Ku coba nuansa baru
    Yang ku tempuh jalan berliku
    Di bawah janji aku berpacu

    Demi ilmu aku mengabdi
    Kini ku percaya diri
    Telah kutemukan jati diri
    Kini ku siap awali hidup baru ini
    Belajar untuk masa kini dan nanti

    Makna :
    Seorang pelajar yang ingin mencari tekat dan jati diri yang baru. Pelajar yang kecewa akan hasil mid semesternya, kemudian ia belajar dengan rajin dan mencoba menghasilkan hasil yang lebih baik di masa yang akan datang. Maka ia mencoba percaya diri dengan belajar untuk mencapai angan dan prestasi yang ia inginkan.

    Afif Aulia Fauzan
    X4 / 01

    BalasHapus
  76. perjuanganku untukmu

    Semua yang kulakukan
    semata mata untuk keberhasilanmu
    semua yang ku korbankan
    hanya untuk masa depanmu

    aku mengajarkanmu arti budi pekerti
    aku mengajarkanmu arti sopan santun
    kuberikan apa yang kupunya
    kuberikan semua yang terbaik
    meski terkadang kau membenciku
    aku tetap akan membimbingmu

    tahukah kau apa yang kuinginkan ?
    aku hanya ingin selalu kau kenang
    aku hanya ingin melihatmu bahagia
    aku hanya ingin melihatmu menjadi orang berguna

    maksud puisi ini : perjuangan seorang guru yang selalu membimbing para murid muridnya dan selalu memberikan yang terbaik serta mengajarkan nilai budi pekerti, sopan santun dan menginginkan para murid muridnya untuk selalu menghormati dan mengenang jasa jasa yang telah diberikan oleh gurunya.

    karya ; yovanda putri (x-2/30)

    BalasHapus
  77. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  78. "Berjuanglah"

    Wahai para pemuda
    Taklukanlah dunia
    Dengan kekuatanmu
    Dengan semangat yang kuat
    Kau pasti bisa menempuh rintangan yang menunggu

    Wahai para pemuda
    Warnailah dunia
    Walaupun dengan keterbatasan
    Percayalah bahwa engkau bisa

    Wahai para pemuda
    Bermimpilah
    Munculkanlah sepercik harapan
    Dan melangkahlah dengan pasti
    Menuju masa depan yang cerah

    Makna: Para pemuda diajak untuk semakin menguatkan tekat untuk berjuang menggapai cita-cita dan menuju masa depan yang cerah. Dan semua perjalanan yang akan ditempuh berawal dari mimpi.

    Galih Candra M
    X1/17

    BalasHapus
  79. "Jangan Terhenti"

    Hidup bukanlah suatu kepastian
    Kelokan dan rintangan akan selalu menghadang
    Namun hidup takkan terhenti disana
    Dan waktupun tak akan pernah menunggu
    Lari dan kejarlah pelangi
    Lompat dan gapailah bintang paling berseri
    Pijakkan langkah tanpa pernah terjatuh
    Hembuskan nafas tanpa pernah mengeluh
    Yakinilah jalan yang kau tempuh
    Jangan sesali semua yang telah hilang
    Jangan pernah menyerah,tetaplah semangat
    Karena waktu tak akan menunggu untuk berlalu

    MAKNA :
    Kita tidak boleh berputus asa dalam menjalani kehidupan.Karena setiap langkah yang kita ambil tak akan bisa kita ganti dan kita tidak mempunyai waktu untuk menyesalinya.Dan sebagai generasi muda kita tidak boleh mudah menyerah.

    Reyga R.
    X-4/26

    BalasHapus
  80. Sang Penista

    Terbuka jendela mata batin ini
    Memandang lurus ke arah reinkarnasi jiwa
    Berpacu dalam keadilan yang menista

    Tikus tikus pengerat berhamburan di atas tahta
    Merenggut gelak tawa sang sudra
    Layakkah ini menjadi sebuah harga ?
    Harga yang tak pantas dibayar sang jelata

    Di sisi lain generasi muda terus berjuang
    Sekuat tenaga meremukkan setiap bentuk kenistaan
    Demi menghapuskan noda bangsa

    Makna :
    Puisi di atas menggambarkan seorang generasi muda yang menyadari betapa buruknya nasib bangsa karena adanya para koruptor-koruptor, sehingga generasi muda sekarang harus belajar untuk jujur dalam bekerja dan adil dalam segala hal, sehingga para koruptor-koruptor tersebut dapat diganti dengan generasi muda yang berwatak baik, jujur, dan adil terhadap apapun , sehingga bangsa ini tidak akan dikenal lagi sebagai “Bangsa Koruptor”

    Marietta Hana Marsetya Rheny
    X4/19

    BalasHapus
  81. Bisikan Penuh Makna

    Dengarkah bisikan itu…?
    Bisikan bergemuruh
    Bisikan berlambang bengis
    Bisikan yang menyayat kalbu

    Bisikan yang membangunkan-ku dari tidur lama-ku
    Bisikan yang membangunkan-ku dari keterpurukan
    Bisikan yang menyadarkan kesalahan di masa lalu
    Dan mencoba merubahnya di masa kini

    Datang membawa sebuah pesan
    Pesan berisikan semangat
    Pesan berisikan harapan dan doa
    Dalam meraih cita

    Makna :
    Penyair ingin mengungkapkan bahwa seseorang yang ingin bangkit dari keterpurukan di masa lampau dan mencoba merubahnya di masa kini.Kemudian penyair mengungkapkan bahwa arti “bisikan” disini merupakan sebuah motivasi untuk orang tersebut merubah segala sikapnya yang buruk menjadi lebih baik untuk menggapai cita-cita yang diinginkan orang tersebut.

    Karya : Bhima Panji Abara
    Kelas/Absen : X-4/8

    BalasHapus
  82. KEJUJURAN

    Kesempatan hanya datang satu kali
    Begitupun dengan kepercayaan
    Hanya datang satu kali pada setiap orang

    Kepercayaan muncul dari sebuah kejujuran
    Jika kau berbohong
    Jangan harap kepercayaan datang padamu lagi

    Dari kecil hinggga besar
    Ada satu hal yang slalu ditanamkan
    Yaitu kejujuran
    Untuk bekal hari depan
    Dan menjadi manusia berguna

    Jangan pudar atau menghilang
    Jadikanlah generasi muda ini
    Menomorsatukan kejujuran
    Yang menjadikan kehidupan depan
    Akan lebih sejahtera

    makna puisi kejujuran:
    Inti dari suatu kepercayaan adalah kejujuran, karena manusia tidak dapat dipercaya jika ia telah berbohong terhadap seseorang. Kejujuran sangat berguna dan bermanfaat bagi masa depan. Karena ada satu hal yang harus diingat dari sebuah kejujuran yaitu jika kita berbohong, pasti akan terungkap juga, seperti peribahasa sepandai- pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Nilai kejujuran dalam masyarakat jangan sampai memudar apalagi mengilang. Jika hal tersebut terjadi pasti negara ini akan hancur. Sebaiknya nilai kejujuran ditanamkan mulai anak- anak dikembangkan dan dipertahankan terus menerus pada saat dewasa. Jika hal itu dapat terjadi, kehidupan masyarakat akan lebih sejahtera.

    Agnes Puspaningrum Triani Putri
    X-3 / 1

    BalasHapus
  83. Nasional.Is.Me

    Ketika Sang Garuda Terhenyak
    Berduka, dan bersedih atas apa yang dialami
    Semua bersatu, mulai dari bapak2, ibu2, para pemuda, hingga anak2 kecil pun
    bersatu padu dengan bambu runcing
    melawan mesiu yang mendesing

    Entah kapan kan berakhir
    Layaknya cekcok antara kurawa dan pandawa
    Gonjang-ganjing di Surabaya
    Begitu juga di Senayan dan Istana
    Sungguh penuh ironi dan tragedi yg dialami negeri ini

    Namun,
    66 tahun setelah kemerdekaan
    Keadaan terbalik 180 derajat
    Tumbuh menjadi bangsa hebat negeri ini
    Jangankan Rudal, Senjata apapun dapat dihantam balik

    Tapi benar apa kata pepatah,
    "Tombak yang terang dapat ditangkis
    Tapi anak panah gelap, sukar diterka…"

    Lihat kawan, lihat penjajahan ini..
    Bukan penjajahan seperti apa yang dulu dialami
    Melainkan lebih secara tidak langsung
    Dan tanpa kita sadari

    Lihatlah sekitar kita
    Semua "made in.."
    Semua yang bernilai berbau luar
    Televisi, Motor, Mobil, Pakaian, Telepon Genggam, barang2 yg selalu kita pakai tiap hari

    Atau saksikanlah kejanggalan yang sering terjadi
    Ketika beberapa pemimpin menyerukan perjuangan
    Ha, Perjuangan di masa perdamaian
    Justru inilah yang paling sulit
    Dibanding era Kemerdekaan

    Dalam gedung istana terdekat
    Banyak orang melakukan sumpah berucap
    Terkadang hanya omong kosong, kalimat sampah yang terucap
    Dan lalu disumpahi rakyat

    Juga dengan tekad yang berkobar sekarang ini
    Tekad yang berapi-api
    Semangat yang menyala
    Serta asa yang menggebu
    Harus tandas ketika seraya berbisik:

    "Psst, damai saja pak.. Ada selembar cek dalam amplop ini, isilah berapa pun yang engkau mau"

    Ketika Garuda sudah tidak lagi di dada
    Apakah kalimat ini terasa vulgar?
    Apakah kalimat ini terasa asing di telinga kita?
    Ketika Nasionalisme sudah tidak lagi dada

    Wahai pemuda, pemudi bangsa ini
    Mari bangkit dari keterpurukan ini
    Keterpurukan yang seharusnya tak terjadi
    Tumbuhkanlah rasa Nasionalis, Patriotis, di Hati..


    Makna: Puisi diatas menceritakan tentang rasa nasionalisme yang seharusnya tumbuh di benak para pemuda bangsa ini, mengingat perjuangan leluhur2 kita untung memerdekakan bangsa ini.. Seharusnya bangsa ini menjadi bangsa yg cerdas, kuat, hebat, layaknya apa yg dulu para pahlawan impikan. Bukannya dipenuhi oleh orang2 yg hanya mengucap janji palsu saja, bukan juga para pecuri2 berdasi itu. Semoga generasi mendatang, akan jauh lebih baik, jauh lebih hebat, dan jauh lebih jujur dari yang sekarang.

    Karya: R.M Wahyu Ramadhan I.P | X5 | 26

    BalasHapus
  84. Korupsi

    Terngiang di kepala ini,
    Korupsi...
    Tikus-tikus picik
    Menggerogoti harta moral negeri

    Habis, tak bersisa
    Kenyanglah mereka
    Hancurlah kita
    Tak dihiraukan penguasa

    Dasar maling berdasi!
    Tak peduli kesulitan anak negeri
    Membanting tulang setiap hari
    Demi mengais sesuap nasi

    Hanya duduk di kursi
    Menerima uang hasil korupsi
    Pentingkan diri sendiri
    Orang lain, mana kau perduli?

    Pangkas!
    Cabut akarnya!
    Berantas, bersihkan!
    Serukan perubahan!

    Reformasikan lagi ibu pertiwi
    Tuk majukan negeri
    Bersihkan tanah suci
    Tanpa korupsi

    Makna:
    Korupsi sudah merajalela di Indonesia sejak jaman dulu. Korupsi menghancurkan moral bangsa kita. Tidak hanya kekayaan bangsa yang dirugikan tetapi para generasi muda cenderung untuk mengikuti budaya korupsi. Koruptor tidak peduli terhadap nasib dan kesulitan hidup rakyat. Rakyat yang setiap hari sulit untuk mencari nafkah, mereka hanya tinggal bersantai dan mengambil uang rakyat. Kita harus memberantas korupsi dari negeri ini. Kita harus bangkit kembali dengan negeri tanpa korupsi.

    Ivander Kent Kurniawan
    X aksel 2/9

    BalasHapus
  85. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  86. Mimpi Anak Bangsa

    Terpaan angin..
    Derasnya hujan..
    Kerasnya ombak..
    Tak akan halangi niatku..
    Demi belajar sesuatu

    Tak sadarkah kita ?
    Akan jasa jasa pahlawan kita ?
    Akankah kita ingat ?
    Akan jasa jasa guru kita ?

    Kita adalah generasi penerus bangsa
    Kita adalah harapan bangsa
    Kita adalah masa depan bangsa
    Kita adalah cita-cita bangsa

    Para anak bangsa
    Saaatnya kita berjuang
    Saatnya kita meraih mimpi
    Saaatnya kita wujudkan harapan pahlawan kita
    Bangkitlah..
    Kejarlah..
    Wujudkan mimpimu !!
    Teruskan perjuangan pahlawanmu !!
    Demi masa depan bangsa !!

    Tak perlu kenal lelah
    Tak perlu memandang ke belakang
    Taklukkan niatmu
    Mantapkan cita-citamu
    Tak perlu ragu
    Melangkahlah maju
    Pandanglah ke depan
    Terus berjuang hingga nafas terakhir
    Demi bangsamu , Indonesia..

    Makna :
    Di era globalisasi yang sudah maju ini , sudah banyak pemuda yang terpengaruh oleh budaya luar yang merusak moral kita sebagai bangsa Indonesia. Kini saatnya kita bergerak maju, menaklukkan budaya yang merusak itu. Kita harus mampu mewujudkan cita cita bangsa Indonesia yaitu membangun Indonesia yang adil makmur dan bebas ketidak adilan.
    Meidy Katrina Putri
    X 5 /20

    BalasHapus
  87. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  88. Khayalan Pagi Hari

    Ku telusuri jalan ini tiap pagi
    Ke sekolah tempatku berhenti
    Meniti masa depan
    Tuk tua-ku nanti

    Sejenak ku tatap ke depan
    Sepasang remaja berseragam abu-abu
    Bergandeng tangan sambil bercanda mesra
    Pikirku, ku tanya ku masih kecil

    Ku lemparkan khayalku di tong sampah
    Terngiang kata ibu
    "Belajar yang rajin nak, walau ibu tak di sampingmu"

    makna : Puisi ini menggambarkan seorang remaja yang selalu teringat nasehat ibu, bahwa jauh-jauh datang ke tempat ini, hanya untuk menuntut ilmu buka untuk hal lain. Saat melihat hal yang tidak sewajarnya dilakukan olehnya, iya mengingat lagi nasehat ibunya dan kembali ke tujuan awal dia berada di tempat ini.

    Andika Paramitha Rindamsari
    X aksel 3 / 03

    BalasHapus
  89. Pengorbanan

    Pengorbananmu
    Tak sebanding dengan pengorbananku
    Tak seharga dengan ketulusanku
    Tak semurni keinginanku
    Tak sesuci niatku

    Setiap hari kuajarkan kau nilai kehidupan
    Agar kelak engkau menjadi orang
    Tapi apa? Apa balasanmu terhadapku?
    Terhadap teman-temanku?

    Aku tak berkuasa seperti para koruptor
    Akupun tak mengemis seperti gelandangan
    Yang kumau hanyalah perhatianmu
    Yang kumau hanya sebatas kepatuhanmu

    Maksud:
    Puisi tersebut berisi keluhan seorang guru terhadap muridnya yang tidak patuh dan tidak memiliki karakter di dalam dirinya. Sebenarnya guru tersebut tidak menginginkan balasan tetapi setidaknya murid yang tidak patuh tersebut dapat menghargai kerja keras gurunya. Dan tujuan puisi tersebut adalah agar murid-murid sadar bahwa guru juga perlu untuk dihargai atas kerja kerasnya.

    Intan Mentari Putri Gesyari
    X-2 / 16

    BalasHapus
  90. "waktu"
    Kami bukanlah sapi perah
    Kami bukanlah seekor kerbau
    Kami bukanlah seekor kuda
    Kami bukanlah seekor keledai

    Tuan..
    Kembalikan waktu kami
    Kami ingin istirahat
    Kembalikan waktu kami ya tuan

    maksudnya adalah seorang anak dipaksa bekerja terus menerus dan ia menginkan waktu bermain dan istirahatnya kembali.

    Nafidzya Maharani
    X-2/21

    BalasHapus
  91. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  92. Pendidikan Berkarakter

    Pendidikan berkarakter...
    Dua kata yang saat ini menjadi buah bibir di Nusantara
    Kau begitu gencar dicanangkan oleh penguasa negara ini
    Saat tanah airku kehilangan identitas dan jati diri
    Kau datang dengan sejuta harapan
    Kau dipercaya untuk mengajarkan kembali budi pekerti dari nenek moyang kami
    Yang selama ini dilupakan oleh kalangan pemuda pemudi
    Di kala fajar menyingsing
    Ku lihat para penuntut ilmu kehilangan arah
    Menjauhi jalan hakiki
    Tidak merisaukan bahaya laten dari sikap mereka yang acuh tak acuh
    Menyepelekan dan tidak ingin mengenal budaya sendiri
    Terlalu mudah mencampuradukkan budaya Barat dengan kehidupan mereka
    Tanpa memfilternya terlebih dahulu
    Kita harus berhenti mengimpor teori-teori asing
    Dan meninggalkan patron pendidikan lama yang dijejali dengan teori
    Tanpa diimbangi dengan praktek
    Apakah artinya ilmu
    Bila dibarengi dengan nafsu
    Apakah artinya kepandaian
    Bila terpisah dari budaya ketimuran


    Maksud saya tentang isi puisi:
    Saya ingin mengingatkan kepada pembaca akan pentingnya Pendidikan Berkarakter. Karena moral bangsa Indonesia semakin hari semakin dirusak oleh pengaruh budaya luar. Generasi muda saat ini cenderung langsung mengaplikasikan kebiasaan-kebiasaan tertentu dari negara lain tanpa memilahnya terlebih dahulu serta kurang memiliki minat untuk mengenal dan melestarikan ajaran luhur dari para pendahulu bangsa. Pendidikan yang selama ini hanya berfokus pada aspek akademis juga dikhawatirkan membuat krisis karakter di negara ini bertambah parah. Pendidikan Berkarakter diharapkan mampu menciptakan penerus bangsa yang unggul dalam prestasi dan budi pekerti.

    Amazia Aurora Kusuma
    ( X Aksel 2 / 02 )

    BalasHapus
  93. Aku dan Indonesiaku

    Aku berdiri di ujung lorong
    Gelap gulita, hitam, tanpa cahaya
    Mengikuti rintihan suara yang melolong
    Mengoyak setiap ruang hati yang kosong


    Aku tidak menemukan cahaya lagi
    Cahaya untuk mengembalikan kejayaan negeri
    Ah yah, negriku, Indonesiaku
    Aku merindukan Indonesiaku yang damai

    Mataku menggelap
    Tapi aku tidak terlelap
    Aku masih bisa melihat
    Tapi tetap saja bagiku semua terlanjur gelap

    Aku merindukan masa
    Saat Merah-Putih berkibar gagah di angkasa
    Aku merindukan masa
    Manakala Indonesia merdeka adalah cita-cita bersama

    Aku tak lagi punya daya
    Tak lagi bisa membela negara
    Aku bukan lagi pemuda perkasa
    Yang bisa melindungi bangsa

    Tapi aku tetap mencintai Indonesia
    Lebih dari nyawaku
    Lebih dari hartaku
    Lebih dari hidupku

    Kini,
    Tikus-tikus memimpin negeri
    Menggorogoti harta negara
    Menggembungkan perut mereka sendiri
    Membunuh rakyat yang sengsara

    Jerit rakyat memiris tak lagi digubris
    Tetap tak digubris walau telah menangis
    Apa mereka tak punya malu?
    Lupa? Siapa yang memilih mereka dulu?

    Nasionalisme meluntur
    Moral bangsa telah bobrok, bak disambar guntur
    Sia-sia kah perjuangan para kawan-kawanku dulu?
    Ya, sia-sia mereka gugur…

    Tapi darahku masih merah
    Tulangku masih putih
    Walau aku tak lagi gagah
    Dan kini mudah letih

    Aku tak akan berhenti
    Memperjuangkan negeri ini
    Mengembalikannya ke jalan sejati
    Tak peduli betapa rusaknya kini

    Biar semua orang di dunia ini tau
    Indonesia masih bisa maju
    Biar mereka menertawakanku
    Ku kan tetap mendidik anak-cucuku
    Agar kelak menjadi penerus berbudi luhur

    Dan suatu saat nanti
    Aku akan melihat dari surga
    Semua perjuangan ini akan berarti
    Karna kuyakin ini semua memang berharga

    Maksudnya:
    Seorang mantan pejuang yang prihatin dan kecewa atas kondisi negeri saat ini. Para pemimpin tidak mengemban amanat dengan baik justru melupakan rakyat yang telah memilihnya. Pejuang itu telah tua dan tidak berdaya untuk membela negara lagi. Dia merasa putus-asa karena merasa tidak berarti. Tapi dia sadar dia masih bisa berjuang dengan cara mendidik anak-cucunya agar menjadi penerus yang lebih baik. Walau dia mungkin akan ditertawakan karena dianggap kurang kerjaan dan usahanya dianggap sia-sia saja tapi dia tetap membulatkan tekat karena dia yakin dengan menanamkan nasionalisme dan budi pekerti luhur pada setiap penerus bangsa, niscaya Indonesia akan menjadi negera yang lebih baik.

    Oleh: Devy Anwar Z; X Aksel 2/05

    BalasHapus
  94. Kau Harapan Satu-Satunya
    F. Brilian Adhi K./ X-1/ 16

    Saat Tuhan tak lagi dihiraukan
    Saat memohon pada-Nya tak lagi jadi pilihan
    Saat mencela-Mu menjadi kebiasaan
    Bisakah bangsa kita hidup tanpa Tuhan?

    Saat kepribadian bangsa mulai hilang
    Saat semua dihalalkan demi segala peluang
    Saat kejujuran, kemandirian,jiwa inovatif dibuang
    Akankah bangsa kita bisa menang?

    Saat menyapa dianggap tak berguna
    Saat gotong royong tak lagi bermakna
    Saat memmpin tak lagi demi sesama
    Hanya mencari untung, saat semua buntung
    Tiada yang dihiraukan, harta yang jadi panutan
    Akankah bangsa kita bertahan?

    Saat bangsa hanyalah raga
    Saat cinta tanah air tiada makna
    Saat rela bangsanya dibakar angsa
    Akankah bangsa kita bisa jaya?

    Saat sampah betebaran di mana- mana
    Saat pohon tinggal akar- akarnya
    Saat bumi pucat pasi......
    Tanpa hijau di mukanya
    Masih adakah bangsa kita di hari lusa?

    Kini.............
    Apa yang bisa kita lakukan?
    Siapa yang akan membetulkan?
    Hanya satu cara..............
    Perbaiki generasi muda, menjadi baru..........
    Penuh jiwa karakter yang kuat
    Hari ini......
    Detik ini......
    Kau sungguh sangat diharapkan
    Tuk jadikan generasi muda bangsa...
    Tuk jadikan bangsa kita.........
    Unggul adanya!!!!

    Maksud puisi :
    Puisi di atas maksudnya mengutarakan pentingnya sebuah pendidikan karakter bagi generasi muda dewasa ini, untuk menjadikan bangsa kita menjadi bangsa yang unggul. Di atas diutarakan keadaan di mana 5 aspek pendidikan karakter yaitu ketuhanan, kepribadian, sosial, nasionalisme, dan lingkungan diabaikan, sehingga pendidikan karakter menjadi pilihan satu- satunya untuk memperbaiki bangsa. Makna kalimat rela bangsanya dibakar angsa adalah rela bangsanya digoyahkan hanya oleh sesuatu yang kecil, bumi pucat pasi....tanpa hijau di mukanya maksudnya bumi yang tanpa pohon warnanya coklat tanpa adanya hijau pohon- pohonan,bagai orang yang tersenyum pucat.

    Nama : Franciskus Brilian Adhi Kartika
    No : 16
    Kelas : X-1

    BalasHapus
  95. Jerat Usaha

    kumenatap langkah masa depanku
    bukan tanpa keluh aku berjalan
    namun demi asa mulia kepada orangtua,
    kuterus melangkah tanpa menyerah,

    Ibu..doamu sunguh mulia,
    mengiringi setiap ayunan langkahku,
    meski letih, jenuh, putus asa menggelayuti
    namun doa dan semangatmu
    tegarkan ku pada titian kehidupan

    Waktu demi waktu terlewati,
    banyak salah kuerat,
    namun dibalik tembok salah
    ku dapati seonggok pelajaran mulia

    bukan sebongkah emas atau kilau mutiara
    namun benang merah tuk jadi guru hidup
    dan bersyukur ,Tuhan sayang aku
    itu harta mahal yang aku peroleh

    makna :
    kita tidak boleh menyerah dalam menjalani hidup, dan kita harus selalu percaya diri dan tetap semangat dan selalu percaya bahwa Tuhan akan selalu mengiringi langkah kita jika kita selalu berusaha.

    CHRISSY ANDREA PUTRI X4/10

    BalasHapus
  96. MENCAPAI KESUKSESAN

    Engkaulah yang memberiku motivasi
    Memberiku semangat
    Jika tak ada support darimu
    Aku hanyalah angin yang bertiup tanpa arah

    Teruslah engkau berada di sampingku
    Membimbingku
    Dalam menggapai semua asa ku
    Agar kelak …masa depan cerah mnghampiriku

    Kelak ku sukses…..
    Kan ku ingat selalu nasehat indah darimu
    Tetap rendah hati
    Agar Tuhan selalu memberkati
    MAKNA: Jika kita sudah mencapai kesuksesan,kita harus tetap rendah hati kepada siapapun agar selalu diberkati Tuhan.
    NAMA:DESINTA AMALIA/11-X4

    BalasHapus
  97. Pembangun Negeri

    Senyum semenjak fajar menyingsing tak pernah padam
    Langkah demi langkah menuju surga ilmu
    Lembar demi lembar pembentuk pribadi pembangun bangsa
    Kata demi kata pemicu anestesi jiwa pelajar
    Bait demi bait penghantar fantasi pembuka jendela bagi nusa bangsa
    Bambu runcing, pertumpahan darah kini tak perlu lagi
    Keringat bercucur tanda awal usaha kita

    Makna :
    Sebagai seorang siswa kita mempunyai tanggung jawab membangun negeri dengan membiasakan membaca meningkatkan karakter yang bertanggung jawab dan pekerja keras.

    Ovi fujianti
    (X4//22)

    BalasHapus
  98. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  99. BERSATU

    Malam gelap telah datang
    Tak dapat lagi
    Ku melihat
    Sinar sang mentari
    Hanya bintang yang berkedip
    Dan bulan yang menemaninya
    Tersenyum, melihat,
    Dan menyapaku
    Sang mentari
    Menyinari alam semesta
    Dengan cahayanya
    Yang penuh dengan kehidupan
    Bulan dan bintang
    Walau tak seberapa
    Mereka tetap kukuh
    Mempertahankan cahayanya
    Dan mereka bersatu
    Untuk menerangi
    Seluruh umat manusia
    Di malam hari

    *Makna : ini adalah sebuah perumpamaan. Bahwa kita harus bersatu untuk membangun pendidikan di Indonesia. Bulan dan bintang menggambarkan kita bisa bersatu untuk membangun karakter bangsa.

    Monika Oktavia M.S/X-4/20

    BalasHapus
  100. RAPUHNYA PENDIDIKAN

    Sosokdisepanjangsiang
    Beralaskankulitlegam
    Bertopikanrambutberam
    Bersenjatatangandankeluhan

    Bangkumukautinggalkan
    Demi dolar yang idamkan
    Berkawan sang raja bintang
    Bercelanamerahtakpedulikan

    Memangbenihtakkautanam
    Bara ilmumengempisberpuluh
    Memangperutlahkaupandang
    Getirjiwarisauberadu

    Nikmatilahkapurgurumu
    Pindailah kata itu
    Duduk, diamlah
    Rasakansejukilmu

    Simpanganbukanhakmu
    Jeratlahpelipistinta
    Jernih….
    Sampaiakaltiadakelu

    Makna:
    Penulisberceritatentangpengemiskecil di jalan-jalanraya yang berhentisekolahdanmemilihmencariuang demi kehidupanbesertakeluarganya.Penulisjugamenginginkan sang pengemismerasakansekolahdenganbantuannya, agar moral anak-anaktersebutmenjadilebihbaikdandapatmengembangkanpengetahuannyameskipunsudahtuananti. Agar anakcucupengemisitutidakmengikutijejaknya yang putussekolah

    *anugerah asari / X4/ 04

    BalasHapus
  101. JUJUR

    Engkau sangat beraarti
    Setiap orang memerlukanmu
    Kadang orang jugsa mempertaruhkanmu
    Jika engkau tak ada
    Dunia tak ada artinya
    Negara hancur
    Sekolah semu

    Apalah arti dunia tanpa kejujuran
    Banyak orang hidup berbayang
    Orang kaya semakin kaya
    Orang miskin semakin miskin

    Dunia membutuhkanmu
    Ketidakjujuran hidup
    Bnyak orang tersiksa
    Lebih banyak yang mati
    Dunia perlu engkau

    MAKNA:
    Jujur itu simpel tapi sangat berarti untuk dunia. Jika tanpa kejujuran dunia akan hancur.

    Bagas Prabowo
    X6/04

    BalasHapus
  102. RINTIHAN MASA DEPAN

    Menatap masa depan
    Indah dan gemerlap
    Tahap demi tahap
    Perjuangan demi perjuangan
    Terlewati di masa depan
    Andaikan ku bisa merasakan
    Andaikan ku dapat berjuang

    Matahari tertutupi awan hitam
    Sulit tuk dapat sinarnya
    Hanya dengan lembaran
    ku dapat memperolehnya
    Berat bagiku
    Tuk dapat lembaran itu
    Mungkinkah ku dapat merasakan masa depan ?
    Dengarkan wahai engkau petinggi negara

    karya DIAN WIJAYA 11/X-2

    MAKNA :
    Sebuah kritikan atau keluhkesah seseorang yang ingin menempuh masa depan tanpa adanya biaya yang besar atau tidak selalu terpacu dengan uang terutama mereka yang tidak mampu. Hal ini ditujukan sepenuhnya untuk pemerintah sehubung dengan maraknya korupsi oleh pemerintah yang lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat terutama rakyat yang ingin mendapat pendidikan yang layak untuk meraih masa depan yang cerah.

    BalasHapus
  103. Pahlawan Masa Depan


    Pagi buta yang dingin
    Merasuk dan menusuk tulang
    Sinar mentari datang membelah kabut pagi
    Dari sarang aku beranjak pergi
    Ke tempat yang lebih terang
    Melangkah ke masa depan
    Dari kursi yang keras dan sederhana
    Berubah menjadi sebuah singgasana

    Lembaran kertas terbuka dengan goresan tinta hitam
    wahai kawanku, sudah saatnya kita berjuang
    Wahai kawanku, jalan kita masih panjang
    Hadapi tebing tinggi, lewati ladang duri
    Luas samudra kita sebrangi, jurang terjal kita jauhi
    Hanya untuk satu tujuan
    Mengubah negeri ini
    Dengan lembaran kertas tergores tinta emas

    Namun bak macan terbang semua itu
    Jika kita hanya duduk dan bertopang dagu
    Lihatlah kawanku, pintu sudah terbuka
    Lihatlah kawanku, negeri ini tersenyum melihatmu
    Teteskan darah untuk negeri ini jika kau peduli

    Larasati P. x-6/12

    Makna : Untuk menuju kesuksesan itu banyak hal yang harus di lakukan. Masa depan negeri ini ada di tangan kita. Banyak tantangan dan halangan. Namun, kita harus hadapi dan kita harus menjauhi masalah. Negeri ini butuh pemimpin yang bertanggung jawab. Kita tidak boleh putus asa dan harus tetap semangat.

    BalasHapus
  104. Pendidikan Berkarakter
    Tiada lagi kau dihati kami
    Suatu sifat yang dulu dijujung tinggi
    Tlah terhempas angin dan badai
    Tak ditemui di nurani
    Kemanakah engkau pergi
    Tak kami ketahui
    Hilangnya moral hidup kami
    Tlah hancurkan negeri ini
    Kekacauan dimana-mana
    Korupsi merajalela
    Membuat hidup ini makin sengsara
    Dan terluka karnanya
    Kami perlu engkau
    Tuk bangun generasi baru
    Memajukan negara Indonesiaku
    Kesanalah kita menuju
    Makna dari puisi tersebut:
    Sudah tidak ada lagi sifat mulia yang dahulu pernah dijunjung dengan tinggi oleh bangsa ini. Semua telah hilang tersapu angin dan badai yang dasyat. Tidak ada yang mengetahui hilangnya kemana yang menyebabkan rusaknya moral hidup rakyat Indonesia. Banyak kekacauan terjadi, petinggi negara terjerat kasus korupsi. Membuat rakyat Indonesia semakin sengsara dan terluka karena kekacauan tersebut. Kami memerlukan pendidikan berkarakter kembali. Agar generasi penerus bangsa dapat bangkit kembali untuk membangun negeri ini dan memajukan masyarakat.

    Nama : Chatarina Rika Ayu W.A
    Kelas : X-1
    No. Absen : 08

    BalasHapus
  105. Kita seperti kapal yang berlayar,
    Kita adalah nahkoda penentu keberhasilan dalam berlayar
    Nahkoda tahu tujuan dalam berlayar
    Kitapun juga kru kapal,
    menambal kapal yang bocor,
    memperbaiki kompas, itulah tugas kita
    Kita adalah tim SAR
    Dengan P3K
    Pelampung dan sekoci siap menghadapi segala resiko
    Kita adalah pelajar
    bukan hanya memahami tujuan dan materi,
    tetapi memahami akan resiko terburuk
    menghadapi segala resiko dengan legawa
    Siap bangkit dan berusaha agar tak hancur lagi
    Pendidikan adalah bekal bagi masa depan
    Pendidikan berkarakter membuat kita tetap tegap dalam badai dan tak hancur dalam api

    Nikmah Novitasari
    X7/25

    BalasHapus
  106. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  107. PATRIOT MUDA

    Patriot muda
    Dengan semangat empat lima
    Melangkahkan kaki
    Menuntut ilmu hakiki

    Dia tak pernah peduli
    Dengan semua rintangan ini
    Dia hadapi dengsn senyuman
    Demi cerahnya masa depan

    Semangat yang membara
    Demi kemajuan bangsa
    Dan Negara Republik Indonesia

    Makna:
    Mencari ilmu itu hendaknya dengan penuh semangat walaupun banyak rintangan, kita harus tetap menghadapinya dengan sikap pantang menyerah.

    Rahma Nur A.
    X-6/20

    BalasHapus
  108. Semua yang pintar
    Semua yang hebat
    Sekarang menjadi orang orang elit
    Yang hanya mementingkan diri sendiri
    Selalu melihat keatas tanpa lihat kebawah

    Apakah ini bangsaku ?
    Yang hanya melihat keatas
    Tak mementingkan golongan bawah
    Mereka hanya berkualisi meraih jabatan

    Dunia ini akan slalu berputar
    Janganlah berharap
    Bila kau selalu melihat keatas
    Duniamu juga akan slalu diatas

    Makna : janganlah berbangga dengan dirimu sendiri, selalu ingatlah orang lain. Karena, orang lain itu slalu membantumu. Janganlah berharap hidupmu akan aik selalu, dunia bias berputar.
    antika adzary sf
    x10 / 05

    BalasHapus
  109. Kejujuran

    Begitu banyak yang meneriakkan
    Begitu banyak yang mendambakan
    Banyak pula yang mengajarkan
    Bahkan tidak sedikit yang mengatasnamakan.. kejujuran

    Kejujuran diteriakkan dimana-mana
    Kejujuran menjadi slogan dimana-mana
    Kejujuran terucap mampir disetiap bibir
    Tapi mengapa kejujuran selalu diletakkan di pinggir..

    Wahai para pemimpin...
    Wahai para pemuka...
    Wahai para guru dan orang tua..
    Jangan berikan kami cerita..

    Lihatlah kami anak-anakmu,
    generasi penerusmu...
    Yang kami butuhkan..
    Bukan sekedar slogan
    Bukan pula sekedar teriakan
    Yang kami butuhkan adalah...
    Keteladanan tentang kejujuran.
    Kejujuran..

    Makna:
    Kejujuran saat ini mulai meluntur di berbagai kalangan masyarakat. Mulai hal yang sederhana saja, orang sudah tak bisa berbuatnya dengan jujur, seperti mencontek. Jika budaya ketidakjujuran itu terus dikembangkan, maka orang tersebut akan terbiasa dan terus melakukannya karena dianggap bohong itu tidak masalah tuk dilakukan. Oleh karena itu, perlu di adakannya sebuah pengajaran tentang kejujuran. Namun, bukanlah teori saja yang diperlukan untuk mengembangkan budaya jujur tersebut. Melainkan sebuah praktiknya, dari orang-orang terdekatnya, sehingga orang itu mendapat suatu teladan dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Oleh:
    Ricky Irvan Ardiyanto
    X-aksel 2 / 14

    BalasHapus
  110. "KEHIDUPAN"
    Berlari...
    Menyusuri tahun demi tahun
    Tanpa kepastian yang jelas
    Tanpa arah yang dapat menuntun
    Menjauhi masa lalu yang kelam
    Hanya dapat mengikuti kata hati

    Terus berlari dan berlari...
    Demi mencari setitik cahaya
    Melewati rintangan yang menghadang
    Dan menggapai setiap kesempatan yang ada

    Langkah demi langkah...
    Menghilangkan penyesalan yang pernah datang
    Dan menjawab semua pertanyaan
    Hingga raga ini tak berdaya
    Berharap semua akan baik-baik saja
    Berharap ada esok hari
    Disaat matahari bersinar cerah
    Dan semua akan menjadi kenangan yang indah

    Makna :
    Mengingatkan tentang pahit manis kehidupan. Meskipun terkadang dalam kehidupan terdapat cobaan yang berat, tetapi di masa depan nanti akan menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan.

    Fitri Handayani
    X AKSEL 1/09

    BalasHapus
  111. PUDARKAN KEBENCIAN

    Harapan ini merupakan permainan angan
    Sementara kenyataan sesampai tangan menggenggam
    Selangkah sepi penuh dengan janji
    Noda di antara masa lalu yang tersakiti


    Aku masih di sini dengan sumpah yang menderai
    Bergelimang luka terus menanah
    Lagi dan lagi menetesi sendiri
    Putih jadi merah diuraian pipi

    Bila mana kepercayaan pecahkan lara
    Menumbuhkan benih sekedar dihitungan hari
    Lenganku yang menyentuh lugunya
    Lunglai tersayat cinta

    Berserah diri pada manusia yang salah
    Keliruku tak tergantikan waktu
    Bagi berlalumu setelah sayap-sayapku patah
    Seolah ku hanyalah kupu-kupu kertas belaka

    Aku bukan pujangga
    Ketika kita jatuh cinta
    Syairku menemukan tintanya

    Aku bukan penulis
    Ketika kita tersenyum manis
    Penaku tersirat puitis

    Aku bukan pelukis
    Ketika kita menatap romantis
    Kanvasku berkuas pesona

    Aku bukan novelis
    Ketika kita berbagi cerita
    Pustaka jiwaku menyimpan kisah

    Tetapi,
    Sejauh bumiku berputar
    Jangan pernah berbalik
    Demi sesuatu yang telah ku lepaskan
    Biarkan pudar kebencianku dalam diam

    Makna :
    Kebencian bukanlah sesuatu yang harus terus dipendam dan dipermasalahkan, ada kalanya kita curahkan atau kita pendam sendiri sampai rasa benci itu hilang.

    Rr. Shafira Meisy Sudarsono
    X Aksel 1/ 16

    BalasHapus
  112. Ya Allah,
    di saat aku ditimpakan ujianMu,
    Kuatkan imanku, tegarkan kesabaranku,
    eratkan genggaman ku terhadap agamaMu,
    hindarkan aku dari tipudaya,
    lindungi aku dari kata dusta dan fitnah-fitnah,

    Engkau tempat aku kembali,
    Engkau tempat berlindung,Tetapkan cintaku rinduku padaMu, pada RasulMu


    makna:
    jika sedang mengalami ujian dari Allah,kuatkanlah aku untuk menjalaninya

    Faisal Najib x-5/10

    BalasHapus
  113. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  114. Kawan Malam


    Sudut bulan masih sempurna
    Kita tak boleh buat pohon bangun dari tidurnya
    Langitpun sudah menjadi kelam
    Dengan lukisan kerlap-kerlip, orang bilang bintang

    Aku ingin kita manfaatkan malam ini
    Aku ingin berbagi cerita denganmu
    Berbagi canda tawa denganmu
    Tidak peduli gelap kelam mencekram
    Karena aku tahu kau akan dengarkanku sahabatku

    Bersenandunglah untukku kawan
    Ingin rasanya telinga ini dengar suaramu
    Suka hati kita buat malam ceria
    Bersama kawan sukanya kalahkan sang surya

    Suka cemas duka kau denganku
    Luka sayatan di hati sirna denganmu
    Bersenandunglah untukku kawan
    Karena, sudut bulan masih sempurna

    Isi Puisi:
    Kebahagiaan seorang penyair yang selalu dibagi kepada sahabatnya, sahabat yang selau mau mendengarkan cerita, baik cerita suka, duka, bahkan ketika sang penyair merasa cemaspun sang sahabat masih mau mendengarkan cerita sang penyair dan bersedia menghibur sang penyair.

    Ahmad Yani X10/02

    BalasHapus
  115. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  116. Ada Apa dengan Bangsaku. . .

    Pagi ini, 28 Oktober 2011,
    tepat 83 tahun lalu
    Pemuda pemudi bangsa ini bersatu padu
    Menyatukan tekad dan semangat
    Dengan semangat membara
    Mereka ingin terbebas dari belenggu
    Belenggu para penjajah

    Namun kini
    Tekad itu, semangat itu
    Telah sirna, hilang lenyap
    Hancur sudah, Termakan globalisasi
    Sebuah kata bermakna besar
    Untuk kelunturan Nasionalisme ini

    Jangankan para pemuda. . .
    Penguasa negeri ini pun
    Tidak lagi memiliki rasa itu
    Mereka terlalu sibuk memikirkan perkara mereka
    Perkara KORUPSI. . .

    Sumpah janji yang dulu mereka ucapkan
    Kini seakan sirna
    Terkubur timbunan materi
    Uang haram hasil KORUPSI

    Andaikan kini mereka masih ada
    Apa yang akan mereka perbuat
    Apa yang akan mereka katakan
    Apakah mereka akan menentang arus
    Ataukah mereka akan terjerumus
    Terjerumus dalam jurang kebodohan ini

    Tuhan, ada apa dengan bangsaku. . .??

    Nanda Kesuma Devi X10/19

    BalasHapus
  117. Terpenjara Dalam Ilmu

    Terpaku dalam pencarian
    Terkurung pada rumus
    Yang tiada henti digali
    Tuk bangun jembatan
    Menuju asa kehidupan
    Menjadi tahanan ilmu
    Tanpa arah tujuan
    Membuat pikirku melayang
    Mencari arti ilmu
    Tanpa karakter pembangunan
    Termangu dalam sunyi
    Menantikan mukjizat
    Dimana angin pembawa pesan
    Hantarkan sebuah jawaban
    Akan semua pertanyaan
    Pentingnya sebuah ilmu
    Tanpa kekuatan karakter
    Yang mampu menghalau
    Setiap rintangan
    Menuju masa depan

    Maksudnya:
    Kebosanan akan pembelajaran yang selalu terarah akan ilmu dan tanpa memperhatikan pembentukan karakter setiap siswa yang juga teramat penting untuk masa depannya.
    Galuh Ayu Sekar Pramesthi
    X-1/18

    BalasHapus
  118. Junjunglah Kejujuran

    Wahai kawan, ingatkah kau akan kejujuran?
    Satu hal yang tak boleh dilupakan
    Satu hal tak boleh dilupakan, bagi kita pelajar
    Hal mengenai kejujuran
    Kejujuran itu amatlah penting
    Junjunglah tinggi kejujuran
    Lekatkan kejujuran pada lubuk hati
    Lubuk hati yang tak dapat membohongi
    Bekerjalah dengan kejujuran
    Janganlah kita rapuh bak kayu lapuk
    Junjunglah tinggi kejujuran
    Apalah arti nilai sempurna apabila tanpa kejujuran
    Bekerja tanpa kejujuran tak ada artinya
    Jangan kita bohongi kemampuan diri sendiri
    Tak ada manfaatnya kita berbuat curang
    Buatlah orang lain percaya pada kita
    Wahai kita pelajar, junjunglah tinggi kejujuran
    Karena itu sangatlah penting
    Junjung tinggi kejujuran
    Demi masa depan bangsa tercinta, Bangsa Indonesia

    Makna puisi: Kita sebagai pelajar dan pemuda pemudi memang sudah seharusnya menanamkan kejujuran dalam diri kita, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Saya sebagai penulis puisi ini, ingin mengingatkan dan menyadarkan para pelajar maupun pemuda pemudi untuk menjunjung tinggi kejujuran, karena saya lihat, pelajar zaman sekarang sudah melupakan nilai dari kejujuran yang amatlah penting. Mereka tak peduli lagi akan nilai kejujuran,kejujuran sudah luntur dalam diri pelajar maupun pemuda pemudi zaman sekarang, mereka lebih mementingkan hasil dari pada usaha.


    Nama: Bernadetta Dewi Maharani
    Kelas: X-3 / 09

    BalasHapus
  119. negeri ini..
    dulu hidup dalam kesengsaraan
    lalu berjuang bersama
    tuk menuju kebebasan
    namun kini diambang kehancuran

    pondasi negara semakin rapuh
    diserang ribuan rayap
    yang merampas emas negeri
    hanya tuk kepentigan pribadi

    wahai kaum muda
    sadar dan bangkitlah
    engkaulah harapan bangsa
    tumbuhkan kembali
    rasa nasionalismemu
    yang telah terkubur sekian lama

    brantas mereka semua
    para penghianat bangsa
    yang telah menodai negara kita

    wahai para pemuda
    jadilah khalifah bangsa
    yang mengerti arti bela negara
    siap mempertaruhkan segalanya
    untuk menjunjung martabat bangsa

    tunjukkan pada dunia
    bahwa kita ada
    kita bisa
    kita pemberani
    pantang menyerah
    dan satu yang pasti
    kita layak berjajar dengan mereka

    buktikan kemampuan kita
    tunjukkan prestasi kita
    agar bisa menuju tujuaan kita
    INDONESIA RAYA

    Riya Fitriya
    X-7/30

    BalasHapus
  120. Seperti Burung Pipit

    Menyongsong datangnya sang fajar
    Kau terbangun dari lelapnya malam
    ke sana, ke mari bentangkan sayap mu
    Teringat jeritan lapar anakmu
    ke sana, ke mari kau terbang
    Embun di pagi buta memenuhi bola mata
    Hanya satu kata terucap
    Berjuang!
    Aku rela lelah demi sebiji beras
    Tuk penuhi kebutuhan pangan anak
    Ku pikul tugasku ini
    Melihat senyum keceriaan anak

    Maksud puisi :
    Di dalam hidup ini, kita di harapkan dapat berbuat seperti Burung Pipit. Burung Pipit di sini di gambarkan sebagai seekor burung yang penuh tanggung jawab dalam kehidupan sehari-harinya. Ia selalu berjuang mencari makan demi anak-anaknya, walau terasa berat. Hal ini ia lakukan supaya dapat melihat anaknya tersenyum ceria. Oleh karena itu, kita di harapkan memiliki tanggung jawab yang besar di setiap suatu hal yang kita lakukan.

    Oleh : Thalia Yosephine Iswara (X-3/30)

    BalasHapus
  121. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  122. isi :
    puisi ini berisi tentang keadaan negara yang berada diambang kehancuran lalu penyair ingin membuat para generasi muda tergugah untuk berjuang menyelamatkan bangsa mereka. penyair juga ingin para pemuda menjadi pemimpin yang patut diteladani dan biasa menunjukkan kepada dunia bahwa mereka ada dan bisa berkarya

    BalasHapus
  123. KEMURNIAN HATI

    Duduk meratap kepedihan negri
    Negri yang telah terporak-porandakan
    Bagai cahaya tak dapat menyinari
    Hilang arah hilang tujuan

    Duduk meratap kepedihan negri
    Hilang sudah kemurnian hati
    Tak tahu akan melangkah kedepan
    Mau jadi apa negri kita nanti ?

    Negri kita istana yang megah
    Megah akan kasih, kedamaian, dan kejujuran
    Tapi mengapa ?
    Harapan hilang terbuang sudah
    Melihat petinggi kurang akal
    Memperebutkan kursi, kursi yang agung

    Mau jadi apa negri kita nanti ?
    Bila tak ada panasnya api
    Api yang membakar semangat, tak pernah padam
    Tumbuhkan tunas-tunas yang murni akan kata
    Taburkan benih-benih kejujuran dalam diri
    Untuk negri kita kedepan nanti


    Makna: Maksud puisi diatas adalah negri kita sudah kehilangan kejujuran,seperti para pejabat yang lebih mementingkan jabatan dari pada berbuat jujur. Maka kita sebagai penerus bangsa harus mampu menumbuhkan , menciptakan kejujuran di negri ini, supaya negri kita kedepan menjadi negri yang lebih baik.

    Oleh: Sagita Puspita Wiranata (28/X-3)

    BalasHapus
  124. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  125. Pagi


    Selamat pagi hari baru
    Segera kan ku tapaki jalan ke sekolah
    Begitu sibuk jalanan pagi ini
    Kendaraan berebut arah
    Saling salip saling serobot

    Duaaaarrrr
    Begitu kaget dan terperanglah ku dibuatnya
    Remaja tampan tergeletak di jalan
    Bagaikan mandi darah
    Motor mereka hancur berserakan

    Segera ku hentikan motorku
    Aku berusaha memberikan P3K
    Dan menghentikan mobil
    Orang-orang lalu memamasukannya ke mobil
    Tak tau harus kemanakan dia
    Yang aku pikirkan hanyalah
    “SELAMATKAN DIA”
    Tak kupikir lagi arah ke sekolah

    Biarlah biar aku terlambat sekolah
    Biarlah jika aku terkena sanksi
    Aku terima apa pun sanksi yang diberikan
    Lebih baik ku selamatkan
    Pria ini



    Arti dari puisi ini:

    Pada suatu pagi saat di jalan ada kecelakaan, lalu tokoh aku menolongnya. Tapi tokoh aku di puisi tersebut tidak peduli dia terlambat sekolah. Tokoh aku menggambarkan rasa kemanusiaan atau sosialnya.


    Oleh: Neza Revani (24/X-3)

    BalasHapus
  126. Tunas

    melati termenung
    Kata membatu
    Hati tak merasa
    Fikir tak berarti
    Moral tenggelam

    Ketika emas tak brarti
    Ketika hati terbujur membatu
    Rasa tak merasa
    Ketika fikir dan hati
    Tak mampu berjalan

    Ketika moral tak hidup
    Logika tak hadir
    Ketika keheningan
    Menelan persahabatan
    Ketika persahabatan tak berada

    Hanya ada musuh dan lawan
    Inikah pertiwi?
    Tiada tunas suci
    Tiada melati wangi
    Tiada moral

    Bak kain putih yang ternoda
    Ternoda oleh budi
    Ternoda oleh perang
    Ternoda oleh kebencian
    Terinjak api kehancuran


    Maksud dari puisi
    Puisi ini menggambarkan para pemuda yang sudah tak memiliki moral. Pendidikan yang mulai luntur moralnya dan ternodainya pendidikan yang tak lagi suci karena rusaknya moral dan budi yang mulai memudar. Dan para generasi penerus yang mulai tak menganggap moral sebagai sesuatu yang penting dan akhirnya banyak terjadi tawuran dan perkelahian.





    Muflih N.M
    X-8/20

    BalasHapus
  127. Untuk Negeri

    Apa guna IQ yang tinggi
    Kalau demi kepentingan sendiri
    Apa guna intan berlian
    Kalau tidak saling berbagi

    Hai kau muda-mudi penerus negeri!
    Yang kan menjunjung nama negeri ini!
    Milikilah budi pekerti
    Etika moral yang membangun negeri
    tali kasihlah yang melandasi negeri
    Mari bergandeng tangan eratkan persatuan negeri
    Tuk bangun negeri yang indah ini!


    Maksudnya:
    Jangan kita hidup di dunia ini hanya untuk kepentingan pribadi, namun pergunakan semua potensi yang kita miliki untuk kepentingan bersama dan negeri ini.

    Frans Aji Budianto
    X-5/12

    BalasHapus
  128. INDONESIAKU

    Dulu kau begitu anggun
    Dulu kau begitu menawan
    Dulu kau begitu membanggakan
    Tapi sekarang? Kau memalukan
    Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang
    Kemanakah hatimu yang dulu?
    Hati yang selalu suci, adil, dan jujur
    Kau terlalu polos dan begitu mudah hancur
    Indonesiaku sayang, Indonesiaku malang
    Kemanakah jati dirimu yang dulu?
    Kepribadianmu hilang termakan zaman
    Oleh para pejabat tak bertanggung jawab
    Disana korupsi, disini suap
    Dan dimana-mana ketidakadilan
    Disana ironi disini nestapa
    Dan dimana-mana penindihan
    Bangunlah Indonesiaku
    Bangkitlah bangsaku
    Buatlah semua tersenyum karnamu
    Bukan hanya luka karnamu
    Hai prajurit………….
    Segeralah bangun negeri ini
    Kalau kau tak ingin negeri ini roboh
    Segeralah bangun bangsa ini
    Untuk mencapai tujuan kambali
    Hai raja………
    Kami tak butuh janji palsu
    Kami tak butuh angin berlalu
    Yang kami ingin hanyalah sekedar bukti
    Bukti untuk membangun negeri
    Dari Sabang sampai Merauke
    Dari Pulau We sampai Pulau Rote
    Menggalakkan pendidikan karakter
    Akankah hal itu akan oke?

    Makna:
    Puisi diatas menggambarkan suatu bangsa yang sudah luntur karakternya atau bahkan sudah kehilangan karakternya. Dan rakyat yang haus akan sebuah keadilan di negerinya. Maka Ia menginginkan suatu perubahan menuju kebaikan dan kemajuan bagi bangsanya. Dan Ia mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang sedang terjadi saat ini serta menyoroti berbagai kasus yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan akhir-akhir ini. Para petinggi pada masa sekarang mayoritas lebih mementingkan kekuasaan atau jabatan serta mengutamakan golongannya daripada memikirkan kemakmuran rakyatnya. Karena dirasa negeri ini sudah kehilangan jati dirinya maka pemerintah sedang menggerakkan “pendidikan berkarakter” untuk mengembalikkan jati diri bangsa seperti semula. Semoga hal itu berhasil.


    Nama : Hafidhyah Dwi Wahyuna
    No : 16
    Kelas : X-3

    BalasHapus
  129. Pahlawan Banyak Jasa

    Ketika semua termenung
    Terpaku, terdiam
    Hanya kesunyian
    Sepi, bisu
    Melayangkan angan pada pandangan kosong
    Yang masih jauh dari jembatannya
    Masih buta dalam kegelapan
    Tak ada secercah cahaya
    Hati tak bisa merasa
    Merasa segala gejala ,moral yang menjadi runtuh

    Terbangun dalam tidur yang sadar
    Merajuk sulaman impian yang pudar
    Kembali ke masa depan dalam angan
    Untuk hidup dalam buaian emas
    Meski saat berjuangpun,
    Penuh derai permata dari pelipis mata indahnya

    Sungguh kau pahlawan
    Bukan hanya tanpa jasa
    Namun jasamu lebih dari cinderamata
    Kau ajarkan semua dengan pena
    Dengan kasihmu, kau ubah segalanya
    Kau munculkan pelangi impian kini
    Menghapus gelapnya dunia tanpa ilmu

    Oh guru,
    Terimakasih pengabdianmu
    Pengabdian untuk anak didikmu
    Jalan ilmu yang membuka pikiran
    Hingga bibir ini tak sanggup mengungkap
    Mengungkap ketulusan hatimu






    Penjelasan Puisi :

    Saat semua orang belum mengenal arti penting ilmu. Mereka hanya bisa berkhayal akan kehidupan yang enak tanpa adanya usaha.Dan itu merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk terwujudkan. Setelah datang guru,guru memiliki peranan penting dalam mewujudkan khayalan-khayalan itu. Guru mengajarkan ilmu yang ia miliki dengan tulus sepenuh hati kepada anak didiknya. Hingga harapan akan hidup yang lebih maju dapat terwujud.
    Tidak ada kata-kata yang mampu membalas jasa seorang guru yang begitu besarnya.




    Aniza Kurnia N
    X-8/05

    BalasHapus
  130. Hujah Ilmu

    Detik berdetik, waktu berlalu
    Kelak tiba waktu
    untukku menggali ilmu
    Gali...gali...
    Dan ilmu itu terusku gali
    Tanpa mengenal kata lelah
    Hingga saat musim panen tiba
    Ku menuainya
    Masa mudaku pudar
    Masa dewasaku tiba
    Hanya ragaku yang dewasa
    Jiwaku kriminal
    Aku kucing bertubuh macan
    Mengajar tanpa belajar
    Bermodal ilmu yang kurang isi
    Menduakan moral
    Kurang pikir kurang siasat
    menimba ilmu tak berlapis moral
    Kiniku putih dan merah
    Betapa vital ilmu berlapis moral


    Makna dari puisi saya adalah:
    Masa muda yang kurang pikir kurang siasat menumbuhkan jiwa kriminal di dalamnya, walau menggali ilmu tanpa kenal lelah namun tak paham apa yang digalinya. Dan pada saat menentukan jurusan tak tahu mau dibawa kemana ilmu itu, sewaktu mencoba untuk menularkan ilmu itu kepada orang lain,cara yang digunakan tidak sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku. Karena masa mudanya tidak terbekali moral / karakter yang utuh, hanya menimba ilmu tak berlapis moral dan kurang isi. Tetapi pada hujahnya telah sadar dan mengerti, betapa bermanfaat pendidikan berkarakter itu.

    Oleh: Gabriella Gitta Stephani (14/X-3)

    BalasHapus
  131. Percaya Kekuasaan Tuhan

    Aku golongan orang minoritas
    Golongan orang yang terlupakan
    Terlupakan di lingkungan baruku
    Aku mungkin sering terlecehkan
    Tapi kuterima itu sumua
    Kuterima ….
    Karena aku tau Tuhan ada
    Tuhan pasti punya rencana
    Kini ku hanya bisa berusaha
    Dan tetap percaya akan kemampuanku
    Kemampuan terbaikku
    Kini mungkinku terlecehkan
    Tapi tak mungkin lagi
    Tak mungkin terus begini
    Karena roda tak selalu diam
    Bumi selalu berputar
    Dan nasibku pasti
    PASTI BISA KU UBAH
    DENGAN BANTUAN TUHAN


    Makna puisi

    Ini adalah sebuah cerita nyata dari seorang sahabat. Ia selalu dianggap remeh oleh lingkungan barunya. Tapi dia selalu berusaha agar dia bisa sukses di lingkungan barunya. Selain itu dia juga tetap percaya bahwa apa yang terjadi padanya adalah kuasa Tuhan. Dan percaya bahwa Tuhan puanya rencana indah di balik itu semua.


    Oleh: Aprilia (05/X-3)

    BalasHapus
  132. "Jangan Pernah Menyerah"

    Engkau para pemuda
    Tetaplah kau berusaha
    Tetap semangat menempuh hidup
    Menjalani kewajiban-kewajiban yang menumpuk

    Walau badai menghadang
    Engkau tetap tegak
    Walau ombak menerjang
    Engkau tetap kuat menopang

    Wahai generasi muda
    Mari kita perbaiki diri
    Jadi pribadi yang baru
    Yang dapat jadi pedoman bagi semua

    Wahai generasi muda
    Mari kita bangun lagi
    Negeri yang terpuruk ini
    Yang sudah ternodai oleh tangan - tangan kotor
    Yang sudah diterpa banyak bencana

    Wahai generasi muda
    Janganlah kita lelah diri
    Untuk menghidupkan kembali
    Jiwa - jiwa patriotisme
    Yang telah lama mati

    Hari masih pagi bagimu
    Hidupmu masih panjang
    Jangan kau sia siakan kesempatan
    Melangkahlah dengan pasti
    Menuju masa depan yang telah menanti

    makna : sebuah karangan yang memberi semangat agar para pemuda Indonesia tidak mudah menyerah dalam menenpuh hidup. Walaupun banyak masalah agar tetap berusaha untuk tidak menyerah. Seeperti hidup di negeri ini, walaupun negeri ini ' ombrak - ambrik' semoga para pemuda tidak menyerah untuk membangun kembali negeri ini seperti semula dan agar para pemuda kelak dapat meraih masa depan yang indah.


    C Catra Adi WIjaya
    X1/10

    BalasHapus
  133. KEJUJURAN HATI

    Dulu hati penuh kedamaian
    Bagaikan burung merpati
    Berwarna putih bersih
    Yang terbang melewati awan biru
    Seakan-akan tak ada beban hidup

    Tapi kini telah berubah
    Ketidakjujuran dimana-mana
    Bahkan pemerintah begitu
    Yang seharusnya menjadi panutan rakyat
    Keadaannya malah seperti ini

    Bagaimana Negara ini akan maju
    Bila pemerintahnya tak jujur
    Korupsi dimana-mana
    Rakyat miskin korban nyatanya
    Mengapa ini bisa terjadi?

    Ayo para generasi muda
    Ubah keadaan ini
    Hilangkan segala bentuk ketidakjujuran
    Agar tak ada kemelaratan
    Dan hidup kita penuh kedamaian



    Makna:
    -Agar kita para generasi muda mau berusaha menghilangkan segala bentuk ketidakjujuran seperti korupsi.
    -Agar pemerintah mau merubah sikapnya karena akibat korupsi banyak pihak yang dirugikan termasuk rakyat

    Nama : YONA ANINDITA
    No : 31
    Kelas: X-3

    BalasHapus
  134. "JUJUR ITU BAIK"

    hidup itu pilihan
    namun kematian itu suatu keharusan
    banyak yang bilang
    hidup itu butuh sebuah perjuangan
    hidup tanpa sebuah perjuangan ..
    hanya seperti hidup bagai mayat hidup

    segalanya memang bisa kita gapai
    segalanya memang bisa kita miliki
    namun di balik itu semua
    juga membutuhkan sebuah perjuangan keras
    dalam mendapatkan sesuatu
    dengan perjuangan lebih berarti
    lebih bermakna

    namun sesungguhnya perjuangan dengan kejujuran itu lebih baik dan lebih di hargai
    jika kita berhasil dengan menjunjung kejujuran dalam diri kita pun bangga dengan diri kita sendiri

    orang lain pun lebih menghargai keberhasilan kita bila dengan perjuangan dilandasi kejujuran
    bukanlah hasil dan akhir dari perjuangan yang bermakna..
    namun bagaimana cara kita meraih ..
    bagaimana kita berusaha ..

    PENJELASAN :
    perjuangan dalam mendapatkan sesuatu itu bila dilakukan dengan kejujuran lebih bermakna
    contoh : perjuangan menjadi ranking 1 di kelas jika dengan usaha yang jujur seperti belajar dengan giat tidak mencontek itu menimbulkan kebanggaan tersendiri dan orang lain juga bisa merasakan dan menghargai usaha kita dibandingkan dengan kita mendapat juara 1 namun dengan cara mencontek

    BalasHapus
  135. ANASTASIA ELISABETH DIAN ISWARA X-1 /2

    BalasHapus
  136. usaha untuk meraih keberhasilan

    usaha...
    kata yang sulit untuk dilakukan
    takut salah, takut benar
    selalu diremehkan

    sesungguhnya...
    usaha adalah jerih payah seseorang
    untuk mencapai apa arti keberhasilan
    takut mencoba sama dengan gagal

    jiwa muda usaha sangat berharga
    usaha sebagai manusia tidak salah
    entah salah, entah benar
    tanggung jawab dari sebuah usaha
    berusaha untuk yang terbaik

    Makna :
    berusaha jangan takut salah . raihlah keberhasilan dengan keringat dan jerih payahmu sendiri . kita sebagai anak muda harus terus berusaha walaupun usaha kita jarang dihargai oleh orang lain . jangan mudah berputus asa . jadikan kegagalan menjadi suatu pelajaran dan jadilah yang terbaik dari yang terbaik


    Dessy koesumaningrum
    09/X2

    BalasHapus
  137. Arti Sebuah Usaha

    Kerbau-kerbau malas nan angkuh
    Berkeliaran di tengah kota
    Mengaku pemilik lahan hidup
    Rakus, serakah, penuh kenafsuan
    Tipu muslihat pun jua tak tertinggal
    Halalkan berbagai cara
    Tuk' jadi yang terpandang
    Tanpa peduli semut-semut kecil
    Nan tekun bekerja
    Demi sesuap nasi
    Sama suka, sama duka
    Walau hujan deras, badai menerpa
    Beribu rintangan menghadang
    Tetap berjuang
    Tuk' bertahan dan jadi yang terhebat


    Makna :
    Ada banyak orang yang menginginkan kesuksesan. Dan akhir-akhirnya mereka menghalalkan segala cara. Mereka serakah, hanya ingin menang sendiri,tidak memikirkan orang lain.
    Tapi hanya ada sedikit orang yang saling membantu, bersaing dengan sportif untuk mendapatkan kesuksesan dan menjadi orang yang hebat. Mereka tetap berjuang untuk mendapatkan apa yang di impi-impikan, walaupun banyak sekali halangan, rintangan yang menghadang mereka, tetap saja niat tersebut tidak surut.
    Maka dari itu, kita sebagai generasi muda bangsa, harus bekerja keras, semangat, dan bersaing secara sportif untukmendapatkan apa yang kita impikan, karena yang kita cari tidak hanya kesuksesan namun juga pengalaman untuk mencapai kesuksesan tersebut, yang akan kita bagikan kepada generasi selanjutnya.


    Ditulis oleh:
    Havila Maharani Mulia
    X - 6 / 8

    BalasHapus
  138. DI SUATU HARI YANG SEPERTI INI

    Aku ini lembek
    Tak mengerti entah mengapa
    Pucat dan tak berarti

    Sore itu ia datang
    Bukan menggoreskan kasih putih
    Hingga membekas dalam kalbu

    Dalam gelap dan kesuraman
    Yang ia lakukan hanya menekanku
    Membiarkanku gerah, ini panas!
    Aku muak

    Sekali lagi
    ia meninggalkanku di meja tua ini
    Dengan guci cantik itu
    Menatapku selalu

    Hingga ku sadar
    Itu aku
    Dalam bayangan cermin klasik
    Yang berhias jaring laba-laba

    MARIA GABRIEL OKTA YULIANA
    X6 - 14

    makna :
    seseorang harus bisa tahan uji jika ingin memiliki karakter yang baik

    BalasHapus
  139. Manusia bangkrut

    Tahukah siapa itu manusia bangkrut
    Tak harta
    Tak berduit
    Tak bermobil ?
    Tidak..
    Tetapi tak berilmu
    Dan tak berakhlaq
    Pasti merugi diakhir nanti

    Makna : Sesungguhnya orang yang merugi bukanlah orang yang tidak memiliki harta, karena harta dapat dicari dengan ilmu. Tetapi orang yang merugi adalah orang yang tak berilmu dan berakhlaq buruk. Mengapa demikian karena walaupun seseorang itu memiliki harta yang berlimpah namum tidak berilmu lama-lama hartanya akan habis karena kebodohannya terlebih akan diberi balasan diakhir nanti atas akhlaqnya yang buruk. Itulah sesungguhnya orang yang benar-benar merugi.

    BalasHapus
  140. KEJUJURAN
    Kejujuran...
    Kulihat langit yang penuh awan
    Kupandang jauh masa depan
    Akankah bangsa ini berpendidikan
    Tanpa kejujuran...

    Mari kawan..
    Hiduplah dengan penuh harapan
    Bangunlah bangsa ini dengan kejujuran

    Bangunlah karakter..
    Hidup diantara bangsa tak berkarakter
    Sama saja hidup di rumah angker
    Jangan jadi bangsa yang mudah minder

    Ayo kawan..
    Bangunlah bangsa dengan kejujuran
    Kelak engkau temui keberhasilan
    Menjadikan indonesia bangsa unggulan
    Dengan berkarakter dan berpendidikan
    Tanpa kebohongan, tapi penuh kejujuran




    Makna puisi :
    Pendidikan karakter salah satunya mendorong dan mendidik para pelajar dan bangsa menuju bangsa yang penuh kejujuran. Kejujuran sangatlah dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa indonesia yang sekarang ini menjadi negara yang kasus korupsinya terbanyak didunia. Dengan diadakannya pendidikan karakter , maka diharapkan penerus bangsa dapat menjadi bangsa yang jujur tanpa korupsi.
    oleh : haidar ali x3/17

    BalasHapus
  141. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  142. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  143. Kebangkitan Suatu Bangsa

    Tetes air pun terjatuh di negeri ini
    Silih berganti membasahi
    mulainya penderitaan yang kita alami
    Kian terasa di negeri ini
    Ilmu-ilmu yang telah hilang
    Semuanya pun terbang
    Bak tertiup angin yang kencang
    Jasa-jasa guru pun mulai terlupakan
    Seperti tertelan bumi yang dalam
    Maka kita sang pengganti
    Mulailah membangun negeri
    Dengan menumbuhkan semangat berprestasi
    Mengharumkan nama negeri
    Menumbuhkan rasa cinta tanah air
    Menghargai semua yang ada di bangsa ini
    Dengan memperdalam ilmu yang kita pelajari
    Dan mengembangkan pendidikan yang berkarakter
    Untuk membentuk manusia
    Yang pintar dan berakhlak mulia
    Dan tumbuhkan semangat yang berkobar dalam dada
    Untuk mengembangkan negeri kita


    Makna : memberikan semangat bagi para pemuda penerus bangsa agar selalu belajar atau menimba ilmu dengan sebaik-baiknya,karena nasib kedepan bangsa kita terletak pada sang pengganti ( generasi penerus bangsa ).


    BAYU ERVIGA YULANDA SETIAWAN
    X-8
    07

    BalasHapus
  144. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  145. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  146. USAHA


    Saat aral rintangan mendekat
    Saat cobaan semakin kuat
    Namun hati terasa mengikat
    Dengan rasa pasrah yang begitu kuat

    Dalam hati yang paling dalam
    Harapan itu harus terlaksana
    Sekalipun itu sangat mengancam
    Namun kan tercipta sebuah makna

    Segalanya akan musnah
    Bahkan dengan begitu mudah
    Hanya dengan satu sentuhan
    Yaitu usaha dan panjatan doa pada Tuhan

    Marilah kawan
    Janganlah engkau mudah menyerah
    Percayalah segalanya kan tercipta
    Lakukan kunci sukses yaitu berusaha



    Makna puisi:
    Tetap berusaha walaupun banyak rintangan dan berdoa kepada Tuhan YME untuk diberi kemudahan dan kelancaran.








    Nama: Raras Sekarwangi D. P.
    No. : 25
    Kelas: X-8

    BalasHapus
  147. KEDISIPLINAN

    Bagaikan waktu yang mengejar
    Tiap itu pula tiba kesulitan
    Hadapi cobaan dengan gusar
    Bermunculan pula berbagai hambatan

    Segalanya dapat teratasi
    Hanya berpedoman pada satu kunci
    Disiplin hati disiplin diri
    Tak lupa panjatkan doa pada Ilahi

    Sadarlah kau para pemuda
    Dalam dirimu malas sedang bertahta
    Kuasai hatimu, tanamkan niat
    Disiplin tinggi penuh semangat

    Sadarlah kau kawula muda
    Jangan kotori hidup yang sementara
    Rubah segala kebiasaan
    Angkat dalam dirimu derajat kedisiplinan


    MAKNA :
    Mengajak para pelajar untuk meningkatkan kedisiplinan dalam diri mereka, dalam menghadapi kehidupan.

    LUSI FITRIANINGRUM
    X-8 / 18

    BalasHapus
  148. “Dimana Pendidikan Berkarakter ?”
    Bagaikan kanvas penuh goresan cat
    Demikianlah otak kita
    Goresan-goresan ilmu yang tersimpan dalam memori
    Namun dimanakah karakter setiap kita?
    Tak adakah tempat untuknya?
    Sudahkah ia terdesak oleh ilmu ?
    Sungguh miris kita mendengarnya
    Pendidikan berkarakter yang sangat beperan
    Mulai luntur dari kehidupan kita
    Sungguh kacau negeri ini tanpa kau
    Ketidakjujuran,ketidakadilan,dan keangkuhan
    Menyelimuti negeri ini
    Negeri ini sudah bobrok
    Kaulah salah satu harapan kami
    Kembalilah ke pikiran dan hati kami
    Kami membutuhkan pendidikan berkarakter
    Tak ada guna otak pandai jika tidak diimbangi dengan karakter positif
    OLEH :Arlyn Vina Andreani Pradangga (X.5/07)

    Makna dari puisi :
    Dalam kehidupan saat ini banyak siswa yang mulai kehilangan pendidikan berkarakter.Begitu banyak ilmu yang disimpan di otak,namun sedikit demi sedikit karakter positif juga mulai hilang.Hal ini menyebabkan negeri ini mengalami banyak kekacauan.Maka dalam menuntut ilmu perlu diimbangi pendidikan berkarakter .

    BalasHapus
  149. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  150. SADARLAH

    Putih...
    Bersih...
    Bening...
    Suci...

    Kini tak ada lagi
    Kejernihan yang menghiasi
    Kejujuran yang pergi
    Tergantikan oleh kebohongan

    Tak ada niat yang bersih
    Tak ada niat yang tulus
    Bukan mencari arti
    Tapi memburu angka

    Putih kau biarkan
    Namun hitam yang kau kejar
    Debu kau banggakan
    Air kau singkirkan

    Hanya pujian yang diharapkan
    hanya kedudukan yang diinginkan
    Apakah semua itu abadi?
    Apakah akan kau bawa mati?

    Sadarlah...
    Bangunlah...
    Lihatlah...
    Renungkanlah...

    Jiwa suci...
    Akal jernih...
    Iman kuat...
    Takwa tinggi...

    Sadarlah...
    Lihatlah...
    Kelicikan tak berharga
    berharga adalah kejujuran

    Imanmu menahan serangan kelicikan
    Takwamu memupuk kembali kejujuran
    Niatmu memudahkan kau jujur
    dan hatimu akan tenang

    Makna:Saat ini semua dilakukan tidak berdasar kejujuran.Bukan mencari ilmu,arti serta makna,tetapi nilai,jabatan,dan kedudukan.Kejujuran dikesampingkan dan kebohongan diutamakan.Kebohongan dibanggakan,kejujuran disingkirkan.Harta,nilai,kedudukan,jabatan,tidak abadi.Iman,takwa,dan niat dibutuhkan untuk memupuk kembali kejujuran.

    Diana Evi PSP
    X5/10

    BalasHapus
  151. KEMBALI BANGKIT

    Kadang aku lelah
    Kadang aku bosan
    Jalani rutinitas ini
    Serasa tak ada jeda untuk bernafas

    Dan ketika kutlah berusaha
    Dan kurasa sudah terbaik
    Tapi takdir tak sepaham deganku
    Kenyataan tak sesuai dengan harapan

    Sejenak aku berfikir
    Aku ingin aku bisa
    Kan kucoba terus dan terus
    Tak peduli bila akan gagal

    Aku yakin aku bisa
    Menjadi lebih baik
    Meraih kesuksesan
    Meraih semua anganku

    Makna : Bangkit dan belajarlah dari kegagalan. Jangan hanya terpuruk tanpa usaha memperbaiki. Berlatihlah terus sampai akhirnya kamu berhasil sukses menjadi lebih baik.

    Alfatisa Riski Dewantari
    X-5
    03

    BalasHapus
  152. Masa Depan

    Buku demi buku telah aku baca
    Tak akan ku lupa ilmu yang telah aku terima
    Aku dan teman tak ada lagi waktu bermain bersama
    Aku jalani tanpa sesal tetapi dengan semangat

    Aku tak ingin membuang kesempatan di depan mata
    Kesempatan meniti masa depan yang cerah
    Untuk hidup yang lebih indah
    Demi orang yang selalu setia mendidikku hingga aku beranjak remaja
    Dan kini aku mulai mencari jati diri
    Ilmu, kedisiplinan akan aku tanamkan pada hariku kelak
    Untuk menggapai cita...

    Isi dari puisi :
    Seorang remaja yang demi membahagiakan kedua orang tua yang telah mendidik dan mengajari untuk mencari jati diri agar kelak anak itu dapat mencapai masa depannya. Dengan menuntut ilmu, Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk menggapai masa depan yang cerah.

    Nama : Belinda Paramasiddha J.
    Kelas : X-7

    BalasHapus
  153. Lalu Lintas

    Pagi Hari ...
    Kulihat orang lalu lalang tak satupun ku kenal
    Bagaikan lalat kelaparan
    Mereka tak puasnya membuat kesususahan
    Disana sini...
    Bagaikan perlombaan lari
    Disana sini....
    Bagaikan penjahat dikejar polisi
    Tak heran ......
    Banyak orang yang naik darah akibat tersebut
    Akibatnya mereka dikejar
    Bagaikan tikus dan kucing yang bertengkar
    Mereka tidak menyadari keadaan tersebut
    Menyusahkan banyak orang
    Pikiran mereka sangat dangkal
    Bahwa akibatnya sangat fatal
    Makna :
    Bahwa seharusnya kita itu harus mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku .Kita tidak boleh melanggarnya , karena apabila kita melanggar aturan tersebut banyak orang yang tidak suka terhadap perilaku kita.

    KARTIKA NATASHA DH
    X4/17

    BalasHapus
  154. Demi Masa Depan

    Demi masa depanmu
    Kau berlayar mengarungi lautan ilmu
    Dengan berbekal restu orangtua dan semangat membara
    Kau hadapi setiap gelombang yang menghadang

    Banyak haling, rintang menantimu
    Seakan ingin mendorongmu kelubang kegagalan
    Disisi yang lain, masih banyak bintang yang tersenyum padamu
    Tinggal pilihan apa yang akan kau jatuhkan
    Wujud dari semua usahamu
    Keberhasilan atau kegagalan….

    Tak pernah kau ragu
    Akan setiap langkahmu
    Masa depan yang pasti
    Tlah menantimu

    Makna: pilihan seorang pelajar akan masa depannya serta usaha pelajar untuk meraih cita-citanya meski banyak halangan dan rintangan yang menghadang.

    Ratu budhi
    X6/21

    BalasHapus
  155. Wujudkanlah

    Terbentang luas asa meraih cita
    Segala harap terpaku dalam sanubari
    Belajar, berletih, berusaha
    Menggapai karakter jiwa
    Menggapai karakter budu nanluhur
    Menggapai karakter kuat, cerdas, serta tangguh
    Mewujudkan Widya Karma Jaya

    makna :
    Kita sebagai penerus bangsa punya cita-cita dan harapan untuk kemajuan Indonesia. Segala cita-cita itu bisa tercapai jika kita belajar, berusaha sungguh-sungguh untuk memperoleh karakter jiwa yang kuat, cerdas, berbudi luhur dan tangguh. Supaya bisa mewujudkan Widya Karma Jaya.

    Yosua Wiba Aguntar
    X-4 / 33

    BalasHapus
  156. KEJUJURAN

    Jujur....
    Sebuah kata yang mahal
    Sebuah kata yang hampir punah
    Sebuah kata yang lama tak terdengar

    Jujur...
    Alangkah sulit menemukan orang jujur
    Sesulit cari permata di tengah samudra
    Oh sulitnya....

    Wahai pelajar harapan bangsa
    Tanamkan kejujuran dalam hatimu
    Walau itu sulit ditempuh
    Agar bangsa ini tak 'kan hancur

    MAKNA:
    Meningkatkan kejujuran dalam diri pelajar yang selama ini dinilai telah hilang di kalangan masyarakat.

    LUSI FITRIANINGRUM
    X-8 / 18

    BalasHapus
  157. Cita-Cita Anak Bangsa

    Akhlak mulia untuk landasan hati
    Hukum tak lagi dapat dibeli
    Jika ingin damai negeri ini
    Termakan hati nurani

    Kami anak bangsa
    Tumbuh harapan di dalam dada
    Kelak kusumbangkan untuk negara
    Indonesia kucinta

    Setiap hari kumohon do’a restu
    Dari ayah dan ibu
    Untuk menimba ilmu
    Dari sang pahlawan pendidikan

    Aku dibekali beribu ilmu
    Yang berguna untuk diriku
    Kedisiplinan, kesopanan, kejujuran
    Harus kubiasakan

    Di hari kelak nanti
    Kubangun negeri
    Kutegakkan keadilan
    Kuberantas korupsi!

    Makna :
    Generasi penerus pada saat ini memang harus mengetahui pendidikan karakter serta perwujudannya. Karena orang-orang yang menjadi pejabat public sekarang, mereka kurang sadar akan pentingnya karakter. Sehingga pejabat-pejabat tersebut sering melakukan berbagai tindakan-tindakan penyelewengan. Kesimpulannya, generasi penerus sekarang diharapkan dapat merubah karakter bangsa menjadi orang-orang yang berakhlak mulia jika kelak nanti menjadi pemimpin di negeri ini.

    Ditulis oleh:
    Langgeng Bangkit Utomo
    X-1
    23

    BalasHapus
  158. PUTIH YANG TAK KEMBALI

    Hanyalah kertas kosong
    Tinta yang mewarnai sebuah kisah
    Dimana sebuah hidup mulai dipertaruhkan
    Mereka tak pernah memandangnya
    Kini putih berganti hitam
    Wahai pemuda Tanah Air
    Putih tak selamanya Hitam
    Kalianlah pengganti sang gelap
    Pemilik Dunia
    Gembala bagi domba yang sesat

    Makna:
    Para paemuda zaman sekarang kiranya dapat menjadi relawan yang berani berkorban demi dunia dan Negara serta menjadi panutan bagi mereka yang tersesat. Dan dunia berharap mereka dapat menjadi tumpuan kebaikan-kebaikan yang di dambakan setiap manusia.

    HENRICUS TOMY PARAMA ADI
    X-2
    13

    BalasHapus
  159. oleh : SATRIA RIDWAN ARIEFANDI
    kelas.nmr absen : X8.28
    KARAKTER

    Karakter ...
    Hidup di penuhi
    Di penuhi banyak karakter
    Karakter jati diri

    Bangsa ...
    Bangsa punya karakter
    Karakter bangsa kita
    Sebagai jati diri kita

    Jati diri ...
    Jatidiri bangsa tlah terhempas
    Diterjang ombak zaman
    Ombak zaman pembodohan

    Kita perlu bangun embali
    Bukan Istana bukan juga rumah mewah
    Bukan sebuah benteng besar
    Bukan juga sebuah taman yang agung

    Semua itu tak akan ada gunanya
    AYO !! ayo kita bangun
    Karakter bangsa kita
    Jati diri asli bangsa ini

    Bangsa yang berani
    Bangsa yang jujur dan adil
    Bangsa yang bijaksana
    Yang hidup dalam kesederhanaan

    Mari kita bangun semua itu
    Kita dukung pendidikan karakter
    Untuk kemajuan bangsa kita
    Agar kita terbang lagi bak Garuda

    Agar kita bisa tunjukan
    Kepakan sayap yangkuat burung Garuda .

    MAKNA : karakter merupakan jati diri bangsa . saat ini bangsa kita telah kehilangan karakter aslinya yang jujur, adil , bijaksana, dan sederhana ... nah dengnan pendidikan karakter ayo kita bangun lagi karakter bangsa ini ... agar kita bisa tunjukan kepakan sayap burung garuda (kehebatan bangsa Indonesia ini)

    BalasHapus
  160. SAHABAT

    Sahabatku adalah tetesan embun pagi
    yang jatuh membasahi kegersangan hati
    hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
    dalam kesejukan

    Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
    yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
    hingga mampu menerangi gulita semesta
    dalam kebersamaan

    Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
    yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
    hingga mampu memberikan keteduhan
    dalam kedamaian

    Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
    yang jernih mengalir tiada henti
    hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
    dalam kesegaran
    Sahabatku adalah untaian intan permata
    yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
    hingga mampu menebar pesona jiwa
    dalam keindahan

    Wahai angin pengembara
    kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

    Makna : Makna sebuah puisi dapat kita tafsirkan menurut anggapan kita masing-masing. tapi saya dapat sampaikan maksud saya dalam menulis puisi ini untuk mengingatkan kita apa itu sahabat. peranan sahabat bagi kita. betapa pentingnya sahabat bagi kita.

    Ivano Heimbach
    X aksel 1 / 11

    BalasHapus
  161. Pelajar
    Tak lelah dating
    Tak lengah belajar
    Berjuang demi masa depan

    Kau datang dengan senyuman
    Kau pulang dengan kebahagiaan
    Harapan tak lekang
    Meski pandangan menentang

    Apimu berkobar
    Jiwa ragamu tak keluh
    Hanya demi setapak jalan
    Yang akan kau dapatkan nanti

    Tak habis senyumanmu
    Dalam melihat masa depan

    Isi : seorang pelajar yang semangat dalam mencapai kesuksesan di masa depan

    Dayana arvianinda
    X7/7

    BalasHapus
  162. Moral yang Terlupakan

    Ketika bumi tak lagi berotasi
    Dan matahahari tak bersinar lagi
    Badai menerjang dunia ini
    Iringan hujan tak kunjung henti
    Bunga melati tak lagi mengharumkan negeri
    Dan bumi tak lagi berpenghuni

    Putarlah bumi dengan kesabaran
    Sinarilah bumi dengan ketulusan
    Tentramkan dunia ini dengan kedamaian
    Iringilah ketentraman dengan kesejahteraan
    Harumkan negeri dengan keberhasilan
    Hunilah bumi dengan moral dan prestasi

    PENJELASAN :
    apabila kita tidak mempunyai moral dan prestasi maka hancurlah dunia ini karena bumi bergantung pada sikap dan perilaku manusia


    Hendy RW ( X-8 / 14 )

    BalasHapus
  163. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  164. PUISI PENDIDIKAN BERKARAKTER

    OPTIMIS MENGGAPAI CITA-CITA
    Dalam hening kubernyanyi
    Sepatah lagu tak berarti
    Serangkai nada tak berirama
    Bagai kata tak terucap

    Kusadar…
    Waktuku hilang entah kemana
    Hidupku hampa tanpa asa
    Karena terbayang selalu akan sosoknya

    Kubangun dari lelapku
    Kubuka lembaran buku
    Terpantul cerminan diriku
    Dengan disiplin sanubariku
    Optimis di dadaku
    Menggapai segenggam sejuta impiku

    MAKNA PUISI
    Seseorang yang menyadari bahwa perjalanan untuk mencapai cita-cita masih panjang.
    Dengan disiplin dan optimis dapat membawa kita untuk meraih cita-cita yang tinggi. Karena keduanya sangat penting. Apabila salah satu tidak dipenuhi, maka kesempatan untuk meraih cita-cita yang tinggi telah gagal. Cita-cita ibarat mimpi, bisa datang dan pergi. Dan hanya datang satu kali, tidak ada kesempatan untuk meraih cita-cita yang kedua kalinya. Maka gapailah cita-cita dengan sungguh-sungguh agar dapat terwujud.

    Nama : Rina Dwi Setianingrum
    Nomor Absen : 28
    Kelas : X-1

    BalasHapus
  165. Sempurna Nilai Sempurna Pekerti

    Apa guna berotak cerdas
    Apa guna piawai dalam berbagai hal
    Apa guna hanya mencoret sebuah tinta
    Tanpa mental kuat membara

    Kau dapat nilai sempurna
    Kau dipuji semua kalangan
    Kau tinggi diantara lainnya
    Namun juga rendah diantara lainnya

    Apa kekuranganmu?
    Apa kekurangan kita
    Sebenarnya semua tahu
    Tapi berpura-pura layu

    Mental lemah mental rapuh
    Jiwa penakut tak berisi
    Hanya kekosongan
    Mengisi jiwa hati

    Mari kita bangun
    Bangun semangat tinggi bersama
    Semangat meningkatkan moral
    Semangat meningkatkan budi

    Tidak hanya sempurna nilai
    Juga sempurna pekerti
    Itulah sempurna abadi ..

    Makna : banyak siswa yang menpunyai otak cerdas , piawai dalam mengerjakan tugas namun mereka bermental rendah , penakut , dan mempunyai budi pekerti yang buruk. Jadi mari kita membangun moral yang baik unutk kesempurnaan kita.

    oleh : Rizki Nur Dina X5/28

    BalasHapus
  166. Guruku

    Langkah kakimu.....
    Membuat semangatku
    Tatap matamu.....
    sejuta harapan dihadapanku

    Kau mendidik tanpa kenal lelah
    Kau mengabdi tanpa kenal pasrah
    Sungguh mulia pekerjaanmu
    Sungguh besar jasa-jasamu

    Terima kasihku
    Pada guruku
    Ilmu yang berguna
    Untuk bekal esok dewasaku

    Makna :
    Pengabdian seorang guru dimana beliau selalu memberikan ilmu yang bermanfaat bagi siswa-siswanya agar kelak dapat bermanfaat dimasa yang akan datang dan ketegaran beliau dalam mendidik dan mengabdi bagi bangsa ini. terima kasih ku ucapkan untuk pengabdian dan jasa-jasa beliau selama ini...

    Dimas Ismanuari
    07/ X-6

    BalasHapus
  167. BERKACA

    Pernahkah kau berkaca ?
    Seringkah kau berkaca ?
    Sudahkah kau berkaca ?
    Berkaca penuh kesadaran
    Berkaca penuh pengertian
    Berkaca penuh penghayatan
    Tampak kusam noda di wajah kita
    Kusam noda keangkuhan, kebencian, kebohongan
    Tak seperti kita datang ke dunia
    Mungkinkah kembali seperti dulu ?
    Ataukah hanya mimpi belaka ?
    Namun tiada yang mustahil bagiNya
    Tiada kata terlambat untukNya
    Diam sejenak, mulai berdoa
    Ciptakan kedamaian
    Anyamlah kerukunan
    Mewujudkan insan luar biasa
    Penuh wibawa, tanggung jawab, pengertian
    Yang ingin melayani bukan dilayani

    Makna :
    Setiap orang di dunia ini harus mampu instropeksi diri sendiri karena manusia sekarang telah diliputi keangkuhan, kebencian, dan kebohongan. Instropeksi diri sendiri merupakan cara utama supaya perilaku manusia tidak semakin memburuk tetapi menjadi pribadi unggul yang memiliki budi pekerti yang baik. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semua perbuatan yang salah. Mulai dari berdoa supaya Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita. Kita bangun kerukunan kedamaian sehingga menjadi manusia yang bertanggung jawab dan mengerti orang lain.

    Stefani Denis Kurniasari
    X2/27

    BalasHapus
  168. JANJI PEMUDA
    Satu katapun tak bisa diucapkan
    Ketika moral telah bobrok
    Ketika lima asas tak ada artinya
    Dan ketika kursi adalah segalanya

    Akankah kita terhasut perkataan para pelacur bangsa
    Yang rela mengkhianati bangsanya
    Hanya demi mengejar satu kata
    Uang uang dan uang

    Kita…
    Dengan semangat merah pemuda
    Akan membuktikan kepada Indonesia
    Kita lebih baik dari mereka

    Kita…
    Generasi penerus bangsa
    Menutup rapat-rapat telinga
    Dari hasutan para pelacur bangsa

    Dan kita…
    Sebagai singa muda Indonesia
    Akan tetap menegakkan lima asas bangsa
    Demi persatuan dan kesatuan Indonesia

    Makna :
    Sekarang ini moral bangsa jatuh akibat tindakan para koruptor. Mereka akan melakukan segalanya hanya untuk mendapatkan uang. Dan kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia berjanji akan memperbaiki moral bangsa dengan tidak mengikuti tindakan para koruptor demi tetap tegaknya Pancasila
    Oleh:
    Muhammad Imam Fathoni
    21
    X-8

    BalasHapus
  169. Sia Sia

    Hatiku meronta
    Melihat mereka yang berusaha
    Mencari pengetahuan yang dalam
    Mencari suatu yang bermanfaat

    Hatiku menagis
    Melihat mereka jadi terbaik
    Melihat mereka dapat angka terbaik

    Meronta.. menangis
    Karena apa yang mereka lakukan sia sia
    Yang pada akhirnya
    Hanya menyesatkan mereka

    Waktu berlalu
    Angin yang berhembus
    Badai yang berlari
    Membuatmu lupa diri
    Akan kekuasaan Ilahi

    Kau sia siakan ilmumu
    Hanya demi nafsu sesaat
    Mengorbankan yang lain
    Tragis …
    Tapi itu yang terjadi

    Tidak ingatkah engkau
    Dia melihat
    Dia mendengar
    Dia mengetahui
    Dia akan membalas semua yang kau lakukan

    Makna : Seorang pelajar yang bekerja keras untuk memeperoleh ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, memperoleh ilmu dengan hasil terbaik. Setelah dewasa mereka tidak memnfaatkan ilmu sebaik baiknya, nahkan menyelewengkannya. Menggunakan ilmunya mereka menyusahkan orang lain. Apakah mereka lupa bahwa Tuhan tahu dan akan membalas?

    Verna Ardhi H
    X7/33

    BalasHapus
  170. CAHAYA HATI

    Ketika..
    Badai menerjang tak kenal rima
    Angin mengamuk memporak porandakan dunia
    Adakah disana seberkas cahaya?
    Cahaya hati tanpa dusta

    Ketika..
    Cahaya musnah terbakar bara
    Cahaya lenyap ditelan hasrat
    Akankah dia tetap tegap berdiri?
    Menggenggam dunia di panggung sandiwara

    Rapuh,
    Goyah tanpa akar
    Tanpa kerangka penguat penyangga
    Lihatlah..
    Cerminan hidup cahaya hati penuh dusta

    MAKNA:
    puisi diatas menjelaskan tentang pentingnya kejujuran. dan menjlaskan bagaimana dampaknya hidup tanpa memegang teguh kejujuran.

    KEKE AUDIA VIKARIN
    22/X-1

    BalasHapus
  171. Kini tanah kita butuh pemulihan
    Tanah kita butuh suatu perubahan
    Bangsa kita butuh jati diri
    Bangsa kita butuh hati nurani

    Bukan hanya insan cerdas
    Tapi juga insan yang berkarakter
    Yang dapat membangunkan negeri ini
    Menjadi negeri yang sejahtera

    Generasi kita perlu dibangun
    Generasi kita harus bangkit
    Tak boleh hanya diam
    Melihat terpuruknya negeri ini

    Wahai jiwa muda
    Tegakkan karaktermu mulai sekarang
    Jangan hanya berpaku tangan
    Kaulah harapan negeri ini

    Di tanganmu terletak masa depan bangsa
    Terletak kehidupan banyak rakyat
    Jangan kau miskinkan negeri ini
    Dengan keinginan mengangkat diri

    Jangan kau kecewakan para bunga bangsa
    Mereka yang telah memulai perjuangan
    Mereka yang telah mengharumkan bangsa
    Bangun dan lanjutkan perjuangannya

    Makna dari puisi :
    Kita sebagai generasi bangsa, tidak boleh hanya diam melihat bangsa kita yang sedang dilanda berbagai krisis dan masalah. Kita harus bangkit dan menanamkan sikap berkarakter untuk kelak memimpin bangsa ini. Para pahlawan yang sudah memulai perjuangan tidak boleh kita sia-sia kan perjuangannya, tetapi kita harus meneruskan perjuangannya untuk membangun bangsa ini.

    Loveloi Putri Sihanari
    X-5/20

    BalasHapus
  172. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  173. TANGGUNG JAWAB

    Tak semudah bibir berucap
    Walau hati telah terperangkap
    Sekedar niat yang tertuang
    Namun berbuat bak terjun ke jurang

    Amanah datang bagaikan arus
    Laksana gelombang disamudera raya
    Apalah daya jika segalanya harus
    Tak kan rugi jika laksanakan

    Bagaikan menjawab
    Jawaban dari segala niat
    Bertanggung jawab
    Cerminan orang yang taat

    Puisi ini tak sekedar bicara
    Ada petuah yang bermakna
    Jalankan amanah dengan tanggung jawab
    Agar niatmu segera terjawab

    Maksud :
    Jika seseorang diberi amanah maka harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Jangan hanya niat dan ucapan dibibir saja tapi lakukanlah dengan nyata dan penuh tanggung jawab

    ANGGIT PRIMA YUDA (04/X-8)

    BalasHapus
  174. Hidup Adalah Perjuangan



    Kala senang, kala sedih;
    Kala di atas, kala di bawah;
    Kala di puncak, kala di lembah;
    Itulah hidup...

    Perjalanan yang panjang,
    Mulai dari menginjakkan kaki di muka bumi,
    Hingga kembali ke tanah dan menghadap yang Maha Kuasa,
    Itulah Hidup...

    Terkadang memancarkan senyuman, terkadang meneteskan air mata;
    Terkadang berdiri tegak, terkadang bertekuk lutut;
    Terkadang bergandengan, terkadang membuang muka;
    Itulah hidup...

    Hidup itu mudah? Hidup itu susah?
    Hidup itu manis? Hidup itu pahit?
    Hidup itu anugerah? Hidup itu malapetaka?
    Tidak ada jawaban yang pasti

    Apakah arti hidup?
    Apakah anda mensyukuri hidup?
    Atau malah menyesali hidup?
    Tidak ada jawaban yang pasti...

    Hidup adalah hidup,
    Ada rintangan, ada hambatan;
    Hidup adalah perjuangan,
    Bila hidup tidak ada tantangan, itu sama saja dengan mati...

    Hidup adalah hidup,
    Mencari keadilan yang abstrak,
    Mencari kebahagiaan duniawi dan surgawi,
    Hidup adalah perjuangan...

    Hidup adalah hidup,
    Terkadang memang tidak adil,
    Namun, pada akhirnya semuanya akan tiada, akan adil;
    Ya, hidup adalah perjuangan...



    Makna puisi :
    Dalam kehidupan, pasti akan ada rintangan maupun tantangan. Oleh karena itu, arti hidup dapat diartikan sesuai dengan persepsi manusia tersebut, apakah hidup itu adalah anugerah, atau malah suatu malapetaka. Ya, itu terserah kepada orang yang menjalani hidup itu. Satu hal yang pasti, bahwa hidup adalah suatu perjuangan yang tanpa henti. Jika hidup itu tanpa perjuangan, maka hidup itu sama saja dengan hampa atau mati.



    Oleh :
    Della Fitrayani Budiono
    X Aksel I
    8.

    BalasHapus
  175. PAHLAWAN PENDIDIKANKU


    Ku lihat kau berbuat
    Ku dengar kau berbicara
    Ku rasakan kau merasakan
    Tindakan yang kau perbuat
    Tak khayal menjadi panutan
    Kata kata yang kau ucapkan
    Seperti manjadi sugesti di dalam diri kami
    Rasa lelah yang hinggap di dirimu
    Sama sekali tak kau risaukan
    Demi jiwa jiwa yang haus akan ilmu
    Jangan kau tinggalkan
    Jiwa yang haus akan ilmu ini
    Jangan kau bosan
    Untuk menjadi panutan
    Terima kasih untukmu
    Pahlawan pendidikanku

    Makna: Guru dapat kita jadikan panutan dalm kita bertindak. Kata kata yang diucapkan guru dapat menjadi motivasi. Guru tak pernah merasa lelah dalam memberi kita ilmu.
    Terima kasih guru.......



    DINA OKTAVIANINGTYAS
    X-8/9

    BalasHapus
  176. Anak Kecil Berkaleng Ilmu

    Anak kecil berkaleng itu
    Tubuhnya hitam berbalut kotoran dan debu
    Kakinya tak beralaskan sandal atau sepatu
    Pakaiannya bagai secarik kain yang berserabut

    Anak kecil berkaleng itu
    Berjalan dibawah jembatan tua yang tak berhulu
    Pergi menuju sebuah tempat yang penuh dengan barang kaku,
    barang kaku yang biasa orang buang setelah digunakan dahulu
    Tempat itu hanya berselimut kayu – kayu,
    kayu – kayu tipis yang lapuk dan mulai rapuh

    Anak kecil berkaleng itu
    Lalu masuk dan duduk diantara kursi kecil yang tak berpaku
    Menghadap sebuah papan hitam segi empat yang tak lagi berbentuk
    Tulisan, ajaran, rumusan tertuang dengan polosnya disitu
    Tulisan sederhana yang membuat anak itu tau tentang ilmu
    Ajaran singkat yang menuntun anak itu tau tutur dan sapa halus
    Rumusan ilmu yang hanya sebatas dapat dinikmati seorang anak pemulung

    Anak kecil berkaleng itu
    Peluh keringat dan langkah susah tak goyahkan semangatnya tuk cari ilmu
    Hujan dan panas iringinya tuk gapai cita-cita mulia
    Getir kehidupannya tak risaukan jiwa mudanya
    Jiwa muda yang mencari hak tuk dapatkan pendidikan layak yang dijanjikan negaranya


    Puisi ini menceritakan kisah seorang anak pemulung yang setiap hari mencari kaleng bekas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya . Anak ini tidak memiliki kesempatan bersekolah seperti orang kebanyakan . Namun ia tidak putus asa, setiap hari sepulang mencari kaleng ia pergi ke tempat yang dianggapnya sebagai sekolah . Namun keadaan tempat tersebut tidaklah bagus seperti sekolah pada umumnya. Disitu ia menggali berbagai ilmu dan wawasan . Ia begitu gigih menjalani itu semua . Nah, semoga kisah anak tersebut dapat menyadarkan kita yang beruntung dapat mencari ilmu di sekolah yang berkualitas bahwa masih banyak anak malang diluar sana yang masih sulit untuk dapat bersekolah . Maka dari itu sudah sepantasnya kita untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendapat ilmu dan pengetahuan yang luas .

    LILIN
    X aks 3 /13

    BalasHapus
  177. HARAPAN
    karya:Dewi permatasari

    Ku dengar jerit tangis
    Gemuruh hentakan yang mengusik telinga
    Geraman para kaum muda
    Suara kaca yang pecah..

    Tidak! oh tidak!
    tak ada sebuah tempat pun yang aman
    inikah sebuah kebangkitan?
    atau sebuah harapan kosong tak berujung?

    Hanya sorotan mata..
    Sorotan tak berdaya dari kaum kecil
    Tak mampu membakar habis kebohongan
    Hanya mampu berpasrah

    Penguasa semakin liar!
    Memakan,menindas,memeras..
    Hanya demi uang
    Akankah para koruptor terus merasa aman?

    Para rakyat semakin tak punya akal sehat
    membakar...
    merusak...
    mungkinkah?mungkinkah ini akhir cerita tanah pusaka ku?

    Makna:
    Semakin berkurangnya pendidikan karakter dan pengamalan pancasila menyebabkan banyak masalah besar yang rumit. Korupsi adalah salah satu masalah besar yang harus segera diberantas.Korupsi tidak hanya telah mematikan kenyamanan tetapi telah membuat para rakyat geram. Para rakyat pun tidak bisa mencari jalan keluar yang baik,mereka melampiaskan dengan amarah. Kita harus bersama-sama menyelamatkan negri tercinta jika ingin terus melihat bendera merah putih terus berkobar di tanah air tercinta. Kita harus bekerjasama dan menyadari satu sama lain, bukan membuat kekacauan baru yang justru akan menghancurkan negeri. Pengamalan nilai-nilai pancasila dan pendidikan berkarakter sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan semua masalah di Indonesia.

    Nama : Dewi Permatasari Santoso
    kelas: X-2
    no : 10

    BalasHapus
  178. JUJUR

    Jujur, apakah engkau memang ada ?
    Jujur, apakah engkau hadir menyertai ?
    Jujur, apakah engkau menuntun kami ?
    Jujur, apakah engkau nyata ?

    ku bertanya tiap hari
    Mengapa semua ini sampai terjadi
    Kulihat banyak orang sengsara
    Karena ketidak hadiranmu

    Bila memang kamu nyata
    Hadirlah dan tuntun kami
    Untuk merubah semua ini
    Agar menjadi yang lebih baik

    makna:
    Saya mempertanyakan dimana kejujuran orang indonesia, mulai dari orang orang penting di atas hingga di kalangan bawah. Karena pada faktanya tidak semua orang jujur, dan saya mempertanyakan apakah pendidikan karakter yang akan diberikan akan bermanfaat untuk mengubah sikap kita menjadi orang yang lebih baik dan bermutu dari pada generasi yang terdahulu.

    oleh :
    Pande Putu Wisnu Adhistanaya
    X-3
    26

    BalasHapus
  179. PENCARIAN

    Sudah lama kau tak menampakkan batang hidungmu
    Semakin kucari, semakin ku kehilangan jejakmu

    Kucoba langkahkan kakiku di antara para pejabat
    Tetapi kau tak kujumpai jua
    Kucoba berlari ke antara para pedagang
    Besar harapku tuk jumpa denganmu
    Tetapi kecewa yang kudapat

    Kemana lagi kuharus melangkah?
    Dengan sisa-sisa harapan, aku mencarimu di kumpulan siswa
    Tetapi harapan tinggallah harapan
    Sirna sudah semua

    Mengapa begitu lama kau pergi dari kehidupanku?
    Tidakkah kau tahu aku begitu merindukanmu?
    Aku berharap, aku masih akan menemuimu, kejujuran

    Makna:
    Seseorang yang merindukan kejujuran. Di jaman yang jahat ini jarang sekali ditemui kejujuran. Puisi ini menyadarkan para pembacanya akan semakin langkanya kejujuran. Dengan demikian pembaca dapat disadarkan akan kejujuran tersebut sehingga karakter masyarakat akan kejujuran semakin terbangun.

    GRASIA KRISTIANA
    15/X-4

    BalasHapus
  180. AKU...


    Kokoh, Kuat...
    Berdiri bagaikan pohon beringin kokoh dan kuat
    Berjalan bagaikan irama kereta tertata rapi
    Bergerombol saling bertukar informasi bagaikan semut


    Tegar, Tenang...
    Tegar dalam menghadapi setiap persoalan diri
    Tenang bagaikan air yang penuh berisi
    Tenang dan pasti setiap melangkahkan kaki


    Hebat...
    Hebat dalam setiap mengambil keputusan
    Hebat dalam segala bidang
    Hebat kata yang tepat untuk menyebut AKU


    Maksud dari puisi yang berjudul AKU adalah :
    -AKU adalah ilmu.
    -Tanpa ilmu orang tidak berarti apa-apa.
    -Dengan ilmu orang berguna di mana saja, untuk siapa saja, terutama diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan negara.
    -Untuk mendapatkan ilmu berarti harus menempuh pendidikan sejak dini.


    KARYA :
    ANISAH/ X-AKSEL 3/ 1 (SATU)

    BalasHapus
  181. Sang Pelajar


    Bagai sinar mentari yang berpijar
    Setitik embun pada pagi hari
    Secercah harapan yangku harapkan
    Menuju keberhasilan adalah impianku

    Tanpa henti akan kulakukan
    Demi mewujudkan cita-citaku
    Aku adalah sang pelajar sejati
    Yang tak kenal lelah dan putus asa

    Langkahku terdiam saat melihat
    Banyak pelajar di negri ini berantakan
    Akankah dunia pelajar telah usai
    Ataukah dunia para pelajar telah hilang

    Oh tuhan..
    Tunjukkanlah kebesaranmu
    Sampai kapan semua ini akan berakhir
    Aku tahu kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda
    Aku yakin hari ini akan ada hari esok

    Makna:
    Pelajar harus slalu berusaha demi mewujudkan cita-citanya. Karena terlalu tinggi ego mereka banyak pelajar yang berbuat curang dan tak bersaing sehat lagi. Harusnya kita berusaha dengan percya pada diri sendiri. Apapun hasilnya itu adalah hasil kita bila kurang memuaskan kita dapat memperbaikinya dengan belajar dari kekurangan tersebut.

    Oleh :
    Izana Saffana Ilma
    16
    X-8

    BalasHapus
  182. Kendali Pribadi

    Pribadi murni anak bangsa
    Tergerus ombak barat
    Kata gaul menjadi santapan
    Bukan nasi, bukan roti
    Berkata bohong itu asyik
    Kejujuran katanya munafik
    Kesantunan bukanlah benda
    Tapi mungkin itu langka

    Kebebasan itu modern
    Kedisiplinan itu dulu
    Kebodohan jamur kemiskinan
    Ilmu titian masa depan
    Hidup penting berilmu
    Berilmu jalan hidup

    Iman dan takwa itu pijakan
    Pegangan hidup kini dan nanti
    Kendali diri pribadi bangsa
    Jati diri warisan timur
    Pancasila perekat jiwa

    Makna puisi : Rusaknya moral generasi muda zaman sekarang. Mereka mengikuti kebudayaan barat yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa dan tidak sesuai dengan adat timur. Dengan pendidikan berkarakter, diharapkan dapat mendidik para generasi muda agar berperilaku sopan, beriman, bertakwa, dan berilmu, berkepribadian baik dan berdisiplin yang baik sesuai dengan Pancasila.


    SUSANA MURTI
    X8 / 32

    BalasHapus
  183. Jeritan Hati

    Ketika diri ini menutup mata
    Terasa bayangan hitam menyelimuti negeriku
    Bayangan kelam tanpa setitik cahaya
    Hanya terdengar jeritan yang menyayat jiwa

    Sadarkah kalian semua
    Hidup ini hanya titipan sang Ilahi
    Tak selamanya kita berada didunia fana ini
    Tak selamanya kita dapat berlari dari semua kenyataan ini

    Wahai para raksasa di negeri ini
    Akankah kalian semua sadar
    Akan perbuatan kalian selama ini
    Atau kalian hanya dapat menutup mata akan semua ini

    Sebuah pengorbanan besar
    Yang telah diberikan oleh para pejuang
    Sekarang telah kalian nodai
    Tanpa rasa bersalah kalian terus mengulangi

    Terdengar jeritan dan rintihan hati
    Hanya demi sesuatu yang terdapat didunia ini
    Sesuatu yang tak lebih dari kertas kotor yang tak berarti
    Kalian tega mangkhianati kepercayaan yang kami beri

    PENJELASAN:
    sebuah kejujuran yang dapat dibeli dengan uang, sehingga banyak korupsi yang merajarela dinegeri ini. bahkan para petinggi negara tidak memberikan solusi untuk masalah ini, tetapi mereka semakin terjerumus kedalam lembah dosa dan tetap melakukan tindakan tersebut tanpa sadar bahwa yang mereka kejar didunia ini hanya untuk sesaat. karena semua manusia pasti akan kembali kesisi Tuhan dan akan meninggalkan semua yang ia peroleh didunia ini.


    THERESIA DEVITA ANGGUN
    X-2/28

    BalasHapus
  184. Tuntutan

    Aku haus akan ilmu
    Aku haus akan rasa ingin tau
    Pekikan dalam benak memburu
    Memburu ilmu dalam kelabu
    Namun tak membuat ku pilu
    Kobaran semangat terbalut di tubuhku
    Tuk menuntut sebuah ilmu
    Gigih meniti langkahku
    Jauh ku berlari mengejar anganku
    Jati diri menapaki tiap langkahku
    Terkait erat dengan idiologi bangsaku
    Goyah kadang menyapu
    Namun tuk berguna bagimu
    satu jalan untuk berilmu
    Patrilah diri pada nilai dan idiologimu

    Maksud :
    kadang kita memiliki semangat untuk menuntut ilmu dan ingin mengetahui sesuatu hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Namun, kadang terhalang oleh suatu hal atau ada keterbatasan dalam diri kita untuk melakukannya. Disini kita harus memiliki semangat dan selalu yakin bahwa kita bisa melakukannya. Dan jika kita telah mendapatkan banyak ilmu, janganlah kita memanfaatkan dengan hal yang kurang baik. Manfaatkanlah ilmu yang kita dapat sesuai kepribadian kita, sesuai dengan nilai-niloai yang ada, dan sesuai dengan idiologi bangsa kita. Jangan kita asal untuk mencari ilmu karena itu akan merugikan kita sendiri.

    Nama : Vetty Seily Kurnia Dessy
    Kelas: X-I
    No: 33

    BalasHapus
  185. Akhlak Terpuji

    Sarafku...Bajuku....Ridha-Nya.....

    makna:
    - Sarafku : Niat,segala perbuatan yang akan dilakukan oleh si pelaku.

    - Bajuku : Perbuatan yang telah dilakukan oleh si pelaku,dan di sinilah perbuatannya akan di lihat dan di nilai oleh orang lain.

    - Ridho-Nya : Segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia itu pasti terlihat oleh sang Maha Kuasa,dan disinilah yang menentukan takdir ditimpanya.

    Jadi puisi tersebut menerangkan agar manusia untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukannya,dan berhati-hati apa yang ia perbuat,karena perbutannya-lah akan dilihat oleh orang lain dan menentukan nasib dirinya sendiri.

    Karya : Ashar Natsir S.
    06 / X-4

    BalasHapus
  186. Sesuatu yang Sering Terlupakan

    embun belum juga naik ke awan
    terlihat sendu melihat sang pencerah
    dengan kesabaran cinta kasih menghapus kegelapan
    demi kembali bangunnya sang garuda nan gagah

    merangkai kembali puing-puing harapan tersisa
    yang telah hancur diinjak Rahwana
    berharap kan terbangun sebuah era baru disana
    meski hanya satu lilin yang tersisa

    bermodalkan ilmu dan keteguhan hati
    membimbing armada baru tanpa mimpi
    memberikan nada dalam jiwa yang sepi
    hanya untuk menjaga harapan yang tak pasti

    makna :
    perjuangan seorang guru dalam membangun bangsa yang kuat

    taufiq adijaya
    x-10/30

    BalasHapus
  187. Jalan Lurus

    Kurasakan cahya-Mu di setiap langkahku
    Cahya yang sejukkan hati
    Cahya suci penerang sunyi
    Jiwa yang remuk rapuh
    Tak peka akan segala hina
    Seketika luluh tak berdaya
    Dihembus sepercik kemurnian
    Semua perintah kutunaikan
    Kusingkirkan aral yang melintang
    Kutinggalkan semua kehinaan
    Demi tempat yang Kau janjikan

    Makna :
    Puisi diatas bertema ketaqwaan kepada Tuhan. Puisi diatas bercerita tentang seseorang yang telah menemukan petunjuk atau pencerahan sehingga berada pada jalan yang benar, dimana sebelumnya dia adalah seseorang yang jauh dari Tuhannya. Semua perintah atau kewajiban ia tunaikan, semua larangan ditinggalkan demi Surga yang Tuhan janjikan kepada setiap orang yang beriman pada-Nya.

    Novrima Rizki Arsyani
    X-3 / 25

    BalasHapus
  188. Kursi-kursi reyot itu
    Meja-meja kusam itu
    Papan tulis yang lapuk dan kusam
    Semuanya..
    Menghasilkan sebuat permata
    Dari sampah jerami

    Kursi-kursi empuk
    Meja yang berpelitur
    Papan tulis dengan layarnya
    Hanyalah omong kosong
    Hanya memproduksi kerang
    Tanpa mutiara..

    Sebuah wadah haruslah mencipta
    Sebuah topeng dengan rupa
    Bukan tanpa wajah
    Sebuah cawan harus membuat
    Air yang bening
    Bukanlah air kotor penuh debu

    Aku ingin ini sebagai
    Arca dalam rona
    Wajah dalam bentuk lengkung


    Makna : Sekarang sekolah-sekolah di pinggiran atau sekolah-sekolah yang kurang terkenal malah menciptakan pemuda/pemudi yang berkualitas. Berbeda dengan sekolah-sekolah unggulan hanya menciptakan orang-orang rusuh. Tukang korupsi dan bersifat buruk. pemuda-pemudi yang kurang mampu itu malah dapat membanggakan negri kita tercinta
    Penulis berharap sekolah-sekolah menerapkan pendidikan berkarakter agar setiap murid yang keluar dari sekolah, dapat menjadi orang berguna. Bukan hanya sebagai orang munafik dan tukang tipu

    Nama : Tazkia Dian Prasanti
    Kelas : X-1
    Absen : 31

    BalasHapus
  189. Tekad Bulat

    Tekad ku tak bisa diubah lagi
    Telah kubangun dengan pondasi yang kuat di hatiku ini
    Hanya satu tujuan hidupku
    Hanya satu yang kuinginkan
    Hati bagaikan batu keras yang tak dapat lagi dipecah
    Tujuan ku tetap sama...

    Mencapai sukses dimasa depan itu tujuanku
    Sangat sulit menggapainya
    Melintasi rintangan-rintangan yang tak kubayangkan
    Rintangan yang sulit bagai ombak yang besar menerjang
    Tekadku mendukungku untuk menggapai semua anganku
    Tekadku mendukungku untuk menggapai semua yang terbaik

    Saat aku sakit....
    Saat aku gundah....
    Tak mengurunkan tekad ku untuk menggapai anganku ini
    Aku ingin....
    Aku ingin melihat orangtuaku senang
    Senang melihat kesuksesan ku kelak
    Senang melihat sukses ku di titik yang paling atas

    Shalat....
    Do'a....
    Usaha....
    Aku rutin menjalankan itu setiap hari untuk menggapai anganku

    Rintangan yang kuhadapi masih panjang
    Usaha ku masih panjang
    Aku akan berusaha semaksimal mungkin
    Berusaha dan tak kenal lelah
    Berusaha menjadi titik yang paling tinggi
    Berusaha membuat angan ini tak hanya sekedar angin lalu


    Makna : seorang anak yang mempunyai tekad bulat untuk menggapai angan angannya, demi membuat orangtuanya senang dan ia tak kenal lelah untuk menggapai angannya itu karena didukung oleh tekad yang bulat yang telah ia miliki

    Nama : Vivi Alfiani
    kelas: X5
    nomor: 30

    BalasHapus
  190. Sahabat Sejati

    Sahabat sejatiku
    Lupakan semua keluh kesahmu
    Dengan langkah berjuta mimpi
    Membawa segudang harapan cerah
    Aku datang menghampirimu
    Kutunjukkan semua indah duniaku

    Kita menari dan bernyanyi
    Diselimuti canda tawa nan riang
    Cerita demi cerita mengalun indah
    Bibir kita seolah tak henti menari
    Kadang tawa menyela dalam air mata
    Suka dan duka kita selalu bersama

    Sahabat sejatiku
    Suka duka telah kita lalui
    Selama aku bisa
    Selamanya yang aku inginkan
    Meraih asa dan mimpi-mimpiku
    Bersama genggaman tanganmu, disisiku

    Makna:
    Penyair ingin menunjukkan kisah persahabatannya dengan sahabat sejatinya. Ia ingin agar mereka dapat terus bersama dalam menjalani hidup dan meraih mimpi-mimpi mereka.


    Pradita Aprilia Kusumawardani | X-10 | 23

    BalasHapus
  191. We Ka Je

    Widya Karma Jaya...
    Tak sekedar aksara di muka gerbang
    Tak sekedar sastra yang terpampang.
    Berjuta makna dibalik kesederhanaannya
    Termasuk kunci kesuksesan kita
    Tersirat didalamnya.

    Widya Karma Jaya...
    Unggul dalam prestasi, luhur dalam budi pekerti
    Omong kosong berprestasi tanpa berluhur
    Bohong belaka berluhur tanpa berprestasi
    Jadikanlah semboyan ini sebagai kunci
    Untuk harga diri, kesuksesan & masa depan.

    Makna puisi diatas:
    Widya Karma Jaya adalah semboyan yang biasa tertulis di depan gerbang sekolah dan lain sebagainya. Widya Karma Jaya memiliki arti yaitu unggul dalam prestasi dan luhur dalam budi pekerti. Meskipun semboyan maupun arti dari Widya Karma Jaya sangat sederhana, tetapi makna dibalik kalimat ini sangat besar. Prestasi dan budi pekerti tidak dapat dipisahkan dan saling berkaitan, artinya tidak mungkin seseorang berprestasi tetapi tanpa budi pekerti, begitu juga dengan sebaliknya.
    Abdul Aziz I.A. (X8/01)

    BalasHapus
  192. IBU

    Air mataku berderai bila ingat seraut wajahmu
    Wajah lembut penuh kasih
    Yang menghapus seluruh lara
    Yang mengusir seluruh derita
    Genggam tangannya sirnakan gelisah

    Ibu..
    Kini kerut mulai mengusik wajahmu
    Namun senyummu
    Kalimat bijakmu
    Akan selalu menyemangati
    Di setiap langkahku..

    Makna : ibu adalah anugrah terindah yang kita miliki. Ibu adalah orang sangat amat menyayangi kita. Beliau selalu menyembuhkan lara. Sabar dalam menghadapi kita. Kita harus tetap berbakti kepada ibu walau apapun terjadi. We love our mother, right?

    Nama : Fadhilah Al Karimah
    No : 09
    Kelas: X-10

    BalasHapus
  193. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  194. BUDI PEKERTI
    Semua membutuhkan
    Cerminan keberhasilan
    Pelita kesuksesan
    Sukar tuk hidupkan

    Suatu tindakan ekspresi
    Tuk mewujudkan jati diri
    Membangun suasana hati
    Berdiri tegak berbudi pekerti

    Semangat, semangat, Ayo semangat!
    Walaupun harus bercucuran keringat
    Kerahkan segala kemampuan
    Bunuh sejarah, gali masa depan

    Kita tahu, semua mengerti
    Tak mudah tuk nyalakan api
    Saat angin besar sedang beraksi
    Yang ada hanyalah mati

    Sesulit itukah?
    Hingga harus menyerah
    Sesulit itukah?
    Hati ini tuk menggugah

    Satu sudut satu sisi
    Ada tanya dalam hati
    Haruskah ku berjanji
    Rubah segala yang ku miliki

    Ya, itulah jawabannya
    Untuk hati yang penuh tanya
    Jangan hidup bagaikan lilin
    Ubahlah hidup penuh disiplin

    Makna: Puisi ini mengajak semua orang, khususnya warga SMA Negeri 3 SKA untuk berbudi pekerti luhur sesuai dengan semboyan WIDYA KARMA JAYA. Saya berharap, puisi ini tidak sekedar hanya sebagai tulisan, namun dapat segera diwujudkan bersama. Semoga bermanfaat bagi semua, khususnya bagi diri saya pribadi. Amin.


    Nama : Fadilah Husnun
    Kelas: X-8
    No : 10

    BalasHapus
  195. Hilang, Tenggelam, Memudar, Akankah Kembali

    Semakin tenggelam negeri ini
    Semakin memudar merah putih ini
    Tanpa jiwa-jiwa berarti
    Yang ada hanya jiwa-jiwa yang mati

    Kata - kata manis di mulut
    Tak pernah ada yang tersulut
    Hilang tanggung jawab
    Hilang kejujuran
    Hilang semua .......
    Semua karakter pemimpin kita
    Bahkan kita juga tak punya

    Kini ......
    Sedikit jiwa berarti
    Berusaha mengembalikannya
    Kembali untuk hidup dengan hati
    Hati yang telah tak punya karakter
    Yang kini tengah digembar-gemborkan untuk kembali

    Makna :
    Prestasi Indonesia yang semakin menghilang di dunia internasional karena orang-orang Indonesia yang tidak punya karakter. Bahkan pemimpin-pemimpin yang kini telah berevolusi menjadi koruptor. Hanya berkata , tak ada yang dilakukan. Kini mulai diusahakan untuk mengembalikan karakter kuat orang Indonesia melalui pendidikan de sekolah-sekolah baik formal, informal dan non-formal.

    Ikhwan Cahyadi
    X-1/ 20

    BalasHapus
  196. Pelangi untuk Bangsaku

    Disaat ku menutup mata ...
    Ku tak bisa melihat apa yang terjadi pada bangsa ini
    Kedamaian,keberuntungan,dan kebahagiaan
    Mungkin itu yang terjadi di negeri ini...

    Tapi saat ku buka mataku...
    Semuanya tak seperti yang kubayangkan...
    Kemiskinan,kesengsaraan,seakan menutup kalbu itu..
    Tiap kali,tangisan sang pelangi yang tak sanggup memancarkan warnanya...
    Membuat hati yang melihatnya,serasa tersentuh menderu...

    Buka mata..Buka hati...
    Wahai para pemilik kursi bertangan emas
    Lihatlah...
    Pelangi-pelangi itu perlu uluran tangan-tanganmu..
    Mereka cahaya abadi,yang akan meneruskan bangsa ini..
    Mereka,perlu secercah emasmu untuk mencari ilmu yang akan membangun bangsa ini..

    Janganlah menutup hati untuk mereka yang terbuang
    Karena pelangi itu haus akan ilmu...
    Ilmu yang bisa untuk memancarkan cahayanya..
    Karena bukan hanya Pelangi yang besar saja yang bisa membangun bangsa ini..
    Tapi, pelangi yang terbuanglah yang akan menjadikan bangsa ini besar dari sebelumnya..

    Makna:Bukan hanya orang-orang yang besar (orang-orang kaya) saja yang layak mendapatkan ilmu,tapi orang-orang yang belum beruntung, jugs lsysk untuk mendapatkan ilmu.Bahkan ilmu yang mereka miliki bisa jauh lebih besar daripada orang-orang yang beruntung


    karya: JUNITA R.I
    X6/9

    BalasHapus
  197. Hari ini masih pagi,kawan

    Hari ini masih pagi,kawan..
    Lihat! surya dengan gagah menyinari bumi
    Rasakan! Udara masih sejuk untuk kita hirup
    Lihat! Pucuk daun basah,karena embun

    Bagaimana kondidimu,kawan?
    Masihkah kau gagah,layaknya pejuang 45?
    Masih sanggupkah menopang lika liku hidup?
    Begitu rumit,bukan?

    Kawan,maukah kau?
    maukah kau kuajak menjamah indonesia?
    menjamah lika liku nasibnya sekarang..
    Rumit..sangat sangat rumit

    Kawan,gagahnya garuda tak ada lagi
    Tangguhnya merah putih tak terasa lagi
    Kau tahu mereka di mana ?
    Mereka di telan nasib kekacauan negeri!

    Pejabat berubah menjadi tikus kantoran!
    Hakim buta dengan hukum!
    Presiden membisu!
    Walikota tak peduli!
    Lalu kemana nasib Indonesia?
    Apa sudah tidak ada yang peduli?
    Apa kau juga tuli?bisu?atau buta?
    Indonesia butuh ajudan tangguh sepertimu!
    Indonesia menangis jika kau hanya diam! Bangkit!ajak otak kalian berpikir
    Renungkan, Kau harta masa depan Indonesia
    Kau hendaknya menjadi insan tangguh
    menjadi penerang bagi tanah air
    bukan menjadi arang dan abu yang menggelapkan

    Hari ini masih pagi,kawan
    Ubah segala burukmu
    hiasi dengan prestasi menjulang
    Perkasai diri dengan kejujuran dalam dirimu
    jangan kau tanamkan jiwa koruptor dalam benak

    Hari ini masih pagi,kawan
    Bermimpilah!
    Bangkitlah!
    Berjuanglah!

    Makna puisi :
    Pemuda harus menjadi generasi yang tangguh
    berbekal kejujuran dan keberanian
    Memiliki mimpi yang layak untuk di perjuangkan

    Buah tangan:
    Salwa Alifa Bestari / X-2 / 25

    BalasHapus
  198. Kisah Biola Tua

    Sebuah biola tua bercerita
    Betapa hebatnya bangsa ini dikala ia masih muda
    Dengan semangat yang terus membara
    Memperjuangkan apa yang telah mereka punya

    Jarum detik terus berputar
    Tak terasa sudah 83 tahun telah berlalu
    Hari dimana semua orang teguh bersatu
    Tapi apakah sekarang kalian tahu ?
    Apakah masih ada semangat itu ?
    Apakah masih ada sedikit ruang untuk mengenang perjuangan berat itu ?
    Apakah pemuda masih seperti yang dulu?

    Biola tua mengerutkan dahi sambil bernyanyi
    Melantukan melodi-melodi
    Kemudian ia tersenyum menari
    Ia dan Waltervreden menjadi saksi
    Takkan mungkin semangat itu mati

    Ia tahu
    Ia memang tahu....
    Pengorbanan besar itu sangat berarti
    Demi sebuah sumpah ikrar persatuan sebuah negri
    Untuk Indonesia bersatu
    Melebur dalam suka cita
    Atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa



    Makna :
    Puisi "Kisah Biola Tua" menceritakan tentang perjuangan seluruh pemuda-pemudi Indonesia yang tanpa gentar berjuang melawan kompeni dengan mengorbankan seluruh yang mereka punya hanya untuk bebas dari belenggu penjajahan. Yang menjadi inti pokok di puisi ini adalah masih pedulikah anak-anak bangsa , para pemuda-pemudi Indonesia tentang perjuangan para pendahulu mereka. Apakah mereka tahu betapa beratnya perjuangan dimasa itu, dan apakah mereka masih memiliki semangat para pemuda dan seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai Kemerdekaan. Dan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa , Indonesia dapat merdeka.
    Puisi ini diambil menurut kacamata penulis dari sebuah biola yang digunakan oleh W.R. Soepratman yang melantunkan lagu Indonesia Raya sebelum pembacaan teks sumpah pemuda, serta Waltervreden (sekarang Jakarta) yang menjadi tempat berlangsungnya peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia tersebut.

    Sebagai pemuda pemudi Bangsa Indonesia sudah sewajarnya kita untuk mengenang dan melanjutkan perjuangan para pendahulu kita serta nenek moyang bangsa yang telah memperjuangkan kemerdekaan hingga titik darah penghabisan. Bersyukur kepada Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan karunianya kepada kita semua hingga detik ini saat kita masih diberi nyawa dan kekuatan untuk berdiri dan dapat menikmati jerih payah para pendahulu kita yang bekerja keras untuk apa yang kita dapat sampai detik ini. Buat mereka bangga terhadap generasi muda Indonesia ! :)

    -Sekian-

    Aulia Budi Agustin
    X Aksel 1 / 04

    BalasHapus
  199. Pendidikan Indonesia

    Pendidikan Indonesia
    ditanamkan pendidikan berkarakter
    dilandasi dasar Indonesia
    yaitu Pancasila
    mengajarkan putra putri Indonesia
    kejujuran, kedisplinan, optimisme,
    mandiri, aktif juga tanggung jawab
    menjadikan generasi muda
    berkualitas dan bermutu
    serta mengangkat derajat bangsa

    nan layak menjadi pemimpin bangsa
    yang bijaksana serta cinta Tuhan
    takut akan neraka
    tidak akan merugikan bangsa
    dengan berbagai kejahatan

    MAKNA :
    Di Indonesia telah ditanamkan pendidian berkarakter. Karakter yang baik-baik yang akan menjadikan negara Indonesia maju dengan adanya anak-anak yang berkarakter baik. Sehingga tidak akan berbuat jahat dan merugikan Indonesia.

    Nama : Fera Setiawati
    Kelas : X-5
    Nomor : 11

    BalasHapus
  200. Perubahan Menuju Nirwana

    Kala adzan menggema
    Ku buka kedua mata
    Ku ucap terimakasih pada Sang Pencipta

    Kokok ayam mulai terdengar
    Sang mentari mulai menampakkan dirinya
    Dengan semangat mengembara
    Ku hapus jiwa pecundang
    Ku tanam jiwa pahlawan
    Walau tanpa jari-jari lentik
    Kaki yang sempurna
    Tubuh yang elok

    Demi perjuangan orangtuaku
    Ku lakukan yang harus ku lakukan
    Ku kerjakan yang harus ku kerjakan

    Inilah aku
    Inilah diriku
    Inilah semangatku

    Aku bisa
    Aku mampu
    Aku sanggup

    Tak peduli panasnya sengatan mentari
    Tak peduli derasnya guyuran hujan
    Tak peduli ganasnya halilintar menyambar

    Ku takkan menyerah
    Ku 'kan terus berjalan
    Menuju nirwana nan indah
    Meraih bintang di Surga

    Tuhan...
    Ini anganku
    Ini doaku
    Ini niatku
    Menuju perubahan emas

    makna : Puisi ini menceritakan seseorang yang cacat. Awalnya ia putus asa dan tak bersemangat menjalani hidup. Setelah melihat perjuangan orangtuanya yang begitu berat. Akhirnya dia sadar. Bahwa orang cacat bukan berarti tak bisa berbuat apa-apa. Dengan semangat yang tinggi, ia berniat untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik dan bermanfaat. Ia ingin meraih cita-citanya dan melihat orangtuanya tersenyum bahagia karena keberhasilannya.

    Dwi Agustina Fajarwati
    X-1/11

    BalasHapus